Gerakan tanam serentak tanggal 13 Desember 2015 yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. perlu diapresiasi setinggi-tingginya oleh para penyuluh pertanian dan babinsa di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengejar target produksi beras hingga Maret 2016. Namun upaya tersebut di Kecamatan Mundu dan Greged Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat yang masuk dalam wilayah BP3K Mundu justru terbentur pada cuaca dan keadaan belum ada hujan dimana Waduk Setupatok yang memiliki fungsi utama mengairi irigasi ke saluran sekunder dan tersier di wilayah Kec.Mundu belum terisi oleh air hujan. Meskipun terdapat mesin pompa ataupun sumur pantek namun keadaan permukaan tanah belum menunjukkan adanya air yang cukup untuk mengolah sawah. Sedangkan di Kecamatan Greged baru dilaksanakan pengolahan tanah dan semai kering. Berdasarkan letak geografisnya Kecamatan Mundu berada di garis pantai laut jawa pada koordinat 1080 135,828 BT / 60 47,032 LS. letaknya dibedakan menjadi dua wilayah, pertama daerah pesisir pantai dengan ketinggian antara 0–5 meter di atas permukaan laut, meliputi empat desa meliputi Desa Mundupesisir, Bandengan, Citemu, dan Waruduwur. Sedangkan yang kedua merupakan wilayah pantai mengarah kearah selatan memiliki ketinggian 5 – 35 meter di atas permukaan laut, terdiri atas delapan desa yaitu Desa Luwung, Desa Mundumesigit, Desa Penpen, Desa Sinarrancang, Desa Setupatok, Desa Banjarwangunan, Desa Pamengkang, dan Desa Suci. Sedangkan topografi daerah Kecamatan Greged umumnya landai sampai berbukit dengan rata-rata ketinggian tanah antara 40 – 350 meter di atas permukaan laut serta tingkat kemiringan 6 – 40 %.Meski belum diadakan kegiatan tanam serentak karena keterbatasan kondisi alam yang ada di wilayah Kec. Mundu dan Gregd, berbagai upaya khusus dilakukan oleh BP3K Mundu melalui koordinasi dengan Kecamatan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta dinas terkait sehingga dilaksanakan sosialisasi percepatan tanam MT.2015/2016.