Loading...

ABNORMALITAS GENETIK PADA TANAMAN KELAPA SAWIT

ABNORMALITAS GENETIK PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Di dalam populasi tanaman kelapa sawit sering ada ditemui beberapa individu tanaman kelapa sawit yang menunjukkan ciri-ciri tidak normal dibandingkan dengan mayoritas tanaman. Abnormal demikian tidak disebabkan oleh serangan hama atau penyakit infeksi dan tidak ada indkasi gangguan nutrisi, tetapi karena faktor genetik tanaman itu sendiri. Gejala ini biasanya terbatas pada tetua tertentu saja dan keturunannya. Maka melalui tulisan ini penulis ingin menjelaskan beberapa ciri khas tanaman dengan ganguan genetik.Daun BelangDaun belang adalah suatu gejala pada tanaman kelapa sawit dimana seluruh atau sebagian pucat merata atau berwarna kuning terang, sangat kontras dengan jaringan anak-anak daun lainnya yang hijau gelap dan normal. Jaringan abnormal biasanya terdapat pada helaian daun, lidi dengan beragam diantara anak daun dan pelepah. Gejala daun belang seringkali sudah terlihat sejak di pembibitan namum kadang-kadang terbawa dan di tanam di lapangan seperti yang terdapat pada salah satu tanaman pekarangan rumah dikecamatan Seunagan kabupaten Nagan Raya. Namum tanaman yang bergejala seperti ini tidak perlu dibongkar karena produksi TBS tidak berbeda dengan tanaman normal.Bercak jingga GenetikAbnormal genetik berupa gejala bercak jingga umumnya produksi rendah. Tanaman yang terserang bercak jingga berwarna perunggu khusunya daun-daun tertua. Semua daun yang terserang tampak bintik-bintik kuning. Dengan meningkatnya umur jaringan maka warna bercak berubah menjadi jingga kemerahan. Bercak-bercak menyatu sehingga helaian daun dan pelepah tertua akan dipenuhi dengan bercak. Warna hijauan helaian daun lebih pucat daripada hijau normal pada tanaman sehat. Jika gejala berat nekrosis dapat dilihat pada bagian tengah bercak-bercak Palma SterilPohon kelapa sawit di kebun ada yang tidak mengeluarkan bunga sama sekali atau mengalami absorsi. Umumnya absorsi bunga berkelanjutan dibarengi meningkatnya vigur vegetatif yang merupakan ciri pisifera. Namum jangan diasumsikan semua pisifera karena tanaman juga dapat ditemuka dari beberapa persilangan dura Deli. Biasanya tanaman Steril menunjukkan batangnya lebih besar dan tinggi dibandingkan tanaman tetangganya yang normal dengan mahkota yang besar serta pelepah yang hijau gelap. Karena tidak ada buah maka sering tidak dibuang pelepah oleh pemanen sehingga pelepah mengering ditempatnya, dan mendorong berkembangnya jamur Marasmius serat menjadi sarang tikus. Karena tidak ada manfaat maka tanaman steril dimusnahkan dengan cara membongkarnya.Batang Banyak Dari setiap ketiak pelepah muncul satu tunas vegetatif yang mula-mula tubuh disamping selanjutnya tegak membentuk satu batang muda yang baru, tetapi biasanya tumbuh abnormal dan berputar, helaian daun rapat dan salah bentuk. Dengan bertambahnya umur semua batang termasuk yang berasal dari tunas vegetatif memberi pamandangan banyak batang. Dianjukan untuk memusnahkan saja tanaman abnormal untuk mendorong pertumbuhan dan produksi tanaman tetangganya yang normal.Kerdil dan LiarAbnormalitas dari bentuk daun kerdir kerapkali dijumpai di pembibitan, kadang-kadang dijumpai di lapangan. Jika seleksi bibit di pembibitan kurang ketat maka jumlah tegakan abnormal di lapangan cukup tinggi. Tanaman kerdil dengan pelepah menyemak, daun yang klorosis, pendek dan tampak pertumbuhannya tertekan dibandingkan dengan tetangganya yang normal. Produksi tanaman abnormal sedemikian rupa biasanya sangat rendah bahkan kerap kali tidak berproduksi sama sekali, padahal mereka ikut bersaing untuk mendapatkan cahaya, air dan hara dengan tanaman tetangganya yang normal. Dianjurkan untuk membongkar tanaman-tanaman tersebut, sehingga persaingan seperti tersebut di atas dapat dikurangi. Penulis : Marjuna Usman, SP (PP Muda pada KJF Kab. Nagan Raya)Sumber :Budidaya Kelapa Sawit, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Indonesian Oil Palm Research Institute (IOPRI)