Tak henti-hentinya teman-teman penyuluh saya selalu mengajak teman-teman petani untuk tidak membakar jerami hasil panen mereka. Ternyata banyak yang tidak memperdulikannya dengan berbagai alasan yang menurutnya masuk akal. Ada yang mengatakan kalau harus menebar kelahan lagi akan menambah pekerjaan, ada yang mengatakan kalau ditumpuk akan menjadi sarang tikus dan ada yang mengatakan kalau yang membakar jerami adalah para penggembala bebek. Semua alasan itu memang tepat dan masuk akal, namun itu semua hanya tepat untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang yang namanya pembakaran jerami tetap akan sangat merugikan kita sendiri. Alasannya adalah: Dengan membakar jerami padi kita berarti telah membakar unsur hara yang terkandung dalam jerami tersebut. Sayang sekali unsur hara yang seharusnya bisa menambahkan kesuburan tanah kita hanya kita buang sia-sia. Batang dan daun padi yang bisa menyuburkan tanah secara fisika (jika membusuk akan menjadi humus, bahan organik atau C-organik) hanya akan terbakar sia-sia menjadi karbon atau arang. Jerami padi yang jika kita tanamkan ketanah akan menjadi makanan mikroorganisme tanah jika kita bakar justru akan membunuh mikro-organisme dipermukaan tanah. Secara perlahan namun pasti pembakaran jerami akan menurunkan produktifitas tanah kita sehingga panen kita semakin hari akan semakin menurun. Pembakaran jerami padi adalah pemborosan. Karena jika kita mau mengembalikan jerami kesawah tentunya pemupukan akan bisa kita kurangi, namun jika dibakar kita akan memerlukan pupuk lebih banyak. Asap yang dihasilkan dari pembakaran jerami akan mengakibatkan polusi/ pencemaran udara dan sekaligus juga akan merusak ozon pelindung bumi. Pengembalian jerami padi kesawah akan mengembalikan unsur Kalium ke tanah. Unsur kalium ini berfungsi sebagai penguat dan pengeras bagian tanaman yang akan membantu ketahanan tanaman dari serangan hama dan penyakit. Jika kita bakar terus-menerus tanpa penambahan unsur hara K ketanah akan menyebabkan tanaman padi kita rentan terserang hama dan penyakit. Dari ketujuh kerugian membakar jerami padi diatas ada yang ingin menambahkan? silahkan di tambah sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat bagi petani dan pembaca semua. Oleh: Duwi Atmanto, SP (Penyuluh Pertanian Kec. Poeang Utara)