Loading...

Memilih Pupuk Organik Cair (POC)

 Memilih Pupuk Organik Cair (POC)
Telah banyak beredar di kios maupun toko-toko pertanian bahkan mungkin di kelompok-kelompoktani berbagai merk pupuk organik, baik padat maupun cair.Pupuk organik tidak hanya di produksi oleh perusahaan besar yang profesional, tetapi tidak sedikit pupuk organik yang diproduksi oleh perorangan (home industri) yang sudah terdaftar dan diakui oleh kementerian Pertanian. Tetapi kita harus waspada mungkin masih banyak sekali pupuk organik yang abal-abal (belum ada ijin dari Kementrian Pertanian) tetapi sudah beredar di pasaran bahkan di tingkat petani. Kita sebagai pengguna harus pintar-pintar memilih pupuk yang akan kita gunakan, karena akan berpengaruh pada produktivitas, mutu hasil tanaman yang kita usahakan, dan keberadaan tanah maupun lingkungan dalam menjalankan keberlanjutan usahatani.Idealnya sebelum kita membeli sebuah pupuk organik cair kita harus mencobanya terlebih dahulu, setelah kita yakin pupuk tersebut bagus bagi tanaman baru kita akan membelinya. Tetapi tidak semua produsen pupuk organik cair akan memberikan sample pupuknya untuk kita coba. Untuk menyikapi hal semacam ini maka kita perlu mengetahui komponen atau kandungan pupuk organik cair tersebut.Berbicara tentang pupuk organik cair pasti tidak akan terlepas dari komponen yang dikandungnya. Tips dalam memilih pupuk Organik Cair yang terbaik, terutama dari segi kandungannya. Untuk mengetahui kandungan sebuah Pupuk organik cair yang lebih akurat bisa dilihat dari uji lab pupuk organik tersebut (bukan hanya dari kemasan atau label bungkusnya saja).Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih pupuk organik cair yang baik sebelum kita mencobanya adalah :1. Pupuk organik cair yang baik pasti akan mengandung agensia hayati (mikroorganisme) yang menguntungkan tanaman terutama agensia hayati pengikat Nitrogen dan pengurai Phospat dan Kalium2. Pupuk organik cair yang baik pasti akan mengandung unsur hara makro terutama NPK, karena ketiga unsur tersebut merupakan unsur hara yang wajib ada dan dibutuhkan tanaman cukup banyak.3. Selain mengandung unsur hara makro pupuk organik yang bagus pasti akan mengandung unsur hara mikro, karena unsur hara mikro sangat diperlukan tanaman walaupun walaupun jumlahnya sedikit4. Pupuk organik cair yang baik biasanya juga mengandung hormon atau ZPT.5. Pupuk organik cair yang bagus pasti akan mencantumkan kandungan C organiknya6. Pupuk organik cair yang baik akan mencantumkan tingkat keasamannya (pH nya).7. Pupuk organik cair yang baik akan mencantumkan ijin resmi dari kementrian pertanian, biasanya akan tercantum dalam kemasannya (merupakan nomor ijin dari surat yang dikeluarkan kementrian pertanian )8. Pupuk organik cair yang baik bagi petani akan memiliki harga jual yang realistis Mungkin sampai saat ini belum ada satu produk POC yang terbaik. Ada alternatif lain yaitu berupa pupuk bioorganik cair merk tertentu hasil uji laboratorium swasta bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dengan kriteria sbb :1. Nomor pendaftaran : L ../ ORGANIK/ PPI/ ../ ….2. Pupuk bioorganik menggunakan teknologi yang maju dalam bidang teknologi pertaniannya).3. Di produksi oleh perusahaan multinasional yang telah go publik dengan produk yang telah teruji di berbagai negara.4. Kandungan Unsur hara makro yang maksimal untuk pupuk organik : N Total 5,09 %, P2O5 4,30 %, K2O 5,46 %5. Kandungan Unsur hara mikro yang tepat : Fe 410 ppm, Mn 737 ppm, Cu 440 ppm, Zn 354 ppm, B 260 ppm, Co 12 ppm, Mo 3 ppm,6. Mengandung hormon pertumbuhan7. Kandungan C Organik : 28,53 %8. Pupuk organik cair memiliki pH 4,559. Yang sangat penting pupuk organik cair juga menandung berbagai mikroorganisme (agensia hayati) yang sangat menguntungkan tanaman Azospirillium sp 8,0 x 10? CFU/ gr, Azotobacter sp 9,6 x 10? CFU/ gr, Pseudomonas sp 5,9 x 10? CFU/ gr, Bacillus sp 2,8 x 10? CFU/ gr,Aspergillus sp 2,2 x 10? propagul/ gr.Karena mengandung berbagai macam mikroorganisme (bakteri dan jamur) menguntungkan tersebut maka POC ini disebut sebagai "pupuk bioorganik". Fungsi dari beberapa mikroorganisme tersebut diatas bagi tanaman, adalah :• Azospirillium sp berfungsi sebagai mikroba penambat N non-simbiotik, menghasilkan hormon IAA (Indole Acetid Acid), melarutkan fosfat, mikro-aerobik yang hidup bebas atau asosiasi dengan akar tanaman.• Azotobacter sp berfungsi sebagai Mikroba penambat N non-simbiotik, menghasilkan enzim Nitrogenase, menghasilkan hormon tumbuh, dapat digunakan untuk semua jenis tanaman, aerobik, hidup di dalam tanah, air dan permukaan daun• Pseudomonas sp berfungsi untuk memproduksi antibiotik pelindung penyakit, menjadi pesaing patogen penyebab penyakit dalam mendapatkan makanan disekitar perakaran, merangsang pembentukan hormon atau ZPT Auksin, Sitokinin dan Giberellin, menghambat produksi etylen, meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur Fe dan S, meningkatkan ketersediaan unsur Mn, P dan K.• Bacillus sp bermanfaat pada tanaman sebagai Pelarut Fosfat (P) dan Kalium (K), Mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+, Medegradasi residu kimia dalam tanah, Memproduksi enzim.• Aspergillus sp bermanfaat untuk Berperan melarutkan Fosfat, Pendegradasi bahan organik, Menguraikan lignin dan selulosa, Anti hama dan penyakit hayati. Ruslia Atmaja ppmkp-bppsdmp (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Sumber : www.Gerbangpertanian.com 2014