" ULAT GRAYAK (ULAT TENTARA ) MUSUH PETANI JAGUNG "
Ulat grayak merupakan hama invasif. Hama ulat grayak menyerang tanaman jagung mulai dari umur 7 hari setelah tanam hingga usia panen. ada dua jenis ulat grayak yang menyerang tanaman jagung, masing-masing dengan nama ilmiah Spodeptera Frugiperda dan Spodotera Litura. Keduanya sama-sama sangat berbahaya, karena menyerangnya merata, mulai daun hingga ke pangkalnya. Wabah ulat grayak ini mulai masuk ke Indonesia pada awal 2019 ini kini mulai meluas dan menyerang di berbagai daerah. Tak terkecuali di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau wabah ulat grayak ini atau yang sering di sebut ulat tentara ini sudah semakin meresahkan, akhir 2019 lalu ulkat tentara ini diketahui sudah banyak menyerang tanaman jagung di beberapa desa di kecamatan Pinggir, walau belum ada mengakibatkan gagal panen akan tetapi membuat para petani menjadi kewalahan dalam mengatasinya, karena ulat tentara ini cukup cepat berkembangbiak,dia akan bertelur pada bagian pucuk tanaman jagung dan ketiak daun, ketika telur tadi menjadi ulat maka dengan cepatnya akan memakan bagian daun dan pangkal. Pada awal tahun 2020 kemarin di kecamatan Pinggir di beberapa desa telah mendapatkan bantuan benih jagung hibrida kurang lebih 100 ha dengan umur tanamnya cukup bervariasi. Dan hampir disemua desa terdapat serangan ulat tentara ini tadi akan tetapi penangan yang tepat sangat di perlukan agar tidak mengakibatkan gagal panen untuk petani jagung. Oleh karena itu ada beberapa tips untuk menanggulanginya: Rotasi tanaman untuk memutus daur hidup hama, di usahakan melakukan jadwal tanam serentak Pengolahan tanah yang baik (selama 1 bulan) untuk mengangkat kepompong hama dari dalam tanah agar mati terjemur oleh sinar matahari Pemasangan perangkap berferomon, feromon Exi sebanyak 20 buah per hektar Penyemprotan insektisida jika kerusakan daun telah mencapai 5% Penyemprotan insektisida jika populasi kelompok telur telah mencapai 1 kelompok atau 10 tanaman Penyemprotan insektisida jika tangkapan ngengat oleh Feromon Exi telah mencapai 30 ngengat/ 3 malam. Diharapkan dengan melakukan penanganan yang tepat akan dapat memutus rantai serangan ulat grayak tersebut serta mampu meningkatkan produksi tanaman jagung pada petani. Penulis : LIDIA BANGUN, SP