Loading...

57 BABINSA SE KABUPATEN INDRAMAYU DITINGKATKAN PENGETAHUANNYA MELALUI DIKLAT TEKNIS PADI, JAGUNG DAN KEDELE

57 BABINSA SE KABUPATEN INDRAMAYU  DITINGKATKAN PENGETAHUANNYA  MELALUI  DIKLAT TEKNIS PADI, JAGUNG DAN KEDELE
Dalam rangka mewujdkan kemandirian pangan yang kuat Kementerian Pertanian menetapkan sebelas arah kebijakan pembangunan pertanian selama kurun waktu 2015 sampi dengan 2019. Salah satunya adalah peningkatan ketahanan pangan melalui tujuh komoditas strategis yaitu padi, jagung, kedele, tebu, cabe dan bawang merah.Untuk menunjang keberhasilan program tersebut diperlukan sumberdaya yang handal dan Profesional dalam membimbing dan mengawal petani. Pelatihan teknis pad, jagung dan kedele ini sudah dilaksanakan untuk penyuluh pertanian baik yang PNS maupun Penyuluh THL. Untuk meningkatkan koordinasi yang semakin baik, maka Babinsa pembina desa pun harus mempunyai pengetahuan yang sama. Berkenaan dengan peningkatan pengetahuan tersebut sebanyak 57 Babinsa dari semua Koramil yang ada di Kabupaten Indramayu dilatih mengenai teknis budidaya badi, jagung dan kedele. Pelitihan ini akan diselenggarakan selama 1 (satu) minggu dari tanggal 13 Mei sampai dengan tanggal 19 Mei 2015 bertempat di Aula Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu.Tujuan dilaksanakannya latihan teknis ini adalah : meningkatkan kopetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) Babinsa dalam teknis budidaya padi, jagung dan kedele. Selain itu terciptanya kesiapan personil Babinsa untuk bekerja sama dengan penyuluh pertanian dalam upaya mendukung tercapainya swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedele. Dalam sambutannya Kepada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu menyambut baik kerjasama dalam pelatihan teknis ini. Hal ini karena sangat mendukung dan bersinergi dalam mengawal dan membimbing petani untuk mewujudkan swasembada pangan. Lain itu Babinsa, penyuluh dan petugas pertanian lainnya harus bahu membahu membimbing petani supaya lebih meningkatkan cara berbudiday padinya. Jadikan Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di tiap kecamatan sebagai POSKO pembangunan pertanian. Komandan Distrik Militer 0616 menginstruksikan kepada Babinsa agar mengikuti pelatihan ini dengan serius, tanyakan bila ada materi yang kurang paham, jangan malu-malu. Karena tidak semua Babinsa memperoleh latihan seperti ini.Adapun materi dalam pelatihan ini terdiri dari materi dasar dan materi inti. Materi dasar seperti kebijakan pencapaian swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedele. Kebijakan pengawalan dan pendampingan peningkatan produksi padi, jagung dan kedele.Budaya kerja. Sedangkan materi inti yaitu mengidentifikasi dan merakit teknologi dengan kajian kebutuhan dan peluang. Mendampingi Penyusunan RDk/RDKK. Menggali data kalender tanam. Mengolah lahan padi, jagung dan kedele. Mekanisme distribusi benih. Penanaman padi, jagung dan kedele, pengendalian OPT padi, jagung dan kedele. Pemupukan padi, jagung dan kedele. Pengairan dan pemeliharaan jaringan irigasi. Panen dan pasca panen padi, jagung dan kedele. Metode Pembelajarannya melalui ceramah, diskusi dan kunjungan lapangan. (Edi Harnadi)