Loading...

VARIETAS UNGGUL KEDELE

VARIETAS UNGGUL KEDELE
Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedele, pemerintah mencanangkan kegiatan PATB Kedele di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Purbalingga. Pada tahun 2018 iniupaya khusus penignkatan produksi kedele terus digenjot.Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya produksi kedele adalah varietas. Apabila varietas yang ditanam adalah varietas yang sesuai dengan kondisi nya maka diharapkan produksinya dapat maksimal. Terdapat banyak varietas kedele yang sudah ditemuakan, beberapa varietas yang di tanam di wilayah Kabupaten Purbalingga khusunya Kecamatan Kaligondang adalah varietas grobogan dan varietas anjasmoro. berikut ini adalah beberapa varietas kedele dan 'deskripsinya. A. Varietas Unggul Umur GenjahVarietas kedelai yang berumur genjah (< 80 hari) antara lain : Gepak Ijo (76 hari), Gepak Kuning (73 hari), Grobogan (76 hari), Baluran (80 hari), Argomulyo (80 hari), Leuser (78 hari), dan Malabar (70 hari). B. Varietas Unggul Umur SedangVarietas kedelai umur sedang (81-89 hari) antara lain : Burangrang (82 hari), Sinabung (88 hari), Kaba (85 hari), Tanggamus (88 hari), Sibayak (89 hari), Lawit (84 hari), Menyapa (85 hari), Ijen (83 hri), Panderman (85 hari), dan Rajabasa (85 hari), Gumitir (81 hari), Argopuro (84 hari), Detam-1 (84 hari), Detam-2 (82 hari). C. Varietas Unggul Umur DalamVarietas kedelai umur dalam (90> hari) antara lain : Arjasari (98 hari),Seulawah (93 hari), Merubetiri (95 hari), Anjasmoro (92 hari), Mahameru (94 hari), Nanti (91 hari), Manglayang (92 hari), dan Ratai (90 hari). D. .Varietas Unggul Biji BesarVarietas kedelai biji besar antara lain : Grobogan (18 g/100 biji), Arjasari (19,2 g/100 biji), Argopuro (17,80 g/100 biji), Gumitir (15,75 g/100 biji), Rajabasa (15 g/100 biji), Panderman (18 g/100 biji), Baluran (15 g/100 biji), Anjasmoro (15,3 g/100 biji), Mahameru 16,5 g/100 biji), Burangrang (17 g/100 biji), Detam-1 (14,84 g/100 biji) dan Argomulyo (16,0 g/100 biji). E. Varietas Unggul Biji SedangVarietas kedelai biji sedang antara lain : Detam-2 (13,54 g/100 biji), Ratai (10,5 g/100 biji), Ijen (11,23 g/100 biji), Merubetiri (13 g/100 biji), Lawit (10,5 g/100 biji), Sibayak (12,5 g/100 biji), Nanti (11,5 g/100 biji), Tanggamus (11,0 g/100 biji), Kaba (10,37 g/100 biji), dan Sinabung (10,68 g/100 biji). F. Varietas Unggul Biji KecilVarietas kedelai biji kecil antara lain : Gepak Ijo (6,82 g/100 biji), Gepak Kuning (8,25 g/100 biji), Seulawah (9,5 g/100 biji), dan Menyapa (9,1 g/100 biji). G. Varietas Unggul Untuk Lahan Kering MasamVarietas unggul baru yang adaptif pada lahan kering masam antara lain : 1)Varietas Tanggamus dengan potensi hasil 2,8 t/ha, tahan rebah, dan tidak mudah pecah, 2) Varietas Nanti dengan potensi hasil 2,50 t/ha, tahan rebah, dan tidak mudah pecah, 3) Varietas Ratai dengan potensi hasil 2,70 t/ha, dan agak tahan rebah, 4) Varietas Seulawah dengan potensi hasil 2,50 t/ha dan agak tahan rebah, dan Varietas Rajabasa dengan potensi hasil 3,90 t/ha, tahan rebah, dan adaptif pada lahan kering masam. H. Varietas Unggul Toleran/tahan Terhadap Serangan Hama dan PenyakitVarietas unggul baru yang tahan/toleran terhadap hama : 1) Gepak Ijo tahan terhadap serangan ulat grayak, Aphis sp, dan penggulung daun, dan Phaedonia sp, 2) Gepak Kuning agak tahan terhadap ulat grayak, Aphis sp, penggulung daun, dan Phaedonia sp, 3) Detam-2 agak tahan terhadap pengisap polong, 4) Detam-1 agak tahan terhadap pengisap polong, 5) Argopuro agak tahan terhadap lalat kacang, pengisap polong, ulat grayak, 6) Rajabasa tahan terhadap penyakit karat daun, 7) Ratai agak tahan terhadap penyakit karat daun, 8) Panderman agak tahan terhadap ulat grayak, 9) Ijen agak tahan terhadap ulat grayak, 10) Anjasmoro moderat terhadap karat daun, 11) Mahameru moderat terhadap karat daun, 12) Nanti tahan terhadap penyakit karat, 13) 12)Tanggamus moderat terhadap penyakit karat daun, 14) Kaba agak tahan terhadap karat daun, 15) Sinabung agak tahan terhadap penyakit karat daun, 16) Burangrang toleran terhadap penyakit karat daun, 17) Argomulyo teleran terhadap penyakit karat daun, 18) Pangrango tahan terhadap karat daun.Sumber Pustaka:http://sulsel.litbang.pertanian.go.idDisusun Oleh:MALIKHATUS SANGADAH, S.PPENYULUH PERTANIAN MUDABPP KECAMATAN KALIGONDANG