Loading...

4 TAHAP BUDIDAYA CABE KERITING YANG BERBUAH LEBAT

4 TAHAP BUDIDAYA CABE KERITING YANG BERBUAH LEBAT
Secara umum, teknik budidaya antara satu petani dengan yang lainnya ada kesamaan, mulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman dan perawatan, hingga panen dan penanganan pasca panen. Meski begitu, sebagian di antaranya melakukan dengan cara yang sedikit berbeda, terutama karena jenis cabe keriting yang mereka tanam. Umumnya, cabe keriting bisa tumbuh hampir di semua tempat, tapi untuk hasil yang optimal, ada jenis cabe untuk dataran rendah dan dataran tinggi. Satu hal yang harus kita pahami, keberhasilan dalam budidaya cabe keriting harus dilihat secara luas, yakni mulai dari teknik budidaya, penanganan panen dan pasca panen, dan juga pemasaran. Namun, untuk tulisan kita saat ini, hanya fokus pada teknik budidaya. Mari kita simak bersama, seperti apa cara budidaya cabe keriting yang berbuah lebat itu? Persiapan Lahan & Bibit Cabe Keriting Beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam persiapan lahan adalah: Jadwal penanaman, yakni lahan kita siapkan 30 hari sebelum tanam. Pada saat yang sama, kita siapkan juga urusan pembibitannya. Perhatikan lahan yang akan ditanami, termasuk dataran tinggi atau dataran rendah. Kemudian, sesuaikan dengan jenis bibit cabe keritingnya. Lahan yang akan kita pakai, juga bukan bekas tanaman cabe atau familycabe lainnya, seperti tomat, terong, takokak, dan kentang. Seputar bibit, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah: Pilihlah bibit yang bersertifikat untuk memastikan kualitas bagus. Cermati tanggal kadaluarsanya. Jangan pakai yang sudah lewat masanya. Pakai bibit dengan merk yang terdaftar di pemerintah. Pengolahan Lahan Beberapa langkah pengolahan lahan yang harus dilakukan saat budidaya cabe keriting adalah: Penggemburan lahan dengan mencangkul atau menggunakan traktor. Pastikan tanah terbalik dengan sempurna. Yang semula ada di bawah, bisa diangkat,dan yang di atas bergulir ke bawah. Pastikan proses penggemburan ini menghasilkan tanah olahan yang gembur berongga. Setelah itu, buat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter kali panjang (sesuai dengan luas lahan). Ketinggian tanah bedengan sekitar 20 cm. Jarak bedengan antara 25 – 30 cm. Setelah itu, tanah bedengan (semacam tanggil pendek memanjang) ditutup dengan plastik mulsa. Pilihlah jenis dua sisi berbeda, satu sisi warna silver dan sisi lainnya hitam. Sekedar informasi, dalam pemasangan, warna silver di bagian permukaan. Tujuannya, warna itu akan memantulkan cahaya dan panas yang bisa membunuh hama tanaman. Kemudian plastik bedengan itu dibuat lubang dengan jarak antar lubang sekitar 20 – 25 cm. Lubang bedengan inilah yang akan dipakai untuk menanam cabe keriting. Untuk memastikan plastik mulsa bisa menutupi lahan dengan kencang dan sempurna, perlu dipatok/dipasak setiap ujungnya dengan bambu agar tidak terbuka saat terkena angin atau hujan. Penyemaian Bibit Cabe Keriting Untuk memastikan bibit berkualitas yang sudah kita pilih bisa tumbuh optimal, ada beberapa hal penting yang juga harus diperhatikan: Benih yang sudah dikeluarkan dari kemasan, kita cemplungkan dalam air. Biji yang mengapung, kita pisahkan. Biasanya, yang mengapung ini tidak akan tumbuh Biji cabe keriting yang tenggelam, kita rendam selama beberapa waktu (atau ikuti petunjuk yang ada di kemasan) Setelah direndam, tiriskan dan masukkan ke dalam media penyemaian yang sudah disiapkan sebelumnya. Media berupa campuran tanah subur dan pupuk kandang yang dikemas dalam polybag kecil atau menggunakan pot tray (pot khusus penyemaian) Normalnya, sebelum 1 minggu, biji cabe mulai berkecambah. Saat itu, taburkan obat tertentu agar benih cabe tidak dimakan bekicot atau hama tanaman lainnya. Bibit cabe siap dipindahkan ke lahan bedengan setelah berusia minimal 14 hari. Perawatan Satu tahap lagi, agar budidaya cabe keriting yang berbuah lebat berhasil, maka yang harus kita lakukan adalah perawatan tanaman. Penyiraman 2 kali sehari pagi dan sore atau sesuai kebutuhan. Jika sedang musim hujan, bila tidak diperlukan, maka tidak perlu Pemupukan sesuai kebutuhan. Misalnya, jika menggunakan larutan pupuk Phonska (campuran 1 liter phonska dengan 30 liter air), 1 tanaman cabe keriting cukup dikasih 1 gelas (250 ml) Pemupukan dilakukan 1 – 2 minggu sekali. Hentikan jika sudah mulai berbuah. Agar pupuk bekerja optimal dan tanaman terbebas dari hama, maka mesti rajin membersihkan lahan tanaman dari gulma. Sumber Tulisan : https://paktanidigital.com/artikel/4-tahap-budidaya-cabe-keriting-yang-berbuah-lebat/#.XgYxmEczbIU. Penulis : Mariyo, SP ( Penyuluh Pertanian Madya pada DINAS TPH PROV. SULTENG ).