Saat musim kemarau seperti sekarang ini harga buah naga cenderung meningkat di pasaran. Hal ini disebabkan jumlah buah naga terbatas disebabkan penurunan produksi buah naga pada musim kemarau. Penurunan produksi atau bahkan tidak berproduksinya buah naga di musim kemarau tersebut bisa diatasi dengan melakukan penyiraman dan penyinaran di waktu malam. Seperti yang dilakukan oleh Haji Jakfar di Kebun Buah Naga Tya Farm miliknya yang terletak di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Selain pemeliharaan rutin yang sudah dilakukan terhadap tanaman buah naga yaitu pemupukan, pemangkasan, pembungaan dan pembuahan, penyiangan dan pembumbuhan, ada upaya lain agar tanaman buah naga tetap berbuah di musim kemarau, yaitu : 1. Melakukan Penyiraman Meskipun tanaman buah naga termasuk dalam keluarga kaktus yang tahan kekurangan air, namun tanaman ini akan sulit berbuah jika tidak ada air. Karena kandungan utama buah naga adalah air. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman pada budidaya tanaman buah naga, khususnya di musim kemarau. Penyiraman tersebut debaiknya dilakukan di pagi hari. Dan jika sangat kering, perlu dilakukan dua kali, di pagi dan sore hari. Sedangkan di musim penghijan penyiraman dihentikan. Penyiraman dapat diganti dengan pengairan total pada lahan dengan sistem penggenangan. Metode ini biasanya dilakukan pada lahan yang luas dan tidak memungkinkan dilakukan secara manual. Selain itu, penggunaan sprinkle juga dapat dilakukan, namun investasi yang dibutuhkan untuk pembuatannya cukup mahal. 2. Penyinaran Lampu di Malam Hari Meskipun upaya ini tidak khusus dilakukan di musim kemarau, tetapi dengan adanya pennyinaran ini akan meningkatkan pembungaan tanaman buah naga. Tanaman berbunga sepanjang hari seperti kaktus naga membutuhkan malam gelap yang lebih pendek untuk menghasilkan bunga. Ambang batas untuk pembungaan bervariasi dari satu tanaman ke tanaman lainnya, beberapa bunga kaktus naga ketika hari lebih panjang dari 12 jam sementara yang lain membutuhkan lebih dari delapan jam. Namun, pembungaan dapat diinduksi selama hari-hari yang lebih pendek melalui pencahayaan buatan. Pembungaan yang diinduksi dengan memanipulasi keterbatasan lingkungan merupakan cara potensial dalam menjawab permintaan buah naga di pasar selama hari-hari yang lebih pendek. Sebagai contoh telah, dilakukan penellitian Perlakuan penyinaran lampu ini dikalangan petani yaitu penyinaran dilakukan dari pukul 17.00 - 05.00 WIB. Sebagai bentuk sinergi antara CSR PT Bumi Suksesindo, Yayasan Dewi Sri Bhakti Nusa (YDSBN) dan kelompok tani binaan CSR PT Bumi Suksesindo bersama-sama melakukan penelitian sekaligus sebagai bentuk edukasi para petani di wilayah lingkar tambang PT Bumi Suksesindo. Penelitian tersebut didapat hasil sebagai berikut : Pengaruh penyinaran lampu terhadap hasil buah naga tahap I :- Penyinaran antara 17.30 - 23.00 memberikan calon buah sebanyak 4 calon buah menjadi 2 buah dengan berat semua 0,5 Kg,- Penyinaran dari 17.30 - 05.30 memberikan calon buah sebanyak 3 calon buah menjadi 2 buah dengan berat 0,9 Kg, sedangkan untuk- Penyinaran dari 23.00 - 05.30 calon buah 11 dan menjadi buah 4 buah dengan berat semua 1,6 Kg. Pengaruh penyinaran lampu terhadap hasil buah naga tahap II :- Penyinaran antara 17.30 - 23.00 memberikan calon buah sebanyak 8 calon buah menjadi 5 buah buah berat semua 1,5 Kg ,- Penyinaran dari 17.30 - 05.30 memberikan calon buah sebanyak 13 calon buah menjadi 6 buah dengan berat 1,9 Kg,- Penyinaran dari 23.00 - 05.30 calon buah 15 dan menjadi buah 8 buah dengan berat semua 2,5 Kg. Hasil tesebut dapat disimpulkan bahwa lamanya perlakuan penyinaran lampu terhadap tanaman buah naga akan berpengaruh terhadap produksi buah naga. Dengan demikan upaya penyiraman dan penyinaran di waktu malam pada tanaman buah naga akan mempertahankan produksi buah naga sehingga masih bisa tetap berbuah meskipun di musim kemarau. Moh. Ali Hamidy EAF, S.Pt., M.Si.Penyuluh Pertanian MadyaKoordinator PPL Kecamatan Kaliwungu Kabupaten KudusKetua DPD PERHIPTANI Kabupaten KudusPengurus DPW PERHIPTANI Jawa Tengah