Loading...

“PEMANFAATAN LIMBAH DIAPERS SEBAGAI MEDIA TANAM”

“PEMANFAATAN LIMBAH DIAPERS SEBAGAI MEDIA TANAM”
“PEMANFAATAN LIMBAH DIAPERS SEBAGAI MEDIA TANAM” Sampah diapers, atau lebih disebut pampers, jumlahnya sangat melimpah. Hampir setiap bayi di Indonesia memakai diapers setiap hari sampai umur sekitar 3 tahunan. Diampers memiliki sifat yang unik, yaitu bisa menyerap air dan menyimpan air sampai beberapa ratus kali massanya. Bahkan saat ini tidak hanya bayi saja yang memakai diapers, tetapi juga orang-orang dewasa dan lanjut usia. Limbah diapers merupakan salah satu sampah yang sulit sekali terdegradasi, karena membutuhkan waktu sekitar 200 – 500 tahun untuk dapat terdegradasi secara sempurna. Padahal diapers hanya dipakai sekitar 2 – 3 jam atau paling lama 8 jam. Sayangnya seringkali sampah diapers tersebut dibuang ke sungai karena adanya mitos, jika diapers dibuang ke tempat pembuangan akhir, kemudian dibakar, maka akan menyebabkan kulit bayi suluden. Padahal, suluden merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh bakteri.Untuk itu, sebagai salah satu solusi dalam mengurangi limbah diapers adalah dengan memanfaatkan limbah diapers itu sendiri sebagai media tanam. Bahan – bahan yang diperlukan :- Diapers bekas- Larutan EM4- Alat semprot- Sarung tangan- Wadah bertutup- Tanah/ sekam bakarPertama keluarkan isi gel dalam diapers, tampung dalam wadah, semprot gel dengan EM4, taruh dalam wadah tertutup selama 7 hari. Setelah 7 hari campur dengan media tanam lain (tanah/ sekam bakar) kemudian siap digunakan sebagai media tanam. Sumber: https://isroi.com/2015/02/22/memanfaatkan-sampah-diaperspampers-untuk-media-tanam/. Diakses tanggal 06 Oktober 2018https://www.kaskus.co.id/thread/528b39d438cb174005000000/recycle-diapers-untuk-tanaman---popok-bayi-sekali-pakai-adalah-teror/. Diakses tanggal 06 Oktober 2018