Loading...

20 ORANG ANGGOTA KELOMPOKTANI CIKANDUNG GEDE DESA MEKAR WARU KECAMATAN GANTAR KABUPATEN INDRAMAYU MENGIKUTI BIMBINGAN TEKNIS

20 ORANG ANGGOTA KELOMPOKTANI CIKANDUNG GEDE  DESA MEKAR WARU KECAMATAN GANTAR KABUPATEN INDRAMAYU MENGIKUTI BIMBINGAN TEKNIS
Kementerian Pertanian sejak beberapa tahun yang lalu mengupayakan swa sembada daging dengan Program SIWAB (Sapi Induk Betina Wajib Bunting) nya. Dalam manajemen pemeliharaan ternak, pakan merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pemeliharaan ternak. Pakan untuk ternak banyak ragamnya ada yang berbentuk konsentrat,namun tidak sedikit pula pakan hijauan. Jumlah pakan hijauan ini sangat tersedia di alam baik jenis maupun ragamnya. Jenis Hiajauan Pakan Tambahan (HPT) adalah rumbut sumber serat dan Leguminosae / kacang-kacangan. Kecamatan Gantar merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Indramayu yang potensial ternak besar seperti sapi dan kambing. Mengingat Potensi ternak sapi yang cukup besar itu, maka pada tanggal 15 Mei 2017 dilakukan Bimbingan Teknis (Bintek) Budidaya Indigofera di Kelompoktani Cikandung Gede Desa Mekar Waru. Hadir pada bintek tersebut Kepala Seksi pada Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Kepala Bidang Penyuluhan dan Sarana pada Dinas Pertenakan Kabupaten Indramayu dan Dr. Iwan Prihantono dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai narasumber.Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Ir. Sutanto menjelaskan bahwa pada tahun 2017 bidang perkebunan mendapatkan alokasi kegiatan untuk percontohan tanaman indigofera. Setelah melakukan survey ke beberapa lokasi terpilih lah lokasi di Kelompoktani Cikandung Gede ini. Semoga dengan tambahan ilmu yang akan diberikan dari narasumber yang khusus didatangkan dari IPB ini mampu membuka pengetahuan para peternak khususnya dalam hijauan pakan tambahan. Selain itu mengharapkan keseriusan peternak dalam mengikuti bintek dan terutama dalam pelaksanaan percontohan nanti. Semoga dengan keseriusan para peternak percontohan indigofera ini dapat berhasil dengan baik.Sementara Kepala Bidang Penyuluhan dan Sarana pada Dinas Pertenakan Kabupaten Indramayu, Ir. Nandang Hidayat menginformasikan bahwa banyak jenis hijauan yang berguna untuk pakan ternak. Namun kita harus dapat memilihnya, jangan ternak kita diberikan rumput terus padahal nutrisi yang ada di rumput sangat sedikit, kasian ternak kita. Ternak juga sama dengan manusia butuh protein, kalori dan vitamin juga. Nah sekarang ada tanaman yang nutrinya lebih baik dari pada rumput biasa. Pemberian pakan yang terjamin akan memberikan pertanaman yang baik pada ternak kita. Sapa yang tidak ingin ternak kita sehat dan mampu berkembang biak dengan baik pula, makanya para peternak harus memperhatikan materi yang akan disampaikan oleh nara sumber nanti. Ini pengetahuan untuk kita semua dan hasilnya yang menikmati adalah bapak-bapak juga.Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gantar Dedi Setiadi, SPKP menambahkan bahwa di Kecamatan Gantar sedang dilakukan pembibitan tanaman indigofera yakni di lahan Bapak Aneng. Umur persemaiannya sampai saat ini kurang lebih 3 minggu. Jadi dengan adanya bintek tanaman indigofera sangat tepat, semoga saja ke depan tanaman ini mampu meningkatkan perkembangan ternak dan kesejahteraan para peternak.Dr. Iwan Prihantono dari IPB menginformasikan bahwa hijauan makanan tambahan sangat banyak di alam bebas mulai rumput sampai kacang-kacangan. Namun para peternak harus jeli memilih dan memilah hijauan mana yang mempunyai kandungan nutrisi banyak. Pertanaman hijauan semakin besar semakin dewasa kuantitas semakin banyak namun kualitas semakin menurun. Saat ini ada tanaman indigofera yang merupakan hijauan makanan dengan kandungan nutrisi yang cukup banyak. Tanaman Indigofera mempunyai banyak keuntungan antara lain : berkualitas tinggi, cadangan pakan hijauan, mengisi areal kosong menjadi produktif dan mengurangi erosi. Kandungan nutrisi Indigofera diantaranya : water content 10 – 12 %, crude protein 27 – 30%, crude fiber 13 – 14 %, NDF 46 – 61 %, ADF 21- 39 %, TDN 75 – 78 %, protein digestibility 86,32 %.Penanaman Indigofera hampir sama dengan menanam tanaman lain yaitu : mulai dari persiapan persemaian, pengolahan tanah, tanam dan pemeliharaan baik penyulaman, pemupukan maupun pengendalian hama penyakit serta panen.Untuk persemaian buat bedengan tanah dengan ukuran 1 x 3 m, dengan benih sebanyak 0,5 kg. Setelah benih tumbuh pindahkan ke polibag dan pelihara sampai tanaman berukuran 40- 50 cm. Pengolahan tanah dilakukan dengan membuat bedengan ukuran 1m dengan panjang sesuai panjang petakan sampai tanah tersebut bersih dari gulma dan gembur. Jarak tanam tergantung berapa lama masa panen, bila panen setiap bulan jarak tanam semakin lebar 1 m x1m. Apalagi kalau mau dijadikan untutk benih, maka jarak tanamnya 1 m x 3 m. Tanaman indigofera dipanen daunnya, maka oleh karena nya pertanaman tanaman indigofera harus seperti tanaman teh. Penyulaman tanaman dilakukan bila terdapat tanaman yang mati dengan mengganti dengan tanaman yang baru 15 sampai 30 hari setelah tanam. Penyulaman dapat pula dilakukan setelah tanaman panen antara1, 2 dan 3 kali panen. Karena tanaman indigofera dipanen daunnya dan dibentuk seperti tanaman teh, maka perlu pemangkasan setinggi 1 meter.Pemupukan pertama dengan pupuk kandang, pupuk anorganik (TSP dan KCl. Pemupukan sebaiknya dilakukan minimal 2 kali setahun, yaitu setiap 4-6 bulan sekali. Sedangkan jenis dan dosis pemupukan tergantung kepada tingkat kesuburan tanah. Selain pupuk terebut dapat pula ditambahkan pupuk tambahan seperti pupuk yang diperkaya dengan mineral NH4, K, Mg, Fe, Cu, P, Zn, Mn, Mo, Bo. Waktu pemanenan dilakukan pada waktu terbaik yaitu pada akhir pertanaman vegetatif untuk panen pertama, setelah itu di panen setiap 2 bulan. Pada saat itu, kandungan hijauan nutrien mencapai tingkat tertinggi.Tinggi pemotongan tergantung tinggi rendahnya pemotongan. Tinggi pemotongan Indigofera kira-kira 100 cm di atas permukaan tanah. Produksi hijauan indigofera antara 5- 10 ton basah per hektar per tahun. Apabila daunnya dikeringkan akan diperoleh 30 % dari daun basah keseluruhan. Harga daun kering indigofera saat ini berkisar antara Rp.15.000,-sampai Rp. 20.000 per kilogramnya.Dengan adanya bintek indigofera ini dan stimulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan para peternak dapat menerapkannya, sehingga tidak mencari rumput ke setiap daerah, tetapi cukup memanen dilahannya sendiri. Oleh karena itu kegiatan ini dapat dijadikan peluang untuk mengembangankan ternaknya. Penyusun : EDI HARNADI - Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu