Loading...

WAKIL GUBERNUR SULAWESI TENGAH MEMBUKA RAKOR SINKRONISASI PROGRAM 2016 BAKORLUH P2K

WAKIL GUBERNUR SULAWESI TENGAH MEMBUKA  RAKOR SINKRONISASI PROGRAM 2016 BAKORLUH P2K
Dalam rangka mensukseskan program Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALA) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang telah ditandatangani Pakta Integritasnya pada bulan Januari 2015 lalu di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, maka semua pihak yang terlibat didalamnya mulai unsur Pemerintah Daerah, TNI (Babinsa) harus sama-sama berperan aktif dalam mendukung program tersebut sehingga swasembada pangan dapat direalisasikan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H. Sudarto, SH, M.Hum ketika membuka Rapat Koordinasi/Sinkronisasi Program 2016 Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah tanggal 23 Februari 2015 bertempat di UPT Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sidera, Kab. Sigi. Mendampingi Wagub Sulteng, Kepala Sekretariat BAKORLUH P2K Prov. Sulteng Ir. H. Rusdi Bachtiar Rioeh, Spi, MPM, MM serta diikuti oleh Pejabat Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Kota se Sulawesi Tengah, Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional BAKORLUH P2K Sulteng. Danrem 132/Tdl Kol. Inf Ilyas Alamsyah yang hadir sebagai narasumber dalam Rakor dimaksud menyampaikan bahwa peran Babinsa dalam melakukan pendampingan dan pengawalan sebagai upaya mendukung program peningkatan produksi PAJALA melakukan beberapa strategi yaitu pengelolaan Sumberdaya Manusia, pengawasan dalam distribusi pupuk dan bibit, peningkatan pola pengolahan lahan dan pola tanam pertanian, pendampingan dalam penggunaan Alsintan, pengawalan dalam pemasaran hasil pertanian. Dan untuk meningkatkan kapasitas BABINSA dalam menjalankan perannya, maka para BABINSA dibekali pengetahuan dasar pertanian yang diselenggarakan oleh TNI. Sedangkan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP Ir. H. Fathan A. Rasyid, M.Ag yang juga merupakan penanggungjawab wilayah Sulteng mengemukakan bahwa pangan merupakan urusan wajib dan konkuren yang artinya harus ditangani secara bersama oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan swasembada pangan ditargetkan pada tahun 2015-2017 dengan indikator tidak ada impor dan peningkatan ekspor. Lanjut disampaikan, identifikasi permasalahan kunci terdiri atas 5 hal yaitu irigasi, pupuk, benih/bibit, alsintan serta penyuluhan. Sehingga diharapkan semua unsur yang ada bekerja optimal untuk mencapai target swasembada pangan. Narasumber lain dalam rakor tersebut, yaitu pejabat PUSLUH Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan RI, Kepala Dinas Pertanian Sulteng, BAPPEDA Sulteng, Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan Sulteng yang masing-masing mengemukakan tentang program strategis tahun 2016. Dari pertemuan tersebut diharapkan terbangun koordinasi terpadu antar anggota tim dalam meningkatkan produksi Pajala guna mewujudkan target swasembada tahun 2017, mensinkronkan program-program agar saling bersinergi serta meningkatkan pendampingan dan supervisi penyuluh terhadap petani sehingga tercapai sejumlah solusi atau rekomendasi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi.