Loading...

"PEMANFAATAN BAMBU UNTUK KERANGKA BANGUNAN RUMAH KEBUN BIBIT KWT MUTIARA DESA DWIKORA"

"PEMANFAATAN BAMBU UNTUK KERANGKA BANGUNAN RUMAH KEBUN BIBIT KWT MUTIARA DESA DWIKORA"
PEMANFAATAN BAMBU UNTUK KERANGKA BANGUNAN “RUMAH” KEBUN BIBIT KWT MUTIARA DESA DWIKORA KWT Mutiara merupakan salah satu kelompok yang berdomisili di WKPP Desa Dwikora Kecamatan Bukitkemuning yang mendapat bantuan program pengembangan kebun bibit untuk ditanam di lahan pekarangan anggotanya. Kebun bibit yang dibuat berukuran 4 x 5 m berupa “rumah” menggunakan waring sebagai dinding dan atap/penutupnya sehingga keberlangsungan fotosintesis tanaman yang berada di dalamnya tetap bisa berlangsung dan menghindari serangan organisme pengganggu baik hama maupun penyakit tanaman. Supaya ‘rumah” kebun bibit ini bisa tegak dan atapnya bisa dihamparkan tentunya perlu tiang dan alang yang cukup kuat dan kokoh. Karena bambu banyak tumbuh di Desa Dwikora, KWT Mutiara dibimbing oleh PPL memutuskan untuk memanfaatkannya sebagai tiang dan alang “rumah” kebun bibit ini. Langkah pertama; menghitung kebutuhan jenis dan jumlah batang bambu yang diperlukan untuk bahan tiang dan alang; jenis bambu yang digunakan adalah bambu “dabuk” sedangkan jumlah batang bambunya untuk ukuran “rumah” kebun bibit 4 x 5 m dengan tinggi bangunan 2,5 m diperlukan setidaknya 9 tiang ukuran 3 m dan 3 alang ukuran 4 m serta 3 alang ukuran 5 m. Untuk memperkuat atap diperlukan lagi 2 alang ukuran 4 m dan 2 alang ukuran 5 m.1 batang bambu yang sudah tua memiliki ukuran panjang 5—8 m, dengan demikian diperlukan setidaknya 10 batang bambu. Langkah kedua; menebang bambu dari rumpunnya, bersihkan daun-daunnya menggunakan golok/pisau yang tajam. Langkah ketiga; potong bambu sesuai dengan ukuran dan peruntukannya yaitu untuk tiang dan alang, menggunakan gergaji yang tajam. Langkah keempat untuk bambu yang akan dijadikan tiang; bagian bawah diruncingkan menggunakan golok/pisau yang tajam untuk memudahkan penancapan, bagian atas dibuat cembung menggunakan golok/pisau yang tajam untuk memudahkan meletakkan alang diatasnya. Langkah kelima untuk bambu yang akan dijadikan alang; belah bambu menjadi dua bagian menggunakan golok/pisau yang tajam. Langkah keenam; pemasangan tiang, untuk bagian panjang 4 m tancapkan masing-masing 1 buah tiang bambu berjarak 2 m, untuk bagian lebar 5 m tancapkan masing-masing 1 buah tiang bambu berjarak 2,5 m. Sesuaikan kedalamannya sampai diperoleh ukuran bagian yang tegak setinggi 2,5 m. Langkah ketujuh; pemasangan alang, letakkan alang yang berukuran 4 m tepat diatas bagian tiang yang ditancapkan di bagian panjang 4m, ikat kuat menggunakan tali rafia atau tali bekas kardus. Lalu letakkan alang yang berukuran 5 m tepat diatas bagian tiang yang ditancapkan di bagian panjang 5 m diatas alang 4 m yang sudah terpasang sebelumnya, ikat yang kuat. Setelah selesai, rangka bangunan “rumah” kebun bibit ini siap digunakan, pasang waring yang telah disiapkan sebelumnya, dahulukan pemasangan bagian atap dilanjutkan dengan pemasangan waring bagian dinding. Bangunan “rumah” kebun bibit dengan memanfaatkan bambu untuk alang dan tiangnya siap digunakan (Sayidil Amin, S.P. PPL BPP Bukitkemuning)