Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN KEDELAI

 PANEN DAN PASCA PANEN KEDELAI
Kedelai [Glycine Max] merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan diIndonesia meskipun sampai sekarang Indonesia belum mampu berswasembada kedelai. Hal ini dikarenakan tingkat konsumsi yang tinggi dan tingkat produksi yang rendah. Wonosegoro adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Boyolali yang mempunyai area tanam dan panen yang cukup luas. Biasanya petani dikecamatan wonosegoro melakukan penanaman kedelai dibulan Mei-Juni dikarenakan dibulan-bulan tersebut untuk tanah sawah tadah hujan tidak memungkinkan untuk ditanami padi lagi, sehingga petani lebih memilih menanam kedelai dibanding dengan komoditas yang lainnya.Salah satu factor penting yang menentukan produktifitas kedelai yaitu penananganan panen dan pasca panen . Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain saat dan umur panen, penjemuran, pembijian ,dan penyimpanan. Ciri dan umur panen kedelai umumnya dilakukan apabila daun sudah menguning tetapi bukan karena terkena serangan hama/penyakit, lalu daunnya gugur ,buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan. Biasanya kedelai siap panen 75-110 hari tergantung varietas dan kondisi lingkungan, karena kedelai wonosegoro untuk konsumsi bukan untuk pembenihan cukup 75-100 hari saja. Cara panen yang biasa dilakukan masyarakat wonosegoro ada dua yaitu dengan cara di panen dan di potongg. Cara Panen dengan cara dicabut yaitu sebelum tanaman dicabut keadaan tanah harus diperhatikan terlebih dahulu, untuk tanah ringan berpasir pencabutan akan lebih mudah akan tetapi untuk tanah yang berat /liat kalau diperlukan pengairan terlebih dahulu. Panen dengan cara dipotong biasanyan menggunakan sabit yang tajam sehingga mempermudah pemanenan dan mengurangi resiko guncangan akibat alat yang kurang tajam, dengan minimnya goncangan resiko kehilangan hasil bisa lebih diminimalisir. Panen dengan cara dipotong bisa menyuburkan tanah karena bintil-bintil akar yang mengandung nitrogen tidak ikut tercabut alias tertinggal dilahan sehingga untuk tanaman berikutnya bisa menghemat pupuk yang mengandung unsur nitrogen, walaupun kadang petani sering berdalih bahwa panen dengan cara dipotong lebih beresiko karena tunggul bekas tanaman kedelai bisa mengenai kaki petani. Pasca panen yang umum dilakukan petani kedelai di Wonosegoro meliputi : 1. Pengeringan, Setelah pemungutan dilahan selesai biasanya langsung dijemur,ada 2 cara penjemuran yang umum dilakukan petani adalah dijemur brangkasan tanpa daun dan dijemur polong basah berkulit. 2. Penyimpanan dan Pengemasann. Didaerah wonosegoro umumnya penyimpanan dalam bentuk wose kering dan dalam bentuk brangkasan tanpa daun yang sudah kering kemudian ditumpuk beralaskan terpal. (Suwarno, PPL Kec. Wonosegoro) sumber : wawancara petani