[JAKARTA] Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penyuluh dan petani merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian. Sebagai garda terdepan penyuluh dan petani harus memastikan, pangan tidak bersoal. Karena kita harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” ujar Menteri Syahrul. Sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan bagi 273 juta jiwa, itu bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat dan pemberi solusi untuk petani, manfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi, karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa, tambah Mentan SYL. Pada arahan Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan volume 38, Selasa (26/09/2023) yang bertemakan BINAS MAS (Pembinaan Prima Ekonomi Masyarakat Produktif), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertaninan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Negara kita adalah negara agraris seluruh persyaratan agraris lengkap di negara kita, persyaratan pertanian yang pertama tentu saja adalah sinar matahari, didalam satu tahun kita bisa bertanam terus karena sinar matahari kita lengkap suhu rata rata 20-30°C suhu yang baik untuk fotosintesis, persyaratan yang lain nya adalah air di indonesia berlimpah dibandingkan negara yang berada di timur Tengah. Sebagian besar masyarakat indonesia adalah petani, ekonomi masyarakat berarti kita harus berbicara ekonomi pertanian, pemberdayaan masyarakat berarti pemberdayaan petani, pemberdayaan ekonomi masyarakat berarti pemberdayaan petani, berbicara mengenai pertanian sesungguhnya yang harus kita bangun adalah pertanian yaitu agribisnis karena yang dapat memberikan duit yang banyak adalah agribisnis”. jelas Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kita harus genjot produktifitas dan produksi tanaman, petani juga harus bekerja sama dengan para petani lainnya. Jadi pemberdayaan ekonomi masyarakat berarti ekonomi pertanian untuk para petani kita. Terus beraktifitas, terus produktifitas dan terus menggenjot ekonomi para petani kita. Sementara itu narasumber Ngobras, Tri Handayani yang merupakan Penyuluh Pertanian Kota Palembang pada paparan materinya menjelaskan bagaimana kelompok tani binaannya dapat berhasil. Mengapa harus ada pembinaan prima yang melatar belakangi ada pada UU no 16 tahun 2006, bahwa penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha dimana mampu menolong dan mengorganisasikan tentang beberapa hal yaitu tentang informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya”. jelas Tri Handayani. Selanjutnya Tri Handayani menjelaskan apa saja langkah strategis Binas Mas Di Gapoktan Usaha Bersama yaitu sosialisasi program uap, study banding, kursus kilat tentang simpan pinjam, struktur organisasi dan SDM nya, untuk menjadi anggota Gapoktan harus ada administrasi pembukuan, aturan dan norma, juga adanya pertemuan rutin serta sistem simpan pinjam. Saat ini peningkatan aset gapoktan dari 100 juta menjadi Rp 950.256.191, sedangkan penambahan kelompok dari 8 menjadi 12 dan anggota dari 80 menjadi 226 orang. Adapun langkah strategis Binas Emas di UPH KWT Gemilang diantaranya sosialisasi program pengelolaan hasil, menyamakan persepsi dan komitmen, seleksi alam SDM untuk kelompok tani sejati".imbuh Tri Handayani.hvy