Sebagaimana telah dicanangkan oleh Kabinet Kerja, bahwa dalam pembangunan pertanian, Kementrian Pertanian berniat mencapai Swadaya berkelanjutan untuk padi dan jagung serta swasembada kedelai dapat dicapai dalam kurun waktu tiga tahun. Sehingga berbagai upaya dilakukan untuk mencapai produksi dan produktivitas sesuai dengan harapan. untuk komoditas padi Pemerintah mencanangkan produktivitas meningkat rata-rata 0,3 ton/ha gabah kering giling.Untuk mencapai hal tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah pembuktian adanya potensi lahan yang dapat menghasilkan produktivitas tinggi melalui petak percontohan atau Demonstrasi plot pada beberapa lokasi, sehingga petani semakin yakin akan manfaat penerapan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas.Demonstrasi Plot yang merupakan metoda penyuluhan yang berupa petak percontohan budidaya, merupakan gambaran kecil budidaya dengan penerapan teknologi sesuai yang direkomendasikan hasil penelitian dan pengkajian di beberapa lokasi, yang secara nyata hasilnya telah diketahui lebih baik, sehingga diharapkan dapat mendorong percepatan penyerapan dan penerapan teknologi baru yang direkomendasikan oleh pelaku utama.Dalam hal ini, demonstrasi plot atau petak percontohan yang dilaksanakan adalah Penggunaan Varietas Unggul Baru Paktiwi, dengan penerapan teknologi tanam larikan jajar legowo 2:1, yang dilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian Swadaya Desa Tiparkidul, dengan mengambil lokasi di Kelompok Tani Sri Waluyo, Desa Tiparkidul, BP3K Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini berlangsung pada musim tanam April s/d September, dimana tanam dilakukan pada tanggal 10 Juni 2015 dan panen pada 22 September 2015.Dari hasil pengamatan diketahui bahwa jumlah anakan produktif rata-rata sebanyak 17,67 batang tiap rumpun, sedang jumlah gabah mencapai 182,33 butir tiap malai. Berdasarkan hasil timbangan ubinan dengan ukuran 2,5 m X 2,5 m diperoleh hasil untuk petak I 6,84 kg gabah kering panen, petak II 6,02 kg gabah kering panen dan petak III 6,82 kg gabah kering panen, sehingga rata-rata hasil ubinan adalah 6,56 kg gabah kering panen, dengan demikian produktivitas rata-rata tipa hektar mencapai 10,49 ton gabah kering panen atau setara dengan 9,07 ton gabah kering giling.Sementara hasil dari petak pembanding dengan varietas Situ Bagendit dan tanam dengan sistim biasa , diperoleh hasil ubinan petak I 4,78 kg gabah kering panen, petak II 5,23 kg gabah kering panen dan petak III 5,46 kg gabah kering panen, atau rata-rata 5,16 kg gabah kering panen, sehingga rata-rata produktivitas hasil ubinan sebesar 8,56 ton tiap hektar gabah kering panen atau setara dengan 7,14 ton tiap hektar gabah kering giling. Melihat hasil ubinan tersebut, banyak petani terkejut dan merasa heran meski tanpa dukungan curahan air hujan selama pertumbuhan, tanaman padi varietas Paktiwi mampu mengahsilkan produksi yang cukup menggembirakan, semoga kedepan petani semakin menikmati produksi serta produktivitas yang lebih baik............ amin. ( Penulis : SUDIYONO, S.PKP - PP MADYA BP3K KECAMATAN AJIBARANG KAB.BANYUMAS )