Di Musim penghujan begini alpukat di kecamatan wonosalam umumnya sedang dalam masa panen. Biasanya berbarengan juga dengan panen durian. Pohon alpokat banyak dibudidayakan di kebun petani karena iklim dan topografinya cocok untuk tanaman ini. Alpokat lokal wonosalam rasanya Manis, tekstur liat dan lengket dengan warna daging buah kuning seperti mentega. Secara umum jika dibedakan dari warna kulitnya ada dua macam yakni hijau dan ungu. Sayangnya, budidaya tanaman alpokat secara intensifi belum banyak dilakukan. Petani pada umumnya hanya memiliki tidak lebih dari Lima batang pohon dikebunnya. Itupun hanya beberapa saja yang membudidayakannya karena pohonnya sangat besar dan rimbun yang terkadang dianggap menganggu tanaman palawija dibawahnya. Kebanyakan pohon alpokat tersebut sudah berusia dewasa dan menghasilkan buah dalam jumlah besar. Menikmati alpokat yang benar adalah dengan mengupas kulit luarnya. Bukan dengan cara membelah Dan mengerok daging buah seperti yang kebanyakan dilakukan orang. Karena seperti halnya pada buah apel. Kandungan vitamin Dan manfaat dari alpukat paling banyak berada di bagian terluarnya. Harga jual alpokat ditingkat petani berkisar Rp. 6.000,00 sedangkan dijual oleh pedagang me konsumen berkisar Rp. 10.000,00.Untuk alpokat dengan grade A, satukilonya berisi sekitar 4- 5 biji saja. Jika dibudidayakan dengan baik, alpokat bisa menjadi salah satu komoditas unggulan Wonosalam karena hasilnya cukup menguntungkan bagi petani Dan perawatannya tidak terlalu sulit.Harapan kami, semoga kedepannya budidaya buah alpokat bisa diangkat dan dipopulerkan kembali untuk memenuhi pangsa pasar buah lokal. Penulis : Wenny Rosalina A, S.TP (THL TBPP BPP Wonosalam)