Loading...

PENYAKIT BISUL BAKTERI PADA KEDELAI

 PENYAKIT BISUL BAKTERI PADA KEDELAI
Kedelai adalah salah satu komoditi pangan utama setelah padi dan jagung. Kedelai merupakan bahan pangan sumber protein nabati utama bagi masyarakat. Komoditas kedelai menjadi salah satu target dalam pencapaian swasembada pangan. Produksi kedelai hingga kini masih belum dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tingkat ketergantungan pada impor masih sangat tinggi. Sementara konsumsi kedelai semakin meningkat. Peningkatan produksi kedelai salah satunya terkendala produktivitasnya yang sulit naik. Upaya terus dilakukan demi mencapai peningkatan produktivitas kedelai. Pertumbuhan tanaman kedelai yang optimal tidak akan mempunyai produktivitas yang baik bila hama dan penyakit tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai adalah penyakit pustul bakteri. Penyakit pustul bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. Glycines. Xanthomonas axonopodis pv. Glycines (Xag) disamping menyerang daun kedelai, juga merupakan patogen terbawa benih. Penyebaran patogen ini sebagian besar melalui benih tanaman yang terinfeksi, air dan angin. Suhu tinggi dan kelembaban disertai dengan hujan deras sporadis mendukung perkembangannya. Penyakit ini diperkirakan terdapat di seluruh wilayah penanaman kedelai di dunia terutama yang beriklim hangat dan lembab. Penyakit ini penting selain karena sebaran geografinya, juga karena banyakya galur yang masing-masing menunjukkan genotipe dan virulensi yang berbeda sehingga pengendalian dengan varietas tahan dengan daya tahan vertikal sulit dilakukan..Morfologi bakteri ini berbentuk batang dengan flagellum polar, bersifat aerobic dengan ukuran 0.4-0.9 x 0.6-2.6 µm . Membentuk kapsula, tidak menghasilkan spora. Biakan yang dihasilkan memiliki warna putih kekuningan, berbentuk bundar, permukaan tepi halus serta berlendir. Hampir semuanya monotrichus, bersifat gram negative yaitu bakteri yang tidak dapat diberi warna atau menyerap warna oleh pewarna crystal violet (pewarna gram), menyebabkan nekrose (kematian jaringan setempat) pada tumbuhan monokotil dan dikotil.Bakteri Xag hidup dengan cara mempertahankan diri pada sisa-sisa tanaman sakit dan pada biji. Bakteri Xag bertahan pada rhizofer tanaman lain, antara lain gandum. Infeksi pada tanaman terjadi melalui mulut kulit dan hidatoda (pori air), bakteri selanjutnya berkembang dalam ruang antarsel. Selain itu, infeksi dapat terjadi melalui luka-luka. Pemencaran bakteri dipengaruhi terutama oleh percikan yang ditimbulkan oleh air hujan, terutama jika hujan disertai dengan angin keras. Selain itu dapat terjadi karena adanya singgungan antar daun, dan arena bersentuhan dengan alat-alat pertanian yang terkontaminasi pada saat daun dalam keadaan basah Identifikasi dan deteksi secara visual bakteri ini pada benih sulit dilakukan karena benih yang terinfeksi bakteri tidak menunjukkan gejala yang khas. Gejala penyakit dapat terlihat pada tanaman dewasa. Namun hal tersebut terkadang mengalami kendala. Pada identifikasi penyakit pustul bakteri kedelai di lapangan sulit membedakan antara gejala penyakit ini dan penyakit hawar daun bakteri, serta karat daun cendawan, terutama pada fase awal perkembangan penyakit. Perbedaan yang menonjol dibanding penyakit daun lainnya adalah pada penyakit bisul daun, tidak terdapat lubang yang mengeluarkan spora seperti yang terjadi pada gejala penyakit karat daun. Pada gejala penyakit bisul, terdapat satu celah yang melewati pusat bercak. Gejala yang terlihat pada tanaman yang terjangkit pustul bakteri adalah terdapat titik kecil, hijau kebasahan seperti terpercik air panas dengan bagian tengah agak menojol ke permukaan daun. Titik ini berkembang menjadi bercak kecil dengan bagian tengah nya terdapat tonjolan (pustul) yang berwarna pucat. Daun yang terinfeksi berat akan menguning dan gugur. Bahkan pada tanaman yang rentan,infeksi yang berat dapat mengakibatkan defoliasi total. Upaya pengendalian penyakit pustul bakteri yang telah dianjurkan antara lain penggunaan varietas tahan. Ketahanan yang dimaksud dapat memiliki dua bentuk. Suatu tanaman mungkin saja tahan terhadap infeksi dari suatu penyakit atau pathogen. Dapat pula tanaman yang tahan dapat mengalami atau kena infeksi, namun tanaman tersebut dapat mengatasi aktivitas dari patogennya, sehingga patogen tersebut tidak dapat membiak atau berkembang dengan bebas, dan tidak menyebabkan kerusakan yang berat atau yang menyebabkan kerugian yang berarti.Langkah lainnya melakukan bakterisida, pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya, tidak menanam saat musim hujan , memusnahkan sisa tanaman sakit. penggunaan benih sehat, penambahan bahan organik. Pada beberapa penelitian, pengendalian bakteri pustul dapat dilakukan dengan pengaplikasian agen biokontrol. Namun hal ini masih jarang dilakukan. Dari beberapa penelitian menyatakan aplikasi Pseudomonas fluorescens dapat menekan intensitas penyakit pustul bakteri sebesar 15%. Selain itu, Bacillus amyloliquefaciens KPS46dalam menekan keparahan penyakit pustul. Bakteri endofit seperti Pseudomonas dan Bacillus maupun Azospirillum, dilaporkan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, menguraikan dinding sel patogen, dan menghambat pertumbuhan patogen dengan menghasilkan senyawa antimikroba seperti siderofor. Bakteri ini juga dapat menghasilkan hormon pertumbuhan seperti IAA {Indole Acetic Acid) dan menyediakan nutrisi tertentu bagi tanaman. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM) Sumber : 1. Diana, Afrika. 2011. [Skripsi] INDUKSI KETAHANAN TANAMAN KEDELAI MENGGUNAKAN ISOLAT BAKTERI ENDOFIT INDIGENUS UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI (Xanthomonas axonopodis pv. glycines) (repository.unand.ac.id, diakses 22 Mei 2016)2. Nur'ainun. 2010. PENGENDALIAN HAYATI DAN PENGELOLAAN HABITAT MORFOLOGI, FISIOLOGI Xhantomonas axonopodis glycine dan Rhizobakteria (ainunnst.blogspot.co.id, diakses 26 Mei 2016)3. Widjayanti, Tita dkk. 2012. Jurnal Fitopatologi Indonesia : Pemanfaatan Mulsa Jerami dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria untuk Menekan Penyakit Pustul Bakteri pada Tanaman Kedelai (journal.ipb.ac.id/, diakses 26 Mei 2016))