Loading...

ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA TANAMAN PADI

ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA TANAMAN PADI
ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA TANAMAN PADI Pada saat ini iklim di Indonesia sudah mengalami dampak perubahan iklim kenaikan suhu udara berkisar 0,16-1,44 derajat celsius, sedangkan pertanian Indonesia salah satu faktor yang rentan terkena dampak perubahan iklim, diantara salah satunya tanaman padi. Dampak perubahan iklim pada tanaan padi, sehingga terjadi berubahnya pola curah hujan dan iklim ekstrim, yaitu bergesernya waktu tanam, banjir dan kekeringan. Kemudian naiknya suhu udara sehingga hal ini berkurangnya areal tanaman padi. Berdasarkan informasi dari Tim Menteri Sub Sektor Tanaman Pangan Pusluh Pertanian BPPSDM Pertanian dikemukan untuk pengairan berselang diutamakan pada musim kemarau di sawah irigasi yang biasanya rawan kekeringan. Pengairan berselang dilaksanakan untuk menghemat air irigasi, sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas. Mengatur kondisi air pada lahan sawah melalui penggenangan dan pengeringan secara bergantian. Maka diperlukan langkah tanam bibit pada kondisi jenuh air, dan dialiri petakan sawah selama 3-4 hari setelah tanam. Selanjutnya lakukan pergiliran pengairan selang 3 hari dengan tinggi genangan sekitar 3 cm pada hari pertama, pada hari kedua dan ketiga tidak dilakukan pengairan dan langkah ini dilakukan sampai fase anakan maksimal. Kemudian genangi lahan sawah pada saat pembentukan malai sampai pengisian biji, dan keringkan petakan sawah 10-15 hari sebelum tanam. Varietas unggul yang cocok dikembangkan di wilayah dengan hujan yang relatif singkat yakni varietas pendek, toleran rendaman yang cocok dikembangkan diwilayah banjir. Untuk rekomendasi lokasi pemupukan dapat diperoleh melalui akses internet di situs: http://webapps.org/nm/id atau penggunaan bagan warna daun*BWD) bisa juga dapat diperoleh di uji tanah dengan menggunakan perangkat tanah sawah (UTS). Prinsip kerjanya meliputi menetapkan target hasil yang realistis berdasarkan musim tanam varietas dan pengolahan tanam mendorong penggunaan hara yang ada di dalam tanah, bahan organik, sisa tanaman, pupuk kandang dan air irigasi secara efektif. Disamping itu menggunakan pupuk untuk memenuhi kekurangan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan persediaan hara dalam tanah. Limbah tanaman padi berupa jerami dan yang tepat. sekam, sehingga perlu segera dilakukan secara baik. Pemanfaatan sekam dalam bentuk setengah bakar dapat memperbaiki kesuburan tanah. Setelah melalui proses penyimpanan jerami dapat juga dijadikan bahan organik yang berfungsi senagai berikut : a) meningkatkan kapasitas serap air oleh tanah, b) memberikan unsur hara untuk tanaman, c) meningkatkan kapasitas serapan gas rumah kaca oleh tanah dan d) mengikat unsur hara, sehingga tidak mudah lepas. Penggunaan kalender tanam terpadu modern untuk memperoleh anjuran teknologi yang tepat. Yakni versi merupakan sistem informasi yang memuat berbagai anjuran, diantaranya perkiraan waktu dan pola tanam yang sesuai dengan kendala iklim, varietas, kebutuhan pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), potensi serangan hama dan penyakit serta informasi mengenai potensi banjir dan kekeringan. (Andika FD-Airpura)