Loading...

Agro Tekno Park Klaten

Agro Tekno Park Klaten
Klaten Dipilih Sebagai Salah Satu Ajang Pengembangan Agro Techno Park Selasa, 17 Maret 2015HUMAS Klaten Klaten- Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistyo Wisnubrata dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Sentono,Kecamatan Karangdowopada hari jum'at (13/03).Rombongan diterima oleh Kepala Bappeda Kabupaten Klaten Bambang Sigit Sinugraha, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klaten Ir.Wahyu Prasetya, Camat Karangdowo Agus Suprapto, Kepala Desa Sentono Mulyana. Kepala BATAN Djarot Sulistya mengatakan, pemerintah akan membangun 100 techno park dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Rencananya tiga diantaranya akan dibangun di Jawa, Sumatra dan Sulawesi. "Di Jawa akan dilaksanakan di daerah Klaten, karena pemerintah menilai warga dan pemerintah kabupatennya memiliki antusias untuk program semacam " ujarnya. Menurut beliau, program agro techno park yang dibuat BATAN merupakan salah satu realisasi visi misi Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang tertuang dalam Nawacita. Program bertujuan guna memperkenalkan dan mengajak masyarakat utamanya petani agar memahami tehnologi guna mengupayakan peningkatan produksi pertaniannya. Sementara itu di pulau Sumatra lokasi yang dipilih adalah Kabupaten Musirawas, di Sulawesi akan dikembangkan di Kabupaten Polewalimandar. Wilayah yang dipilih merupakan daerah yang dinilai memiliki kesiapan awal dan berkelanjutan, termasuk kalangan akademisi dan tokoh masyarakatnya. "Upaya ini selain diharapkan dapat meningkatklan produksi pertanian juga sektor perikanan dan peternakan" tandasnya. Kepala Bappeda melalui Kasubid Evaluasi nya Sri Yuwana Haris menyatakan, gagasan ini akan dilakukan diareal lahan seluas lima hektar dan yang akan dikembangkan sebanyak 10 varietas padi unggul dan dua jenis kedelai produksi BATAN . Nantinya dari budidaya tersebut akan dipilih dua varitas padi terbaik untuk ditangkarkan dan disebar ke semua sebagai komoditi unggulan.Kepala Desa Sentono, Mulyana mengemukakan, lima hektar lahan yang digunakan sebagai ajang program agro techno park adalah milik petani. Dilokasi tersebut sudah terdapat kandang ternak sapi dan itik yang dipersiapkan untuk pemberdayaan sektor peternakan. "Petani hanya menyediakan lahan, sementara benih dan biaya lain berasal dari pemerintah" ujarnya.