Adopsi dan Inovasi Tanam Padi Sistem Jajar Legowo Melalui Kegiatan Sekolah Lapang
Menanam padi sesungguhnya bukanlah hal yang baru bagi para petani di kelompok Rukun Tani. Kegiatan menanam padi sudah dilakukan secara turun temurun dalam keluarga-keluarga petani. Mulai dari kegiatan pengolahan tanah, persiapan bibit, penanaman, pemupukan, pengairan, pemeliharaan sampai dengan panen dan pasca panen. Semua hal tersebut juga dilakukan oleh anak-anak selaku generasi muda yang akan melanjutkan kegiatan usaha tani keluarga. Namun tentu saja upaya peningkatan hasil produksi padi tidak lepas dari berbagai inovasi teknologi budidaya. Salah satunya adalah teknologi tanam padi jajar legowo. Teknologi tanam jajar legowo ini telah diperkenalkan kepada petani dan diikuti dengan pendampingan, namun belum semua petani mau dan mampu menerapkan teknologi ini dalam kegiatan budidaya tanaman padi. Alasan yang dikemukakan antara lain tanaman yang ditanam lebih rapat akan mengurangi jumlah anakan dalam rumpun, tenaga kerja yang kurang trampil dan belum terbiasa menerapkan pola tanam jajar legowo, adanya lorong yang lebar yang memberi kesan pemanfaatan lahan yang tidak maksimal. Alasan tersebut diatas sesungguhnya tidak tepat karena pola tanam jajar legowo justru memberi banyak manfaat antara lain : jumlah populasi tanaman meningkat karena tanaman lorong yang disisipkan diantara barisan tanaman pinggir, terciptanya ruang yang lebih leluasa (faktor pinggir) yang membantu pertumbuhan dan perkembangan anakan padi menjadi lebih baik karena mendapatkan penyinaran yang optimal, sirkulasi udara menjadi lebih lancar sehingga mengurangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri yang menghendaki kelembaban tinggi seperti kresek, memudahkan petani dalam melakukan pemupukan, penyiangan dan perawatan tanaman, meningkatkan produksi hasil panen akibat penambahan populasi tanaman per satuan luas, dan kualitas gabah yang lebih baik. Sedangkan untuk menyiasati alasan tenaga kerja yang kurang trampil dan belum terbiasa menerapkan pola tanam jajar legowo ini disarankan untuk menggunakan tali yang telah diberi tanda sesuai jarak tanam yang dianjurkan. Melalui kegiatan Sekolah Lapang ini, para petani/ pelaku utama khususnya generasi muda petani diajak untuk belajar bersama-sama dari pengalaman mereka masing-masing dalam melakukan kegiatan budidaya padi khususnya melalui perbaikan pola tanam yang semula tidak beraturan, maupun yang ditanam teratur dalam baris dengan pola tanam jajar legowo. Agar menjadi lebih jelas, maka dilakukan demonstrasi cara tanam jajar legowo 2:1 di lokasi lahan demplot Sekolah Lapang bersama peserta sekolah lapang yang sebagian besar adalah generasi muda tani dan juga wanita tani. Diharapkan mereka tidak hanya memiliki pengetahuan dan ketrampilan tetapi juga motivasi untuk menerapkannya dalam kegiatan budidaya padi dan menjadi contoh bagi petani/ pelaku utama lainnya. ByRahel Suhardjana, SPPemandu Sekolah Lapang UpsusKabKupang NTT