Loading...

9 Komponen Penting Dalam Budidaya Kacang Hijau

9 Komponen Penting Dalam Budidaya Kacang Hijau
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia, seperti: bubur kacang hijau dan isi onde-onde, serta lainnya. Kecambahnya dikenal sebagai tauge. Tanaman ini mengandung zat gizi, antara lain: amylum, protein, besi, belerang, kalsium, minyak lemak, mangan, magnesium, niasin, vitamin (B1, A, dan E). Manfaat lain dari tanaman ini adalah dapat melancarkan buang air besar dan menambah semangat hidup. Selain itu juga dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis, terkilir, beri-beri, demam nifas, kepala pusing/vertigo, memulihkan kesehatan, kencing kurang lancar, kurang darah, jantung mengipas, dan kepala pusing. Kacang hijau dapat ditanam di lahan sawah pada musim kemarau atau di lahan tegalan pada musim hujan. Di tingkat petani, rata-rata produktivitas kacang hijau baru mencapai 0,9 ton/ha. Dengan teknik budi daya yang tepat, hasilnya dapat mencapai 2 ton/ha. Saat ini tersedia berbagai varietas unggul kacang hijau dengan sifat yang seragam, baik ukuran biji (besar atau kecil), maupun kulit biji yang hijau kusam atau mengkilat. Pemilihan varietas hendaknya disesuaikan dengan permintaan pasar. 1. Benih dan varietas Semua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok ditanam di lahan sawah maupun tegalan, namun pada daerah endemik varietas unggul yang tahan penyakit embun tepung dan bercak daun seperti Sriti, Kutilang, Perkutut, dan Murai dianjurkan untuk ditanam; Kebutuhan benih 20 kg/ha dengan daya tumbuh >90%. 2. Penyiapan lahan Kacang hijau dapat tumbuh pada semua jenis tanah sepanjang kelembaban dan tersedianya unsur hara yang cukup. Untuk itu lahan yang akan dipergunakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Pada lahan sawah setelah panen padi, tidak perlu dilakukan pengolahan tanah (tanpa olah tanah=TOT), jerami cukup dipotong pendek atau rata dengan tanah. Sementara itu, pada lahan sawah yang sudah agak lama tidak ditanami perlu dilakukan pengolahan tanah secara sempurna. Untuk menghindari air tergenang pada musim hujan perlu dibuat saluran drainase dengan lebar dan kedalaman 20-30 cm, kemudian tanah dihaluskan dan diratakan dan jarak antar saluran maksimum sekitar 4 meter 3. Cara tanam Dengan sistem tugal gunakan dua biji/lubang dengan jarak tanam jarak tanam 40 cm x 15 cm kalau ditanam pada musim hujan sehingga populasi antara 300-400 ribu tanaman/ha. Sebaliknya pada musim kemarau digunakan jarak tanam 40 cm x 10 cm dengan populasi 400-500 ribu tanaman/ha; Pada bekas tanaman padi, penanaman kacang hijau tidak boleh lebih dari lima hari sesudah padi dipanen; Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur tidak Iebih dan tujuh hari. 4. Pemupukan Pupuk yang digunakan antara lain 45 kg Urea + 45-90 kg SP36 + 50 kg KCI/ha untuk lahan yang kurang subur. Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam secara larikan di sisi lubang tanam sepanjang barisan tanaman; Bahan organik berupa pupuk kandang 15-20 ton/ha dan abu dapur sangat baik untuk pupuk dan diberikan sebagai penutup lubang tanam. Sebaliknya di lahan sawah bekas padi yang subur, tanaman kacang hijau tidak perlu dipupuk maupun diberi bahan orqanik. Untuk menekan serangan hama lalat bibit, pertumbuhan gulma dan penguapan air, jerami padi sebanyak 5 ton/ha dapat diberikan sebagai mulsa . 5. Penyiangan Penyiangan dilakukan dua kali pada saat tanaman berumur dua dan empat minggu,Pada daerah yang sukar mendapatkan tenaga kerja dapat digunakan herbisida pra tumbuh non-selektif seperti Lasso, Roundup, Paraquat, Dowpon, atau Goal dengan takaran 1-2 l/ha yang diberikan 3-4 hari sebelum tanam. 6. Pengairan Bila terseda fasilitas pengairan dapat dilakukan pengairan tanaman pada periode kritis pertumbuhan tanaman terhadap ketersediaan air, yaitu pada saat menjelang berbunga (umur 25 han) dan pengisian polong (45-50 han). Pengairan diberikan melalui saluran antar bedengan; Pada daerah panas dan kering (suhu udara 30-31°C dan kelembaban udara 54-62%), tanaman perlu diairi dua kali pada umur 21 hari dan 38 hari. Di daerah yang tidak terlalu panas dan kering, pengairan cukup satu kali pada umur 21 hari atau 38 hari; Bila ditanam segera setelah padi sawah dengan jenis tanah Vertisol (lempung), pengairan tidak diperlukan, karena walaupun lapisan atas tanah ini sangat keras dan retak-retak (nelo, Jawanya), namun di bagian bawahnya masih menyimpan air yang cukup bagi tanaman kacang hijau sampai panen. 7. Pengendalian hama Hamautama kacarig hiljau adalah lalat kacang Agromyzaphaseoli,, ulat jengkal Plusia chalcites, kepik hljau Nezara viridula, kepik coklat Riptortus linearis, penggerek polong Maruca testutalis dan Etiella zinckenella, dan kutu Thrips. Pengendalian hama dapat menggunakan insektisida, seperti Confidor, Regent, Curacron, Atabron, Furadan, atau Pegassus dengan dosis 2-3 mI/I air dan volume semprot 500-600 I/ha;Pada daerah endemik lalat bibit Agromyzaphaseo//perlu tindakan pengendalian dengan perlakuan benih menggunakan insektisida carbosulfan (10 g/kg benih) atau fipronil (5 cc/kg benih). 8. Pengendalian Penyakit Penyakit utama adalah bercak daun Cercospora canescens, busuk batang, embun tepung Erysiphe polygoni, dan puru Elsinou glycine Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti Benlate, Dithane M-45, Baycor, Delsene MX 200 atau Daconil pada awal serangan dengan dosis 2 g/l air. Penyakit embun tepung Erysiohe po/ygoni sangat efektif dikendalikan dengan fungisida hexakonazol pada saat tanaman berumur empat dan enam minggu. Penyakit bercak daun efektif dikendalikan dengan fungisida hexak onazol yang diberikan pada saat tanaman beumur empat, Iima, dan enam minggu. 9. Panen dan pasca panen Panen dilakukan apabila polong telah berwarna hitam atau coklat. Pemanenan umumnya dilakukan dengan cara dipetik . Namun varietas–varietas unggul kacang hijau hijau yang ditanam dengan teknik budidaya dan pengairan yang tepat, akan masak serempak (>80% ) sehingga dapat juga dipanen dengan sabit. Polong segera dijemur selama 2-3 hari hingga kulit mudah terbuka; pembijian dilakukan dengan cara dipukul, sebaiknya di dalar kantong plastik atau kain untuk menghindari kehilangan hasil;Biji dijemur lagi sampai kering simpan, yaitu pada kadar air 8-10%. Kacang hijau merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia. Tanaman ini selain banyak mengandung zat-zat gizi juga bermanfaat untuk proses pengobatan. Secara agronomis dan ekonomis, tanaman kacang hijau memiliki kelebihan dibanding tanaman kacang-kacangan lainnya. Untuk mendapatkan hasil kacang hijau yang lebih tinggi masih memungkinkan jika kendala dalam pertumbuhannya dapat diatasi dengan teknologi budidaya yang tepat. Komponen teknologi yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman seperti terurai diatas. Penyunting: Yulia Tri S Email : yuliatrisedyowati @yahoo.co.id Sumber: 1. http://atmanroja.files.wordpress.com/2009/06/07teknologibudidayakacanghijaudilahansawah.pdf http://www.budidarma.com/2011/12/teknologi-produksi-kacang-hijau.html