Peningkatan kesadaran masyarakat akan pangan yang bergizi dan produk hewan yang Aman Sehat Utuh dan Halal perlu digalakkan terus untuk meningkatkan kualitas hidup Hal ini sesuai dengan hak-hak konsumen yang berkaitan dengan keamanan pangan yang dilindungi melalui UU no 7/1996 tentang pangan dan UU no 8/1999 tentang perlindungan konsumen. Diperlukan jaminan ketersediaan produk pangan yang halal dan hygienis serta memenuhi persyaratan ASUH. Mengingat pemalsuan dan penyimpangan bahan pangan , berakibat pada penurunan kualitas ( perubahan warna, bau dan citarasa )serta gangguan kesehatan konsumen . Dalam memenuhi produk asal hewan yang ASUH perlu memperhatikan : 1) cara memilih produk pangan; 2) cara menangani bahan pangan; 3) cara mengemas bahan pangan; 4) cara menyimpan bahan pangan/produk pangan baik pangan segar (daging, susu, telur, ikan ) maupun pangan olahan (susu bubuk,susu pasteurisasi, susu UHT, yoghurt, kefir, keju, mentega) Tips belanja/ memilih produk pangan : 1)Belanja produk pangan hewani sebaiknya dilakukan pada akhir belanja; 2) Jangan belanja bahan pangan berlabel " simpan pada suhu dingin" tetapi dijajakan pada suhu kamar; 3) Jangan belanja produk bahan pangan dengan kemasan rusak, perhatikan tanggal kadulawarsa; 4) jangan membeli produk makanan (daging) kaleng jika kalengnya kembung atau rusak; 5) Bahan pangan mentah ( daging segar, jeroan) dan produk olahan daging harus dikemas /dibungkus secara terpisah dengan baik dan tersimpan dingin; 6) daging beku disimpan pada suhu dibawah - 18ºC dan harus dikemas baik. Tips menangani bahan pangan : 1) Cucilah tangan sebelum menangani , mempersiapkan, mengolah/ memasak makanan; 2) Gunakan pakaian yang bersih (pakaian, celemek) untuk menghindari pencemaran kepada bahan makanan; 3) Tutuplah luka pada tangan dengan plester yang kedap air; 4) Hindari bersin dan batuk langsung di depan makanan; 5) Usahakan ruang tempat mengolah makanan (dapur) bebas dari insekta dan rodensia (lalat, kecoa, tikus); 6) Gunakan peralatan yang bersih ( telah dibersihkan) untuk menyimpan, mempersiapkan, mengolah dan memasak makanan; 7) cucilah alat (pisau, talenan, wadah) dengan baik setelah digunakan oleh daging, dan telur untuk mencegah pencemaran pada bahan makanan lain; 8) perendaman air/ bumbu bahan mentah (daging) sebaiknya dilakukan di dalam lemari pendingin;9) jangan cicipi makanan mentah. Tips mengemas bahan pangan : 1) bahan pengemas disimpan di tempat yang bersih dan kering; 2) Lindungi dari cemaran; 3) Wadah bekas tidak dipakai ulang untuk makanan; 4) Pengemasan dilakukan secara aseptis (bebas dari infeksi) Tips menyimpan bahan pangan : 1) Hindari cemaran, lindungi wabah; 2) Pemeriksaan laboratorium secara berkala terhadap produk yang disimpan dalam waktu lama; 3) produk dikeluarkan berdasarkan sistim FFO (First In First Out) Bagaimana menyimpan produk pangan segar daging ?- Daging yang akan disimpan dalam beberapa hari, suhu penyimpanan harus di bawah 4º C, bila disimpan lebih lama lagi suhu penyimpanannya – 18 ºC sampai -23ºC. Daya tahan daging sapi jika disimpan di Refrigerator tahan 3 – 7 hari, di freezer 3 – 6 bulan, daging giling 2 hari (refrigerator), 3-4 bulan (freezer), daging ayam 2 hari ( refrigerator), 6 bulan (freezer), jeroan di refrigerator tahan 2 hari, di freezer 4 bulan ( usus - Daging yang akan disimpan,dicuci dahulu dan dimasukkan dalam kantung plastic, kemudian disimpan dalam kondisi beku- Bahan makanan beku (frozen food) sebaiknya dicairkan dalam kulkas/ refrigerator, pada suhu air mengalir ( t ? 21ºC) , dimasak langsung di microwave, Tidak disarankan mencairkan daging dengan air panas atau hangat. Bagaimana menyimpan telur segar ?- Simpan telur di dalam lemari es, sebaiknya telur sudah dalam keadaan bersih ( dicuci dengan menggunakan air hangat). Letakkan bagian ujung tumpul disebelah atas, agar kuning telur tetap terjaga ditempatnya, dan jauh dari ruang udara.- Kelembaban lingkungan sekitar 75-90 %. Bila kelembaban terlalu rendah - Suhu telur sangat mempengaruhi kecepatan perubahan kualitas telur. Telur yang disimpan pada suhu 38ºC akan terjadi perubahan mutu dalam 3 hari , tetapi bila disimpan pada suhu 16ºC perubahan yang sama terjadi dalam 3 minggu.- Sanitasi lingkungan penyimpanan yang baik dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Bagaimana menyimpan susu segar ?- Susu yang baru diperah (baru keluar dari ambing sapi dan kambing) suhunya berkisar 37º C dan umumnya susu segar dari ternak perah yang sehat praktis bebas dari bacteria, namun harus segera dihindari dari kontaminasi.- Lakukan pendinginan susu segera dengan suhu sekitar 4ºC ( chilling) dengan di simpan dalam kulkas untuk menghambat aktivitas dan perkembangbiakan mikroba yang terdapat dalam susu dan supaya tidak mudah basi/ rusak dan menjaga keaslian dan aroma susu.- Susu segar UHT (Ultra High Temperature) berdaya simpan lebih lama hingga 3 bulan ( jika kemasan belum dibuka), jika kemasan sudah dibuka berdaya simpan dalam kulkas hanya 1-2 hari. Cara menyimpan produk pangan olahan ( daging olahan, olahan susu)1. Daging olahan ( dendeng, daging asap, abon, salami, sosis, bakso, nugget, kornet)Chicken nugget bila disimpan dalam freezer bisa tahan sekitar 1-3 bulan. Sedangkan sosis, ham dan hot dog disimpan pada freezer dapat bertahan 1-2 bulanAyam goreng beku bisa bertahan hingga 4 bulan. Bila disimpan dalam refrigerator/ kulkas, makanan beku hanya tahan 1-2 hari. Oleh karena itu makanan beku harus disimpan pada suhu beku di freezer, kecuali bila akan segera dikonsumsi.2. Olahan Susu ( es krim, keju, mentega, kefir, yoghurt, susu bubuk, susu pasteurisasi dan susu UHT)a. Es krim, disimpan dengan kemasan utuh dalam freezer ( - 18º C), tahan selama 2 bulan.b. Susu bubuk, di simpan di tempat yang sejuk dan kering. Tidak boleh panas dan tidak boleh terlalu dingin atau lembab. Jangan biarkan susu terbuka cukup lama segera ditutup supaya tidak ada uap air dari udara, yang dapat menyebabkan susu bubuk menjadi lembab sehingga mudah ditumbuhi bakteri. Untuk jenis susu bubuk whey, segera dipindahkan ke wadah sehingga bertahan lama dalam penyimpanan. Untuk susu bubuk kaleng disarankan mengkonsumsinya paling lama sebulan sejak kaleng di buka. Susu formula tidak bisa disimpan dalam freezer, karena dapat merubah komposisi yang dikandungnya.c. Susu pasteurisasi ( susu yang dipanaskan pada suhu 63 – 72 ºC selama 15 detik), disimpan pada suhu 5-6ºC , memiliki umur simpan sekitar 14 hari. Penyimpanan dilakukan dengan cara pembekuan pada suhu – 0,3ºC dengan dimasukkan dalam freezer. Suhu pasteurisasi sebaiknya disimpan hanya sampai 6 hari, karena pada penyimpanan 8 hari, presentase keasaman susu sudah tinggi.d. Susu UHT (susu yang dipanaskan dengan suhu tinggi 135 -145ºC selama 2-5 detik dan dikemas dalam kemasan kedap udara). Susu UHT dapat tahan lama apabila disimpan dalam suhu ruang tanpa penambahan pengawet. Susu UHT yang sudah dibuka, hendaknya disimpan dalam kulkas dan tidak boleh disimpan lebih dari 4 hari.e. Yoghurt, dianjurkan untuk disimpan pada suhu 4-6ºC, bisa disimpan selama 35-40 hari.f. Mentega, disimpan pada refrigerator (o,5ºC),tahan selama 2 minggu. Pada suhu -18ºC, mentega tahan selama 6-9 bulan.g. Keju, keju keras tahan selama 3-6 minggu pada suhu refrigerator dan 1-2 bulan pada freezer. Sedangkan keju lunak tahan selama 10-30 hari pada refrigerator. Penyunting : Asia (Penyuluh BPPSDMP)Sumber informasi : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.