Permasalahan iklim dan cuaca buruk yang kurang bersahabat terkadang menjadi salah satu faktor utama penyebab kegagalan usaha dunia pertanian utamanya komoditas padi sawah. Setelah beberapa bulan terakhir sawah para petani dilanda kekeringan yang cukup panjang hampir di sepanjang tahun 2015, kini giliran banjir yang menjadi masalah lagi bagi para petani padi sawah di Desa Sumber Sari dan Desa sekitarnya di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara. Langkah – langkah tanggap darurat langsung diambil Bupati Penajam Paser Utara Bersama Beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Terkait yang membidangi langsung urusan Pertanian. Bupati Penajam Paser Utara, Drs. H. Yusran Aspar, M.Si Beserta Beberapa SKPD di Lingkup Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara diantaranya Dinas Pertanian, Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Komando Distrik Militer 0913 Penajam Paser Utara, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bendana Daerah, Beserta Pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa Sumber Sari turun langsung meninjau lokasi yang terkena dampak bencana banjir di Desa Sumber Sari, selain meninjau beberapa titik lokasi yang terkena dampak bencana banjir di Desa Sumber Sari bupati beserta rombongan juga meninjau beberapa permasalahan penyebab terjadinya banjir dan langsung mendiskusikan upaya – upaya pemecahan masalah tersebut serta memerintahkan untuk segera diambil langkah – langkah pemecahan masalah. Banjir yang melanda di Desa Sumber Sari berasal dari meluapnya sungai Longkali di Kabupaten Peser, Berdasarkan data yang didapat dari peninjauan lapangan di dapatkan informasi dari Kepala Desa Sumber Sari menyebutkan sekitar 400 Hektare lahan sawah dan tanaman lombok 2,5 Hektar milik petani terancam akan mengalami kerusakan jika dalam satu minggu kedepan debit air yang ada tidak turun, selain padi sawah beberapa komoditas pertanian lainnya juga terancam mengalami kerusakan jika banjir tidak segera ditanggulangi, kondisi dilapangan dibeberapa titik sudah mengalami penurunan ketinggian air sekitar 20 Cm. Sementara menurut salah satu warga di lokasi bencana banjir mengatakan bahwa sampai saat ini banjir meluapnya sungai Longkali sudah memasuki hari ke - 7. Permasalahan Banjir di Desa Sumber Sari disebabkan karena saluran primer yang ada di Desa Maruat Kabupaten Paser ditutup karena adanya riwayat konflik kepentingan antara petani padi sawah dengan pembudidaya ikan tambak air payau beberapa tahun silam, sehingga arah aliran air harus dibelokkan melalui saluran sekunder ke arah Saluran Primer yang menuju Ke Desa Babulu Laut, Saat ini kondisi saluran sekunder yang menjadi penghubungnya mengalami pendangkalan, beberapa upaya solusi yang ditawarkan diantaranya melakukan koordinasi dengan BWS dan Pembukaan Pintu-pintu air untuk mengalirkan air. Ditambahkan Kepala Kantor Ketahan Pangan dan Penyuluhan Kab. Penajam Paser Utara Bahwa konflik kepentingan beberapa tahun silam disebabkan karena adanya opini masyarakat pembudidaya ikan tambak air payau di Desa Maruat Kecamatan Longkali Kabupaten Paser bahwa air yang mengalir di saluran primer ke arah Desa Maruat membawa pencemaran limbah pestisida dari kegiatan pertanian yang ada di beberapa Desa di Kecamatan Babulu sehingga di tutuplah saluran primer tersebut, sedangkan menurut Hasil Analisa dari para Peneliti kegagalan produksi tambak tersebut disebabkan oleh pengelolaan tambak yang kurang baik sehingga menyebabkan kenaikan Pirit dan Memburuknya pH air Tambak Tersebut. Di akhir Peninjauan Lokasi Bupati Beserta Rombongan meninjau titik penutupan Saluran Primer ke arah Desa Maruat, Upaya Solusi ditawarkan Bupati Penajam Paser Utara dengan segera melakukan Koordinasi dengan pemerintah desa pada kedua Desa yang berkepentingan tersebut dengan melibatkan SKPD Terkait, Tokoh Masyarakat dan para petani beserta pembudidaya ikan Tambak air payau yang selama ini sama-sama memiliki kepentingan dengan saluran primer tersebut. Suriyadi, A.MdAdmin Cyber Extension Kabupaten Penajam Paser Utara