Kambing punya nama domba punya daging, itulah kondisi nyata yang dilakukan petani ternak kambing domba dalam memenuhi permintaan konsumen kebutuhan daging kambing.. Artinya kambing domba juga dapat menjadi pilihan usaha bagi petani ternak dalam menyediakan daging kambing. Guna mengantisipasi ketersediaan bibit yang masih terbatas dengan kualitas bibit beragam perlu dilakukan peningkatan pengetahuan tentang pembibitan kambing domba, Bibit merupakan aspek penting yang harus mendapatkan kepedulian petani ternak domba. Dianjurkan kambing domba yang akan digunakan sebagai usaha pembibitan harus bersifat prolific yaitu kemampuan induk melahirkan lebih dari satu ekor. Pilihan jenis kambing domba diantaranya kambing kacang kambing PE domba Ekor Gemuk dapat dipilih untuk usaha pembibitan kambing dombaTeknologi yang perlu diperhatikan dalam mengelola pembibitan kambing domba 1. Persyaratan Calon Induk harus a., Sehat tidak terlalu gemuk b. Ambing normal dan simetris c. Kaki lurus dan kuat d. Berasal dari keturunan kembang 2. Persyaratan Calon pejantan harus a. Sehat dan tidak cacatb. Aktif dan mempunyai sifat nafsu kawin yang besarc. Dada dalam, kaki tegak, lurus dan kuatd. Penampilan gagah dengan tumit yang tinggie. Buah zakar normal berjumlah dua sama besarnya 3. Sistem Reproduksi Guna mendapatkan keturunan unggul perlu diperhatikan persyaratan persyaratan berikuta. Dewasa kelamin 6 – 8 bulanb. Dewasa tubuh/siap kawin 10 - 12 bulanc. Lama Kebuntingan sekitar 5 buland. Lama Menyusui sampai menyapih 3 bulane. Periode birahi akan berulang setiap 19 harif. Bobot lahir mencapai 3 - 4 kg/ekorg. Umur sapih 5 – 6 bulan h. Bobot sapih mencapai 13 - 14 kg/ekori. Umur penjualan 12 bulanj. bobot badan penjualan 18 – 20 kg/ekor Persyaratan lain yang juga harus diperhatikan adalah siklus birahi dari kambing domba selama 17 – 21 hari dengan rata rata setiap 19 hari sekali. Lamanya waktu birahi sekitar 24 – 36 jam atau 2 – 3 hari. Waktu yang tepat untuk bisa mendapatkan hasil kebuntingan pada kambing domba bila perkawinan kambing domba dilakukan pada saat birahi dengan tanda tandanya 1) Ternak gelisah dan ribut, 2) Ternak akan menggerak gerakan ekornya, 3) Alat kelamin pada bagian luar bengkak, merah, hangat dan mengeluarkan lender, 4) Nafsu makan berkurang dan 5) Mau saja dikawini pejantan. 4. Pemberian pakan Pakan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam usaha pembibitan kambing domba. Pakan yang diberikan harus memebuhi persyaratan kebutuhan gizi pakan ternak yang berguna untuk hidup pkok ternak dan mendukung proses produksi bagi kambing domba. Pakan pokok kambing domba adalah hijauan yang mengadung serat kasar dan sumber protein. Pakan tambahan diperlukan kambing domba untuk melengkapi kebutuhan kandungan gizi pakan. Pemberian pakan tambahan berupa konsentrat dapat diberikan 2 minggu sebelum perkawinan, 2 minggu setelah ternak bunting dan 4 minggu sebelum dan setelah ternak melahirkan Pemberian pakan yang harus diperhatikan 1. Pakan hijauan merupakan sumber serat yang dibutuhkan kambing domba berupa rumput lapangan, rumput unggul dan jerami. Sealain hijauan yang mengandung serat kasar juga diperlukan hijauan pakan ternak yang mengandung protein seperti daun lamtoro, glirisidea, kaliandra, daun turi dan jeramikacang kasangan yang terdiri dari jerami kacang tanah, jerami kacang hijau, jerami kacang kedelai. 2. Pakan tambahan berupa konsentrat yang mengandung serat kasar dapat diberikan berupa ketela pohon, onggok dan bekatul. Pakan konsentrat yang mengandung protein diantaranya ampas tahu bungkil kedele, bungkil biji kapuk, bungkil kopra dan bungkil sawit. 3. Pakan Mineral bersifat untuk menambah nafsu makan ternak dapat diberikan garam dapur yang berupa bata yang dimasukkan dalam bamboo dan digantung dalam kandang, Secara otomatis kambing domba akan menjilai jilat sendiriFormulasi pemberian pakan pada kambing domba harus mengacu pada pedoman berikut 1) Pemberian hijauan 10 % dari bobot badan , 2)Pakan tambahan kering diberikan dengan acuan 1- 2 % dari bobot badan, 3) Pakan tambahan basah diberikan sejumlah 3 – 4 % dari bobot badan. Nani Priwanti Soeharto - PP PPMK CiawiSumberErnawati dkk, Pembibitan Kambing dan Domba Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah , 2007Kambing punya nama domba punya daging, itulah kondisi nyata yang dilakukan petani ternak kambing domba dalam memenuhi permintaan konsumen kebutuhan daging kambing.. Artinya kambing domba juga dapat menjadi pilihan usaha bagi petani ternak dalam menyediakan daging kambing. Guna mengantisipasi ketersediaan bibit yang masih terbatas dengan kualitas bibit beragam perlu dilakukan peningkatan pengetahuan tentang pembibitan kambing domba, Bibit merupakan aspek penting yang harus mendapatkan kepedulian petani ternak domba. Dianjurkan kambing domba yang akan digunakan sebagai usaha pembibitan harus bersifat prolific yaitu kemampuan induk melahirkan lebih dari satu ekor. Pilihan jenis kambing domba diantaranya kambing kacang kambing PE domba Ekor Gemuk dapat dipilih untuk usaha pembibitan kambing dombaSumber www. Google.. comTeknologi yang perlu diperhatikan dalam mengelola pembibitan kambing domba1. Persyaratan Calon Induk harus a., Sehat tidak terlalu gemuk b. Ambing normal dan simetris c. Kaki lurus dan kuat d. Berasal dari keturunan kembang2. Persyaratan Calon pejantan harus a. Sehat dan tidak cacatb. Aktif dan mempunyai sifat nafsu kawin yang besarc. Dada dalam, kaki tegak, lurus dan kuatd. Penampilan gagah dengan tumit yang tinggie. Buah zakar normal berjumlah dua sama besarnya3. Sistem ReproduksiGuna mendapatkan keturunan unggul perlu diperhatikan persyaratan persyaratan berikuta. Dewasa kelamin 6 – 8 bulanb. Dewasa tubuh/siap kawin 10 - 12 bulanc. Lama Kebuntingan sekitar 5 buland. Lama Menyusui sampai menyapih 3 bulane. Periode birahi akan berulang setiap 19 harif. Bobot lahir mencapai 3 - 4 kg/ekorg. Umur sapih 5 – 6 bulan h. Bobot sapih mencapai 13 - 14 kg/ekori. Umur penjualan 12 bulanj. bobot badan penjualan 18 – 20 kg/ekorPersyaratan lain yang juga harus diperhatikan adalah siklus birahi dari kambing domba selama 17 – 21 hari dengan rata rata setiap 19 hari sekali. Lamanya waktu birahi sekitar 24 – 36 jam atau 2 – 3 hari. Waktu yang tepat untuk bisa mendapatkan hasil kebuntingan pada kambing domba bila perkawinan kambing domba dilakukan pada saat birahi dengan tanda tandanya 1) Ternak gelisah dan ribut, 2) Ternak akan menggerak gerakan ekornya, 3) Alat kelamin pada bagian luar bengkak, merah, hangat dan mengeluarkan lender, 4) Nafsu makan berkurang dan 5) Mau saja dikawini pejantan. 4. Pemberian pakanPakan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam usaha pembibitan kambing domba. Pakan yang diberikan harus memebuhi persyaratan kebutuhan gizi pakan ternak yang berguna untuk hidup pkok ternak dan mendukung proses produksi bagi kambing domba. Pakan pokok kambing domba adalah hijauan yang mengadung serat kasar dan sumber protein. Pakan tambahan diperlukan kambing domba untuk melengkapi kebutuhan kandungan gizi pakan. Pemberian pakan tambahan berupa konsentrat dapat diberikan 2 minggu sebelum perkawinan, 2 minggu setelah ternak bunting dan 4 minggu sebelum dan setelah ternak melahirkanPemberian pakan yang harus diperhatikan 1. Pakan hijauan merupakan sumber serat yang dibutuhkan kambing domba berupa rumput lapangan, rumput unggul dan jerami. Sealain hijauan yang mengandung serat kasar juga diperlukan hijauan pakan ternak yang mengandung protein seperti daun lamtoro, glirisidea, kaliandra, daun turi dan jeramikacang kasangan yang terdiri dari jerami kacang tanah, jerami kacang hijau, jerami kacang kedelai.2. Pakan tambahan berupa konsentrat yang mengandung serat kasar dapat diberikan berupa ketela pohon, onggok dan bekatul. Pakan konsentrat yang mengandung protein diantaranya ampas tahu bungkil kedele, bungkil biji kapuk, bungkil kopra dan bungkil sawit.3. Pakan Mineral bersifat untuk menambah nafsu makan ternak dapat diberikan garam dapur yang berupa bata yang dimasukkan dalam bamboo dan digantung dalam kandang, Secara otomatis kambing domba akan menjilai jilat sendiriFormulasi pemberian pakan pada kambing domba harus mengacu pada pedoman berikut 1) Pemberian hijauan 10 % dari bobot badan , 2)Pakan tambahan kering diberikan dengan acuan 1- 2 % dari bobot badan, 3) Pakan tambahan basah diberikan sejumlah 3 – 4 % dari bobot badan. Nani Priwanti Soeharto - PP PPMKP CiawiSumberErnawati dkk, Pembibitan Kambing dan Domba Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah , 2007