Layak diacungi jempol, ditengah belum jelasnya kepastian penandatanganan kontrak baru, ditengah buaian angin syurga rencana pengangkatan 10.000 THL yang waktunya belum diketahui, tak menyurutkan langkah THL Batara (Batang Alai Utara-HST) turun ke sawah berkarya untuk petani.Hari itu Selasa 26 Januari 2016, mereka melaksanakan kegiatan demonstrasi cara teknologi jajar legowo (Jarwo) . Kegiatan ini dilaksanakan di sawah salah seorang petani Desa Labunganak. Dengan bertelanjang kaki THL Batara yang didominasi kaum hawa ini terjun ke sawah berlumpur, mempraktekkan teknik memasang tali dan menanam padi sistem legowo 2 : 1. Walaupun kotor oleh lumpur, tubuh lelah penuh keringat, THL Batara terlihat gembira melaksanakan metode penyuluhan ini.Menurut Hairiah, salah seorang THL Batara, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya yakni Demcara Persemaian Basah Padi Sawah. Siti Khadijah menambahkan bahwa varietas yang ditanam adalah Inpari 9 dengan umur semaian 19 hari . Demcara jarwo ini menerapkan jarak dalam barisan 13 cm, jarak antar barisan 25 cm sedangkan jarang halaman 45 cm.Helmawati dan Sahibul Rakhman selaku THL angkatan I BP3K Batara menyampaikan selama ini informasi tentang jarwo sudah diperoleh petani, hanya saja banyak dari mereka yang masih bingung bagaimana cara melaksanakannya, melalui kegiatan demcara ini diharapkan petani dapat menyaksikan langsung bagaimana pelaksanaan jarwo tersebut. Kegiatan THL Batara ini mendapat apresiasi positif dari petani, beberapa dari mereka yang awalnya sinis dan mengira penyuluh hanya pandai ngomong saja tak menyangka kalau THL Batara mampu mencontohkan teknologi yang mereka sampaikan. Beberapa petani di sekitar lokasi demcara akhirnya mau menerapkan teknologi jarwo.Amat wajar kiranya bila keberadaan THL ini bisa lebih serius diperhatikan, mengingat kebutuhan akan mereka sangat diharapkan petani, namun hasrat membantu petani ini sering dihadapkan pada kondisi sulit dikarenakan lambat atau bahkan belum diterimanya gaji yang menjadi tumpuan mereka mencukupi kebutuhan rumah tangga. Semoga apa yang telah dilakukan THL Batara dapat diikuti THL lainnya dengan ragam karya memajukan pertanian Indonesia, semoga program Pajale sukses, Petani sejahtera, dan THL mendapatkan status nyata dan segera sebagai Aparatur Sipil Negara. Wahyuddin Noor, SP Penyuluh Pertanian