Urea Mineral Blok (UMB) Sebagai Alternatif Pakan Tambahan Dengan Bahan Baku Lokal Untuk Ternak
Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan pada ternak dalam jumlah yang sedikit. Ternak yang dipelihara secara intensif membutuhkan pakan penguat untuk meningkatkan performanya. Pakan tambahan dapat berupa vitamin, mineral, urea, dan mikroorganisme.Urea Mineral Blok (UMB) adalah pakan tambahan (suplemen) untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, domba dan kambing) yang dibuat dari bahan baku urea dan bahan-bahan lain termasuk mineral yang diolah sedemikian rupa sehingga berbentuk padat dan keras. Biasanya ternak mengkonsumsi UMB dengan cara menjilatinya. Oleh karena itu UMB juga dapat disebut permen sapi/ternak.Beberapa peternak di Kabupaten Sumedang sudah memanfaatkan Urea Mineral Blok (UMB) sebagai Pakan Tambahan (Suplemen) untuk ternaknya. Berikut cara Pembuatan Urea Mineral Blok (UMB) serta cara pemberiannya :Bahan UMB Urea 17 kgSP36 15 kgZA 15 kgGaram dapur 36 kgMineral sapi 1 kgKapur 10 kgSemen 4 kgTepung tapioka 2 kgAir secukupnyaAlat yang diperlukanTempat campuran (adonan) MaskerSekop/cangkulKaos tanga (dari karet)Cetakan dari papan untuk mencetak UMB seberat + 1 kg menggunakan ukuran papan 12 x 9 8 cm.Cara pembuatanRendam SP36 dengan air secukupnya selama sehari semalam agar mengem- bang sepertiCampur urea, ZA, dan garam sampai merata (campuran I).Campur kapur, semen, tepung tapioka, dan mineral sampai merata (campuran II).Campurkan campuran 1 dan 2 sampaiKemudian Jemur sampai kering.Cara pemberianUntuk menghindari terbuangnya UMB sewaktu dikonsumsi ternak dianjurkan untuk membuat tempat atau kotak khusus terbuat dari papan, jangan dari logam untuk menghindari karatan yang terpisah dari tempat makanan atau digantung, dibungkus kain dan diusahakan agar dapat dijilati/dijangkau oleh ternak. Pemberian UMB diperkirakan 50 g/ ekor/hari (UMB 3 kg habis dijilati ternak selama 2 bulan).Selama pemberian UMB perlu diimbangi dengan pemberian hijauan/ rumpu alam/rumput unggul dan konsentrat berupa dedak padi. Untuk betina bunting tua diberikan dedak 1 kg/ekor/hari, satu bulan menjelang melahirkan dan dua bulan setelah melahirkan sedang untuk pejantan yang digemukkan diberikan dedak 2 kg/ ekor/hari selama 3-4 bulan.Ade Yayan R,SPt. Penyuluh Pertanian MudaDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Sumedang