Loading...

Agri Corner vs Gema Desa

Agri Corner vs Gema Desa
Penyebaran informasi lewat radio merupakan cara yang cepat dan efisien. Dengan penyebaran informasi melalui radio kita banyak mendapat keuntungan antara lain : cepat; jangkauan luas; kemasan acara lebih menarik (musik, hiburan, sandiwara dll); sarana komunikasi sangat akrab di masyarakat dan dapat dinikmati di manapun. Keuntungan lain radio mampu menyebarkan informasi merata di pelosok pedesaan, mempunyai potensi untuk membina integrasi nasional dan merupakan media kontrol sosial dan partisipasi masyarakat. Namun demikian ada beberapa kelemahan dari sistim radio yakni siaran radio waktunya terbatas, informasi yang disampaikan terbatas (tidak detail). Oleh karena itu acaranya harus dibuat menarik. Untuk itu perlu persiapan yang lebih baik agar sesuai dengan selera pendengar, data harus akurat. Pada era tahun 1980-an, radio telah memberi sumbangan terhadap pembangunan pertanian cukup besar. Kita ingat dengan adanya program siaran pedesaan yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan (kelompencapir) yang ditayangkan Televisi Republik Indonesia (TVRI), yang membuktikan perhatian pemerintah pada masyarakat di pedesaan. Sebagai kilas balik yang disebut dengan siaran pedesaan adalah siaran pendidikan yang ditujukan khusus kepada masyarakat pedesaan, yang bertujuan membantu masyarakat pedesaan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan yang bermanfaat bagi peningkatan kehidupan mereka. Siaran pedesaan mempunyai peran cukup besar dalam pembangunan di pedesaan yaitu : 1) sebagai sumber informasi yang cepat bagi masyarakat pedesaan, karena memungkinkan masyarakat desa mengikuti peristiwa di luar lingkungannya sekaligus menyebarluaskan pertukaran informasi di antara mereka; 2) dapat dijadikan sumber ilham/ide bagi para pendengarnya serta mendorong semangat belajar melalui diskusi kelompok pendengar; 3) membantu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat pedesaan; 4) menumbuhkan iklim keakraban dengan mendengarkan pengalaman rekan pendengar/kelompok pendengar dalam siaran sekaligus meningkatkan kebanggaan dan kepercayaan untuk berusaha tani lebih baik; 5) merupakan saluran umpan balik untuk mendukung tumbuhnya sikap demokratis guna mendukung pembangunan di perdesaan. Siaran pedesaan ini juga sebagai wahana belajar dan wahana penyuluhan untuk penyuluh pertanian khususnya penyuluh pertanian di Kabupaten Jember. Dengan adanya siaran pedesaan ini diharapkan kompetensi penyuluh semakin meningkat dan menambah keberagaman metode penyuluhan di Kabupaten Jember. Dan di tahun 2020 ini, penyuluh pertanian Kabupaten Jember yang tergabung dalam organisasi profesi Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian) DPD Jember, kembali mengembangkan metode penyuluhan pertanian dengan media radio. Namun kali ini Perhiptani DPD Jember menjalin kerjasama dengan radio swasta. Jika ditahun-tahun sebelumnya kami hanya bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) yang acaranya bernama Gema Desa, kali ini kami mengembangkan kerjasama dengan radio swasta yaitu Radio Akbar Jember dengan acara Agri Corner. Segmentasi kedua radio tersebut memang berbeda, jika RRI dengan Gema Desa sasarannya adalah petani-petani senior, tetapi untuk Agri Corner sasarannya adalah anak-anak muda yang ingin mengetahui tentang bidang pertanian atau bahkan anak-anak muda yang sudah ada dibidang pertanian tetapi masih ingin terus mengupgrade diri mereka. Selain perbedaan sasaran/ segmentasi acara, Gema Desa dan Agri Corner memiliki waktu penyiaran yang berbeda. Agri Corner pada siang hari di hari Sabtu (Weekend) sedangkan Gema Desa pada malam hari di hari Senin (Weekday). Gema Desa dan Agri Corner merupakan sarana bagi kami penyuluh pertanian untuk dapat mengembangkan kecakapan komunikasi kami sebagai penyuluh serta agar dapat menambah keberagaman metode dan media penyuluhan pertanian. Dan semoga kedua acara ini dapat terus eksis agar dapat membantu kami dalam melaksanakan penyuluhan pertanian untuk mendukung pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Jember. Oleh : Yulie Andriani, S.TP Penyuluh Pertanian Kabupaten Jember