Loading...

ADAPTASI TEKHNOLOGI SPESIFIK LOKALITA DESA MANDALA KECAMATAN DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON

ADAPTASI TEKHNOLOGI SPESIFIK LOKALITA DESA MANDALA KECAMATAN DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON
Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya ditentukan oleh kondisi sumberdaya pertanian, tetapi juga ditentukan oleh peran penyuluh pertanian yang sangat strategis dan kualitas sumberdaya manusia yang mendukungnya, yaitu SDM yang menguasai serta mampu memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan sumberdaya pertanian secara berkelanjutan Penelitian dan Penyuluhan Pertanian merupakan komponen yang berperan penting dalam mewujudkan peningkatan produktivitas komoditas pertanian dalam mendukung swasembada dan swasembada berkelanjutan menuju kedaulatan pangan tersebut. Penelitian bertanggung jawab untuk menghasilkan dan meningkatkan kualitas teknologi dalam rangka menghasilkan komoditas pertanian yang berdaya saing, sedangkan Penyuluhan Pertanian menyediakan mekanisme agar teknologi yang dihasilkan oleh lembaga penelitian dapat didesiminasikan dan diadopsi petani melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian Tujuan kegiatan adaptasi tekhnologi spesifik lokalita adalah : Meyakinkan kesesuaian paket teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani/kelompoktani di wilayah dimana lokasi kegiatan dilaksanakan; Menerapkan paket inovasi teknologi usaha tani yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, serta kondisi agroekosistem petani/kelompoktani. Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan agar dapat cepat terimplementasikan oleh para petani dan sesuai spesifik lokasi. Demonstrator : Ali Nurdin Kelompok Pakuwon Desa Mandala Benih yang digunakan Inpari 32 Sistem tanam Jajar Legowo Super Paket Tekhnologi ; Urea = 200Kg NPK = 300 Kg POC = 4 lt 1) Hasil Ubinan - 5,5 Kg - 5 Kg - 5,1 Kg - 5,2 Kg Rata-rata Ubinan 5.2 kg Rata rata Anakan 18 batang per rumpun Rata- rata jumlah bulir bernas 155 per malai Produksi Ubinan = 5.2 x 16 = 8,18 kwuntal = 6.52 Ton 2) Kehilangan hasil 20 % dari 8,18 ton = 1.62 ton 3) Perkiraan hasil produksi real = 8.18 – 1.62 = 6.56 ton 4) Produktivitas Sebelum Kegiatan didapatkan hasil produktivitas 6000kg/ha Setelah kegiatan hasil produktivitas 6.56kg/ha Ada perubahan kenaikan 560 kg/ha Setelah pelaksanaan Kegiatan Adaptasi Tekhnologi Spesifik Lokalita di desa Mandala Kecamatan Dukupuntang terjadi peningkatan produktivitas pada hasil produksinya, walaupun peningkatan tersebut tidak terlalu mencolok. Kendala yang ditemui di lapangan adalah kekurangan air ketika musim tanam dan serangan OPT. Pelaksanaan Kegiatan Adaptasi Spesifik Lokalita di kecamatan Dukupuntang memberikan hasil yang signifikan terhadap hasil produksi. Selain itu jg dapat menaikkan kelas kelompok tani yang ada di wilayah penerima SL penunjang Upsus. Untuk ke depannya diharapkan lokasi cakupan SL dapat diperluas lagi, agar pengetahuan petani dapat lebih ditingkatkan lagi. Di Tulis Oleh : Cucu Marpu M, S.Pt Admin Editor : Sri Musriyanah, SP