Loading...

40 KETUA KTNA KECAMATAN BALONGAN MENGIKUTI PELATIHAN PENANGKARAN BENIH PADI

40 KETUA KTNA KECAMATAN BALONGAN  MENGIKUTI PELATIHAN PENANGKARAN BENIH PADI
Kabupaten Indramayu dikenal sebagai lumbung pangan khususnya di Provinsi Jawa Barat. Hal ini tidak terlepas dari luas areal pertanian sawah yang mencapai 118.513 Ha, dari luas areal sawah tersebut, rata-rata luas tanam padi musim rendeng selama 10 tahun (2005 – 2015) mencapai 109.859,2 Ha dengan luas panen mencapai 109.203 Ha dan menghasilkan produksi 737.042,49 ton, dengan produktivitas 61,2 Ku/Ha. Sedangkan rata-rata luas tanam musim gadu selama 10 tahun (2005 – 2015) mencapai 87.401,2 Ha dengan luas panen padi mencapai 86.956 Ha dan menghasilkan produksi 488.799,6 ton dengan produktivitas 59,3 Ku/Ha. Pembangunan pertanian di Kabupaten Indramayu lebih dititikberatkan pada upaya intensifikasi usahatani padi terutama di daaerah-daerah berpengairan teknis dan pengembangan komoditas palawija atau sayuran di daerah-daerah sawah tadah hujan dan daerah non irigasi teknis. Dalam menjalankan usahataninya peran petani memegang dua peran penting yaitu sebagai seorang juru tani (cultivator) dan sekaligus seorang pengelola (manager). Peranan petani sebagai juru tani adalah memelihara tanaman dan hewan guna mendapatkan hasil yang berfaedah. Untuk dapat memelihara tanaman ataupun ternak petani harus memiliki keterampilan. Sedangkan sebagai pengelola petani dituntut untuk mengambil keputusan dari berbagai alternatif yang ada seperti tanaman apa yang akan ditanam atau ternak apa yang akan dipelihara.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi diantaranya penggunaan benih, penerapan jarak tanam, pengairan yang terjamin, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Perubahan penggunaan benih dari benih biasa ke benih unggul dapat menyeragamkan pertumbuhan tanaman, menambah jumlah anakan aktif, menekan tingkat serangan hama dan mempercepat masa panen yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi. Oleh karena itu salah satu upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi padi adalah dengan penggunaan benih unggul. Nilai Pembelian Benih PadiSelama ini kebutuhan benih para petani di Kabupaten Indramayu masih mengandalkan benih produksi PT. Shang Hyang Seri (PT.SHS) dan PT. Pertani serta produsen benih lainnya. Produsen benih tersebut berada di luar Kabupaten Indramayu. Kondisi seperti ini mengakibatkan uang pembelian benih dari petani lari keluar Kabupaten Indramayu dan dibawa ke Subang (PT. SHS) dan Majalengka (PT.Pertani) serta produsen benih lainnya. Berapa uang benih petani yang keluar dari Kabupaten Indramayu ?. Bila menilik data diatas, menunjukkan bahwa luas tanam rata-rata setiap tahun mencapai 197.260 hektar. Apabila kebutuhan benih padi per hektar sebanyak 20 kg dan petani yang menggunakan benih setiap musim sebanyak 60 %, maka kebutuhan benih padi di Kabupaten Indramayu selama satu tahun mencapai 2.367.120 kg atau 2.367,12 ton ( 197.260 ha x 60 % x 20 kg). Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan harga benih padi per kg antara Rp. 11.000,- sampai Rp. 13.000,-. Dan bila mengambil harga yang terendah (Rp. 11.000,-/ kg), maka nilai rupiah biaya benih petani Indramayu yang keluar mencapai Rp 26.038.320.000,-. Suatu nilai yang sangat fantastis.Untuk mengurangi nilai rupiah yang keluar dari Kabupaten Indramayu, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balongan pada Musim tanam 2017/2018 bekerja sama dengan PT. Pertamina melakukan kerja sama khususnya dalam pelatihan penguatan kelembagaan kelompoktani melalui kegiatan pengkaran benihpadi jajar legowo.Kegiatan ini dihadiri oleh Sekmat Balongan, Comunnity Development PT. Pertamina Bapak Cecep, dan Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu. Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Balongan mengemukakan bahwa tujuan dilakukannya kegiatan penangkaran ini adalah meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi pengurus kelompoktani tentang kelembagaan kelompoktani, meningkatkan peran kelembagaan kelompoktani dalam mengelola usahatani, meningkatkan produksi padi melalui tanam jajar legowo dan meningkatkan pendapatan usahatani melalui penangkaran benih padi. Pelaksanaan pelatihan ini dimulai dari tanggal 5 sampai 6 Desember 2017 dengan materi pelatihan peran dan fungsi kelompoktani, teknik penangkaran benih, penerapan teknologi pengelolaan tanaman terpadu, administrasi kelompoktani dan keuangan kelompoktani serta dinamika kelompoktani. Sedangkan metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah / tanya jawab, ungkapan pengalaman dan kunjungan lapang ke petani penangkar benih padi. Sementara itu Sekretaris Kecamatan Balongan Ibu Sri Mulyani W mengemukakan Kecamatan Balongan merupakan kecamatan penyangga Ibu Kota Indramayu oleh karena itu kegiatan pertanian harus selalu ditingkatkan. Salah satunya adalah peningkatan pengetahuan melalui pelatihan seperti ini. Kecamatan Balongan mempunyai mitra dengan PT Pertamina, melalui CSR ini petani memperoleh permodalan. Dinas Pertanian dengan Balai Penyuluhan Pertanian dan para penyuluhnya berkewajiban membimbing dan mengawal petani agar mampu meningkatkan produksi, sehingga mempunyai endapatan yang layak. Antusiasme para kelompoktani dalam mengikuti pelatihan ini saya rasakan cukup besar dengan kehadiran bapak dan ibu kontaktani. Namun demikian jangan sampai terjadi kelompoktani ini ghoib, ada namanya tetapi pengurus dan kegiatannya tidak ada. Untuk itu diharapkan kepada pengurus kelompoktani untuk tetap melakukan kegiatan secara rutin setiap bulan. Penyakit yang sering muncul itu berasal dari diri sendiri. Oleh karena itu dalam bekerja kita harus Ikhlas, kerja keras dan legowo. Adapun hasil yang akan kta capai,kita serahkan kepada yang maha kuasa. Bapak Cecep mewakili PT. Pertaminamengemukakan bahwa program CSR PT Pertamian mempunyai 4 (empat) program yaitu perbaikan lingkungan, perbaikan kesehatan, pemberdayaan sumberdaya manusia, dan meningkatan kualitas pendidikan. Pada tahun ini pemberdayaan difokuskan untuk pelatihan penangkaran benih melalui jajar legowo. Penerapan tanam jajar legowo merupakan hal yang baru dan biasanya kalau hal yang baru selalu sulit dilakukan. Namun demikian walaupun jajar legowo ini sulit tapi hasilnya mampu meningkatkan produksi padi sebesar 15 % dari sistim tegel. Untuk itu supaya jajar legowo ini dapat berkembang maka perlu ada sosialisasi kepada buruh jasa tanam. Disamping itu kita harus melihat peluang bisnis yang ada di sekitar kita. Tidak ada satu pun petani yang tidakmembeli benih padi. Oleh karena itu peluang tersebut kita harus menangkapnya. Melalui pelatihan penagkaran ini diharapkan ada petani Kecamatan Balongan yang terampil menangkar benih padi dan para kelompoktani di Kecamatan Balongan membeli benihnya jangan ke kios tapi membeli di kelompok penangkar benih saja. Benih yang dihasilkan pun tidak kalah mutunya, karena melalui proses sertifikasi benih. Kegiatan tahun ini yaitu pelatihan penangkaran ini mengingat kebutuhan akan benih sangat kurang. Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya pemberdayaan dilaksanakan untuk kegiatan pembuatan pupuk kompos dan pemanfaatan lahan tidur bagi masyarakat sekitar PT. Pertamina. Rencana tahun depan masih ada pengembangan penangkaran benih, karena para pengurus kelompoktani yang dilatih sekaran ini diharapkan mampu menjadi penangkar benih kembali.Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Balongan Kus Hendarti SP, menambahkan bahwa penangkaran benih ini dilaksanakan di Kelompoktani Mitra Mekar Tani Desa Tegal sembadra Kecamatan Balongan dengan luas 1 ha. Desa Tegalsembadra, Mandiri BenihLuas Desa Tegalsembadra 174 ha, sedangkan Kecamatan Balongan sendiri luas sawahnya 1.887,ha. Pada musim hujan hampir semua lahan sawah ditanami padi sedangkan pada musim kemarau hanya sekitar 1.724 ha yang ditanami padi. Bila kita analisis luas Desa Tegalsembadra yang 174 ha, maka kebutuhan benihnya 3.480 kg atau 3,48 ton (174 ha x 20 kg). Sedangkan benih yang dhasilkan oleh kelompoktani Mitra Mekar Tani diharapkan mencapai 5 ton, sehingga dengan demikian Desa Tegalsembadra akan menjadi desa mandiri benih. Namun untuk Kecamatan Balongan masih belum mandiri benih.Pengembangan perbenihan padi di Kelompoktani memerlukan pembinaan yang berkelanjutan karena kegiatan perbenihan ini relatif swadaya tanpa ada subsidi. Pemasaran benih baik petani di desa atau di lingkungan kecamatan bahkan lingkungan kabupaten perlu dukungan dari para pembina tingkat kabupaten. Berbeda dengan perbenihan yang dikelola oleh Perusahan Pemerintah yang selama ini memperoleh subsidi. Oleh karena itu peran semua pembina baik di lapangan maupun dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu sangat dibutuhkan dalam rangka memajukan kelompoktani penangkar benih. Majulah kelompoktani penangkar benih semoga dengan kepercayaan yang tinggi dari anggota kelompoktani, petani di desa, di kecamatan bahkan di kabupaten penangkar benih semakin berkembang. Bagi petani Tegalsembadra dan umumnya petani Indramayu marilah kita membiasakan diri untuk menggunakan benih yang berasal dari penangkaran benih kelompoktani kita. Jangan hanya melihat merk produsennya, karena pada prinsipnya penangkaran benih yang dilakukan baik oleh produsen besar maupun oleh penangkar kelompoktani sama saja. Bahkan kalau penangkaran benih ada di sekitar kita, petani bisa langsung melihat bagaimana pertumbuhan dan produksi calon benih yang akan dihasilkannya Penyusun. :Ir. Edi Harnadi – Penyuluh Pertanian MadyaDinas Pertanian Kabupaten Indramayu