Loading...

AGROKLIMAT TANAMAN KAKAO

AGROKLIMAT TANAMAN KAKAO
Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai ketinggian 10 m. Meskipun demikian, dalam pembudidayaan tingginya dibuat tidak lebih dari 5 m tetapi dengan tajuk menyamping yang meluas. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif. Bunga kakao, sebagaimana anggota Sterculiaceae lainnya, tumbuh langsung dari batang (cauliflorous). Bunga sempurna berukuran kecil (diameter maksimum 3 cm), tunggal, namun nampak terangkai karena sering sejumlah bunga muncul dari satu titik tunas. CURAH HUJAN DAN SUHUDitinjau dari wilayah penanamannya, kakao ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10oLU-10oLS. Areal penanaman kakao yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.100-3.000 mm/tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan kakao adalah 30-32oC (maksimum) dan 18-21oC (minimum). Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia, suhu udara 25–26oC merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu, daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami kakao. KELEMBABAN UDARAKelembaban udara di areal perkebunan kakao akan berpengaruh pada pertumbuhan daun kakao. Tanaman kakao yang tumbuh di areal dengan kelembaban udara relatif antara 50 60 % memiliki daun lebat dan berukuran besar. Tetapi, bila kelembaban udara tinggi, antara 70 – 80 %, daun yang dihasilkan cenderung keriting dan menyempit pada ujung daun. Kelembaban tinggi menyebabkan berkembangnya cendawan patogen, sedangkan kelembaban yang terlalu rendah akan mempercepat penguapan.SINAR MATAHARITanaman muda yang baru di tanam atau pada saat pembibitan, membutuhkan 25 – 35 % sinar matahari penuh. Sinar matahari yang terlalu banyak menyebabkan lingkaran batang kecil, luas daun sempit, dan tanaman relatif pendek. Tanaman dewasa atau yang sudah menghasilkan memerlukan intensitas sinar matahari antara 65 – 75 %. Hal tersebut dapat diperoleh dengan pengaturan naungan atau tanaman pelindung dan penataan tajuk tanaman kakao.ANGINDaun kakao umumnya berbentuk lebar, sehingga lebih mudah gugur dan rusak bila terkena angin kencang. Angin yang bersifat kering dan berasal dari laut yang mengandung garam akan menyebabkan kerusakan mekanis, daun-daun gugur, pucuk-pucuk layu, dan penyerbukan gagal.TANAHKakao memerlukan tanah yang tidak tergenang air dan tidak mengalami kekeringan pada musim kemarau. Banyak mengandung humus atau bahan organik dan cukup gembur. pH tanah optimal 6 – 7,5 serta mengandung cukup udara dan air.Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Gafur, Syamsiah dan Muhammad Abid. 2010. Budidaya Kakao. BPTP Sulteng. Palu.2. Ariyanto, Hadi. 2006. Budidaya Tanaman Perkebunan. PT Intan Sejati. Klaten.3. http: //blogerbugis.blogspot.com /2013/ 08/ petunjuk-budidaya-tanaman-kakaocoklat. html.4. Gambar berasal dari Google tentang tanaman kakao.