Loading...

Teknologi Produksi Benih Kedelai

	Teknologi Produksi Benih Kedelai
Dalam produksi benih kedelai banyak hal yang harus diperhatikan mulai dari pra panen sampai pasca panen. Disamping itu harus memenuhi prinsip 6 tepat, yaitu tepat waktu, tempat, jenis, jumlah, harga dan mutu.Penyiapan LahanPada lahan sawah ringan, setelah panen padi tidak perlu dilakukan pengolahan tanah. Pada lahan tegalan dengan kemiringan lebih besar 3%, dilakukan pengolahan tanah secara dangkal dan dibuat sengkedan, sedangkan pada lahan datar, pengolahan tanah dilakukan hingga gembur dan bersih dari gulmaIsolasiUntuk menghindari kemungkinan terjadinya penyerbukan silang dengan varitas lain, maka perlu dilakukan isolasi waktu (perbedaan waktu tanam) dan isolasi jarak, dapat berupa tanah kosong atau pertanaman jenis lain. Isolasi jarak minimal 8 meter.Penyiapan benihSyarat benih: a) Murni dan diketahui nama varietasnya, b) Daya tumbuh tinggi (minimal 80%) serta vigornya baik, c) Biji sehat, bernas, mengkilat, tidak keriput dan dipanen dari tanaman yang telah matang, tidak terinfeksi cendawan, bakteri atau virus, d) Bersih, tidak tercampur biji tanaman lain atau biji rerumputan. PenanamanJarak tanam terbaik pada musim penghujan (MP) 45 x 20 cm2 dan musim kemarau (MK) 40 x 15 cm2, dengan jumlah benih 2 – 3 butir per lubang. Benih ditanam menggunakan tugal sedalam 3 – 5 cm, dilakukan ± 3 hari setelah panen padi sawah pada MK II atau di tegal pada awal MP.PemeliharaanPenyulaman, dilakukan sampai umur 4 (empat) hari setelah tanam.PenyianganPenyiangan I dilakukan 10 s/d 15 hari setelah tanam, dan penyiangan II dilakukan 30 hari setelah tanam atau tanaman sebelum berbunga. Pada waktu tanaman sedang berbunga tidak boleh dilakukan penyiangan, sebab hal tersebut akan merontokkan bunga.PengairanPengairan diperlukan bila kondisi tanah sudah mulai kering. Fase pertumbuhan yang sangat peka terhadap kekurangan air yaitu fase vegetatif (umur 15-21 hari), saat berbunga (25-35 hari) dan saat pengisian polong (umur 55-70 hari). Pada fase-fase tersebut tanaman harus cukup air. Bila keadaan air berlebihan, maka harus dibuatkan drainase.Untuk mempermudah pengairan dan pengeringan, di sawah dibuat saluran keliling dan di tengah petakan (ukuran 30 x 20 cm). Saluran dibuat pada saat akan panen padi atau secepatnya sesudah panen padi, jerami dihamparkan sebagai mulsa.Seleksi (Rouging)Untuk menjaga kemurnian benih perlu dilakukan seleksi sebanyak 3 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 2 minggu, pada awal berbunga dan pada saat tanaman menjelang panen. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi yaitu warna hipokotil, warna bunga, warna dan bentuk daun, warna batang, bentuk percabangan, bulu pada batang, daun, polong, waktu berbunga dan warna polongPemupukanPemupukan diberikan pada saat tanam atau pada saat umur 10 (sepuluh) hari sesudah tanam dengan dosis: pupuk urea 50 kg, pupuk TSP 100 – 150 kg, pupuk KCL 50 kgPemeriksaan lapanganMengingat munculnya penyimpangan morfologi tanaman tidak bersamaan, maka pemeriksaan lapangan dilakukan minimal 3 kali1. Pemeriksaan lapangan pendahuluan, dilakukan sebelum pengolahan tanah, dilanjutkan pada saat sebelum tanam.2. Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan pada fase vegetatif/12 hst. Diberi kesempatan mengulang satu kali.3. Pemeriksaan lapangan kedua dilakukan pada fase berbunga, diberi kesempatan mengulang satu kali4. Pemeriksaan lapangan ketiga dilakukan pada fase masak. Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)Pengendalian OPT pada tanaman kedelai dilaksanakan sedapat mungkin menggunakan teknik budidaya seperti penggunaan varietas tahan, sanitasi (membersihkan lahan dan sekitarnya), pemberian mulsa, pergiliran tanaman dan tanam serempak.Hama yang umumnya menyerang tanaman kedelai adalah lalat bibit/lalat kacang, penghisap daun, penghisap polong, penggerek polong dan penggerek biji. Penyakit yang umumnya menyerang tanaman kedelai adalah penyakit virus, penyakit sapu setan, penyakit karat daun.Panen.Saat panen harus tepat (cukup tua) yaitu mendapati matang fisiologi, dipanen pagi hari, cuaca cerah, dan cara memanen dengan memotong pangkal batang.Perlakuan Pasca PanenPengeringan brangkasanKedelai disusun tegak, dijemur 2-3 hari kemudian dihamparkan sampai kering hingga kadar air 14-17%. Pembijian dilakukan dengan alat perontok/ thresher sampai biji terpisah dari polongnya. Penggunaan mesin perontokBrangkasan yang telah kering dengan kadar air biji 14 – 17 % secepatnya dirontokkan dengan thresher. dengan kecepatan silinder mesin 350 – 400 RPM. Selanjutnya biji ditampi, digrider diseleksi atas dasar ukuran biji, warna kulit, keutuhan biji, besar biji, kemudian dijemur sampai kadar air 8 – 11%. Pengeringan harus dilakukan secepatnya untuk mempertahankan daya tumbuh. Cara menjemur calon benih di atas lantai beralas terpal atau karung plastik, dengan ketebalan tumpukan biji calon benih 3-5 cm Pengepakan/pengantongan1. Untuk keperluan dalam waktu dekat disortasi dijemur sampai kadar air 10-11%, diuji, dimasukkan kantong plastik.2. Untuk keperluan jangka waktu 6 bulan disortasi, dijemur lagi sampai kadar air 8-9% diuji, dimasukkan kantong plastik ukuran 0,10 mm, simpan di tempat aman.3. Untuk keperluan jangka panjang/lebih dari 8 bulan disortasi, dijemur sampai kadar air 8-9%, diuji dimasukkan kantong plastik atau kantong plastik yang bagian dalam dilapisi kertas semen 1 (satu) lembar, disimpan di tempat yang aman. Penyimpanan. Benih yang sudah dikemas dapat disimpan di dalam ruangan beralas kayu atau pada rak-rak kayu agar kemasan tidak bersinggungan langsung dengan lantai/tanah. Benih dalam penyimpanan harus terhindar dari serangan tikus atau hewan pengganggu lain yang dapat merusak kemasan. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan).Sumber:1. Teknologi Produksi Benih Kedelai. Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dinas Pertanian. UPT Pengembangan Benih Palawija.2. https://padipalawija.wordpress.com/budi-daya/teknik-produksi-benih-kedele-bermutu/3. http://semiliranginsore.blogspot.com/2012/07/produksi-benih-kedele.html