Loading...

POTENSI GULMA SEBAGAI PESTISIDA NABATI

POTENSI GULMA SEBAGAI PESTISIDA  NABATI
Ketika bertani, petani banyak sekali mendapat gangguan, baik dari hama, penyakit hingga gulma. Gulma bisa menjadi ancaman karena selain kompetisi unsur hara dari dalam tanah, gulma juga bisa jadi rumah sekunder beberapa jenis hama. Namun ironisnya, beberapa dari jenis tanaman yang biasa dianggap gulma malah bisa membasmi hama. Rumput babadotan (Ageratum conyzoides Linn.) sering kali dianggap gulma, namun ternyata rumput gulma satu ini bisa dijadikan bahan untuk membuat pestisida nabati. Metabolit sekunder yang terkandung dalam babadotan adalah saponin, flavanoid, polifenol, kumarine, eugenol 5%, hidrogen sianida (HCN), dan minyak atsiri. Babadotan sebagai pestisida nabati dilaporkan khusus untuk serangga hama, bioaktif yang terkandung didalamnya bersifat menolak (repellent) dan menghambat perkembangan serangga. Daun babadotan dapat berfungsi sebagai repellent (penolak) pada serangga karena memiliki aroma menyengat dan kandungan minyak atsiri yang berguna untuk menggempur hama.Cara kerja bebandotan sebagai Pestisida NabatiSenyawa Precocene I dan II dikenal sebagai senyawa anti hormon juvenil, yaitu hormon yang diperlukan serangga selama metamorfosis dan reproduksi. Precocene akan menjadi reaktif dan menyebabkan terjadinya alkilasi protein dan kematian sel.Sel-sel yang mengalami kematian pertama adalah sel kelenjar corpora allata yang menghasilkan hormon juvenil. Pemberian senyawa Precocene akan menyebabkan titer hormon juvenil sehingga menyebabkan terjadinya metamorfosis dini, dewasa steril, diapause, dan terganggunya produksi feromon pada serangga hama. Pestisida nabati ini bekerja sebagai racun kontak dan racun perut.Cara membuat Pestisida Nabati dari Gulma bebandotan Khusus babadotan, bagian tumbuhan yang diekstrak adalah daun.Bahan:½ kg daun babadotan.1 liter air.1 gram deterjen.Cara pembuatan:Daun babadotan dirajang (dicincang) terlebih dahulu. Hasil rajangan kemudian direndam dalam 1 liter air, kemudian dibiarkan selama 24 jam. Hasil rendaman kemudian disaring. Selanjutnya ditambahkan deterjen, lalu diaduk hingga rata.Cara penggunaan: Pengaplikasian pestisida dapat dilakukan dengan penyemprotan menggunakan alat semprot (sprayer) ke seluruh bagian tanaman yang terserang atau belum terserang, pada pagi dan sore hari.Sasaran: Sasaran pestisida nabati dari daun babadotan seperti Oncopeltus fasciatus(kepik), Aphids (kutu daun), Bombix mori (ngengat), Heliothis armigera (ulat), H. Talaca yang biasa ditemukan pada tanaman budi daya seperti padi, kacang, jagung atau tanaman hortikultura lainnya. Beberapa gulma tersebut seperti daun siam (Chromolaena odorata L.), ciplukan, ajeran, dan kipahit. Bagian-bagian tertentu pada tumbuhan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.Tumbuh-tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder ini dapat diekstrak secara tunggal atau dibuat campuran. Gulma ajeran sasarannya adalah untuk hama seperti kutu daun, ulat tanah dan tungau. OPT sasaran untuk gulma siam adalah kutu daun, ulat daun kubis, keong. Sedangkan gulma kipahit dapat mengendalikan Spodoptera exigua, Liriomyza sp.,Alternaria sp., dan karat daun. Masing-masing jenis gulma tersebut memiliki efek yang berbeda-beda dan mempunyai organisme target yang berbeda pula.Sehingga dalam aplikasinya, pemilihan jenis gulma yang akan digunakan harus memperhatikan jenis organisme pengganggu tanaman yang akan menjadi target, sehingga dapat memberikan hasil seperti yang diinginkan.Menurut Prof. Dadang, pakar pestisida nabati IPB menyatakan penelitian dan pengembangan pestisida nabati di Indonesia masih sangat terbuka seiring dengan kebutuhan masyarakat akan produk pertanian yang sehat (bebas residu pestisida sintetik). Jika tidak dapat menggantikan peran pestisida sintetik sepenuhnya, paling tidak pestisida nabati dapat berperan mengurangi penggunaan pestisida sintetik dan menjadi alternatif dalam pengendalian hama di Indonesia.Referensi : http://8villages.com/full/petani/article/id/5a33c63fb4cf55bb30d13599Disusun oleh : Bambang Prayitno (THL- TB_BPP Kartoharjo, Magetan)