Tidak punya lahan, tapi ingin tanam jeruk? Tabulampot solusinya, karena jeruk merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dapat dibudidayakan secara tabulampot sehingga keterbatasan lahan bukan menjadi masalah lagi untuk yang ingin bertanam. Ingin tahu cara bertanam jeruk tabulampot ? Yuk.. kita simak dibawah ini: Bahan dan peralatan yang diperlukan Benih jeruk umur 1 tahun, 2 tahun Pot semen/drum berdiameter 35-50 cm atau planter bag diameter 45/50/60 cm Tanah humus/ pasir endapan sungai Pupuk kandang kambing/sapi Sekam /daun-daun kering yang telah dihancurkan Pupuk majemuk NPK (16-16-16), Urea, KNO3, MKP, Boron Pestisida Pecahan genting Gunting tanaman, sekop kecil, cangkul, gembor, jet sprayer (2 liter) Cara Penanaman Menyiapkan media tanam. Campurkan tanah humus/pasir endapan sungai, pupuk kandang, sekam/daun-daun kering dengan perbandingan 2:1:1 atau dapat pula menggunakan campuran tanah, pasir, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 2:2:1:1. Media tanam untuk tabulampot harus gembur dan porus supaya bisa menuntaskan air dengan baik. Menutup lubang pot/drum dengan pecahan genting secukupnya supaya media tanam tidak terbuang keluar saat dilakukan penyiraman. Mengisi pot dengan media tanam sampai terisi duapertiga bagian pot menggunakan sekop kecil. Menanam benih kedalam pot, kemudian diisi media tanam sampai penuh. Menyiram benih yang telah ditanam hingga semua media tanam cukup basah dengan menggunakan gembor Pemeliharaan Penyiraman pada musim kemarau dilakukan setiap dua sampai tiga kali sehari disesuaikan dengan kondisi kelembaban media tanam. Jangan menyiram terlalu becek karena bila ini terjadi dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan akar menjadi busuk dan berakibat daunnya menguning. Pemupukan dilakukan secara rutin 1 bulan sekali menggunakan campuran 15-25 gram pupuk NPK (16-16-16) dengan 25 gram urea, kemudian disiram secukupnya. Pengendalian hama-penyakit dilakukan saat tanaman sedang tumbuh tunas baru utamanya untuk mencegah serangan hama kutu daun (Aphids), Thrips (Scirtothrips citri) dan ulat peliang daun dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Alfametrin/Imidaklopritdengan takaran 0,5 – 1 ml/liter air disemprotkan menggunakan sprayer/jetspray secara merata setiap tiga hari sekali selama sepuluh hari. Perlu diperhatikan bahwa sebagian besar hama pengganggu datang saat tumbuh tunas baru dan saat bunga mekar sampai buah menjelang tua. Pemangkasan dilakukan terhadap: setiap tunas yang tumbuh pada batang bawah, tunas air, tunas yang tumbuh pada ujung cabang yang tumbuh terlalu banyak dan disisakan tiga tunas yang terbaik Aplikasi KNO3 dan MKP. Pemberian dilakukan pada minggu ke 1,2,3 sebelum pemangkasan, dosis pupuk masing-masing 5 gr/tanaman. Pemberian pupuk dengan cara dikocor atau ditabur pada media tanam di sekitar batang tanaman. Fungsi Pupuk KNO3 putih di antaranya adalah, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit jamur patogen (misalnya penyakit layu), merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, meningkatkan rasa asli, unsur kalium dapat mencegah kerontokan bunga dan buah. MKP merupakan singkatan dari mono kalium phosphate. Pupuk ini mengandung 52 persen fosfat dan 34 persen kalium. Fosfat berfungsi merangsang pembungaan serta kalium menguatkan tanaman dan buah. Pada intinya, pupuk MKP berfungsi merangsang pertumbuhan akar dan pembungaan serta mencegah kerontokan bunga dan buah. Aplikasi Boron. Aplikasikan 2 minggu setelah berbunga, dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai 1 bulan sebelum buah masak dengan dosis pupuk boron 5 gr/tanaman, dengan cara dikocor atau ditabur di pangkal tanaman. Memacu Pembungaan Tabulampot jeruk umur 1,5-2 tahun yang pertumbuhannya normal sudah mampu untuk berbuah, akan tetapi karena asupan nutrisinya tercukupi terus menerus maka secara alami enggan untuk berbuah. Kondisi sebaliknya pada musim kemarau tanaman dalam pot sering terjadi kekeringan kadang sampai daunnya layu, maka penyiraman yang dilakukan akan memacu pertumbuhan tunas baru yang akan diikuti munculnya bunga. Kondisi kekurangan (stress) air inilah selanjutnya kita terapkan setiap kali kita merencanakan pembungaan tanaman jeruk dalam pot Umur tabulampot minimal 1-2 tahun yang sedang dorman Dibiarkan tidak disiram selama 3-5 hari, sampai daunnya layu semi permanen. Bila pada musim hujan “stress air” dilakukan dengan cara menyungkup pot dengan plastik, setelah daunnya layu semi permanen sungkup plastik dilepas dan dilakukan penyiraman. Berilah 40-50 gram pupuk NPK (16-16-16) dicampur urea 25 gram untuk ukuran pot berdiameter 45-50 cm, kemudian disiram air sampai cukup lembab. Lakukan penyiraman secara rutin sampai tumbuh tunas dan berbunga Penggantian Media Tumbuh Tanaman jeruk dalam pot media tanamnya terbatas sehingga pada waktu tertentu (1-2 tahun) cadangan makanannya tersedia akan habis sehingga pertumbuhannya terhenti dan media tanamnya penuh oleh perakaran tanaman, sehingga harus dilakukan penambahan/penggantian media tumbuh. Cara penggantian media tanam: Tanaman dikeluarkan dari pot Lakukan pemotongan akar sepanjang ± 3-5 cm melingkar dari tepi perakaran Masukkan media tumbuh yang baru ke dalam pot Memasukkan kembali tanaman ke dalam pot dan ditambahkan media tumbuh secukupnya Berikan pupuk NPK (16-16-16) 40-50 gram + 15-25 gram Urea, taburkan secara merata dan siramlah sampai cukup basah/lembab Nah… mudah bukan? Yuk… hijaukan halaman rumahmu dengan jeruk tabulampot. Selamat mencoba… Penulis: Kartika Mayasari (BSIP Jakarta/BPTP Jakarta) Sumber: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Balitbangtan