Kalimat tersebut diungkapkan walikota Palangka Raya Dr. HM. Riban Satia ketika memberikan pengarahan kepada penyuluh se-kota Palangka Raya beberapa waktu lalu. Maklum, pertemuan dengan penyuluh selama periode pertama kepemimpinannya tidak pernah dihadiri karena alasan kesibukan. "Dengan perasaan sangat menyesal saya minta maaf kepada para penyuluh karena baru sekarang ada kesempatan untuk bertatap muka" katanya seraya menambahkan bahwa pada periode pertama kepemimpinannya, pertemuan dengan penyuluh selalu dilimpahkan kepada wakil dan para asistennya. Oleh karena itu lanjutnya dalam kesempatan ini dirinya berjanji akan terus memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh para penyuluh dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian di kota ini. Dalam pertemuan tersebut dirinya meminta para penyuluh untuk membantu pemerintah kota dalam menyusun strategi pembangunan pertanian dalam arti luas. "Selama ini ketergantungan akan komoditi pertanian, seperti bawang merah dan daging sapi hampir semuanya didatangkan dari luar Kalimantan Tengah, sedangkan daerah kita mempunyai lahan yang luas,mengapa tidak bisa dimanfaatkan?" bahkan katanya ikan air tawar pun masih didatangkan dari luar, katanya dengan nada heran. Karena itu imbuhnya dia meminta kepada para penyuluh untuk bersama-sama bekerja keras untuk memikirkan persoalan tersebut. Rencana yang akan dilakukan dalam dua (2) tahun terakhir kepemimpiannya antara lain menyiapkan lahan untuk pengembangan bawang merah seluas 10 sampai 30 Ha, sedangkan untuk ternak sapi perlu perencanaan matang dan melibatkan beberapa instansi di lingkungan pemerintah kota. Namun demikian sambungnya bahwa untuk tahap awal,untuk pengembangan peternakan sapi dia mengaku sudah menyiapkan lahan seluas 1000 Ha yang berlokasi di kelurahan Kanarakan Kota Palangka Raya, sedangkan untuk pengembangan perikanan Beliau (Walikota) berharap agar dapat memanfaatkan beberapa danau yang sangat luas yang belum dioptimalkan pemanfaatannya. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pelaksanan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan ( DP4KP ) Kota Palangka Raya Ikhwansyah, S.Sos.,M.AP menyambut baik niat walikota yang akan melibatkan penyuluh dalam penyusunan strategi pembangunan pertanian. "Langkah Bapak Walikota untuk melibatkan penyuluh dalam penyusunan strategi pembangunan pertanian perlu diapresiasi dan didukung", katanya dengan nada penuh harap. Pernyataan tersebut didukung oleh Kabid Penyelenggaraan, Kelembagaan Penyuluhan dan SDM DP4KP Ir.Narie.Dia berharap bahwa harapan walikota perlu didukung oleh semua penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di kota ini. Terkait maksud walikota untuk melibatkan penyuluh pertanian, dalam program pengembangan budidaya bawang merah di Kota Palangka Raya mendapat respon dan dukungan positif dari Koordinator Penyuluh Pertanian Kota Almansyah, SP. Karena sesungguhnya proses edukasi teknologi budidaya bawang merah bagi petani disini sudah dilakoni oleh para penyuluh bekerjasama dengan peneliti dari BPTP Kalteng sejak tahun 2011 dengan menerapkan metode kajiterap, demplot dan penangkar benih, dengan produksi yang cukup membanggakan mencapai 8-12 ton/ha. Sehingga kedepannya, jika kegiatan tersebut melibatkan kelembagaan penyuluhan baik BPP, Penyuluh, Poktan dan Gapoktan serta stakeholder lainnya secara terintegrasi, maka Kota Palangka Raya diharapkan bisa menjadi Sentra Agribisnis Bawang merah di Kalimantan Tengah. Sedangkan untuk mewujudkan program tersebut, diharapkan Pemerintah Kota bisa memberikan dukungan pendanaan untuk biaya operasional penyelenggaraan penyuluhan seperti tertuang dalam pengajuan proposal yang sedang dibahas saat ini bersama Bapak Walikota, sehingga dengan tersedianya bantuan biaya penyelenggaraan penyuluhan dimaksud, maka proses edukasi percontohan dan aplikasi agribisnis bawang merah bagi poktan dan gapoktan diadakan melalui metode Demfarm, Demarea, Demunit sehingga Kota Palangka Raya bisa menjadi sentral agribisnis bawang merah di Kalimantan Tengah. Sebagai langkah awal, penyuluh diminta membuat proposal untuk kegiatan tersebut.Penyusunan proposal dilakukan oleh penyuluh sesuai dengan jurusan masing-masing.Selanjutnya akan diadakan pemaparan proposal dalam pertemuan dengan instansi terkait sampai benar-benar sempurna.Ke depan, mudah-mudahan harapan pemimpin kota ini dapat diwujudkan dengan kerja keras penyuluh dan pihak yang terlibat serta bukan hanya sekedar pepesan kosong belaka. (Syamsurizal.M,S.Pt / Penyuluh Pertanian Muda)