admin_sunapit,kampung kayuara"Sekarang saya malas menyadap karet, karena pendapatan sangat sedikit," kata pak ujang , petani karet di kampung kayuara, Kecamatan Sungai apit, saat berkumpul bersama puluhan penyadap karet dikedai kopi setempat, siang itu. luasnya kebun karet kampung kayuara 850 Ha,merupakan tanaman karet yang sudah tua,perlunya reflenting dengan tanaman karet unggul.,yang dapat meningkatkan hasil produksi tanaman karet mereka, masyarakat di kampung kayuara Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak untuk melakukan budidaya tanaman karet unggul dapat semakin meningkat.karena tanaman karet yang sudah ada merupakan tanaman tua yang perlu di reflenting atau penanaman kembali. Penggagas reflenting kelompok tani tersebut yang juga Ketua Kelompok tani Karet , ujang, mengatakan semangat masyarakat untuk membudidayakan tanaman karet unggul mulai menggeliat sejak para petani melakukan kunjungan ke perusahaan perkebunan karet. "Di sana kami belajar banyak, dari pembibitan karet,dan cara budidaya hingga proses penyadapan kater," tutur Ketua kelompok tani. ujang menyebutkan, sejak saat itu kelompok tani bersama PPL,mengusulkan kedinas,membuat usulan proposal bantuan bibit karet unggul. Dalam setiap pertemuan dengan kelompok tani dan PPL,ujang tak bosan-bosan mengingatkan ke anggota kelompok bahwa usaha berkebun karet merupakan investasi jangka panjang. Karena mulai dari penanaman, hingga pohon mulai bisa disadap memerlukan waktu sekitar 4,5 sampai 5 tahun. "Tapi begitu pohon karet sudah bisa disadap, 4 sampai 5 pohon bisa menghasilkan 1 kilogram getah karet. Sementara dengan pola sadap tradisional 1 kilogram getah baru bisa didapat dari 20 sampai 25 pohon," katanya. Menurut ujang, dengan budidaya tanaman karet unggul , para petani bisa meraup penjualan sebesar di atas Rp 5-7 juta dari pohon karet seluas 1 hektar. Hal itu dengan perhitungan bahwa harga getah per kilogramnya seharga Rp 5 ribu.admin_sunapit.