Jum`at, 01 Mei 2020 bertepatan dengan libur Nasional (Hari Buruh Internasional) atau yang biasa disebut May Day. Ditengah pandemi wabah Covid-19, hari yang cukup cerah Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Batu Riam Desa Mahe Pasar Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Panen padi sawah secara gotong-royong. Kegiatan panen secara gotong-royong diakui oleh Sarlin selaku Ketua Kelompok Tani Batu Riam sudah dilakukan secara turun temurun atau sudah menjadi tradisi. Hal tersebut tidak lain bertujuan agar rasa kebersamaan antar anggota Kelompok Tani terus terjalin, sesuai dengan pepatah berat sama pikul ringan sama dijinjing. Selain itu sebagai manusia yang beragama, Alhamdulillah sudah sepatutnya kita selalu bersyukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat-Nya dalam hal ini diberi Nikmat Sehat, bisa mangatam (panen), Semoga kita dihindarkan dari Covid-19 pungkasnya. Disisi lain, setelah seminggu sebelumnya dijadwalkan untuk melakukan Ubinan padi sawah oleh Sablianyah Petugas Statistik Kecamatan Kecamatan Haruai yang mewakili Badan Pusat Statistik (BPS) ditingkat Kecamatan bersama dengan Hasbullah Mantri Tani Kecamatan Haruai, Penyuluh Pertanian WKPP Mahe Pasar (Penulis Artikel), dan Ahmad Muhtadi dan Julmulkan-Batu Riam Desa Mahe Pasar Calon Petani Sampel Ubinan Padi Sawah. Sebelum melakukan Ubinan, terlebih dahulu diberi penjelasan singkat terhadap calon petani mengenai Ubinan Padi Sawah. Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut : Ubinan adalah cara untuk mengatahui perkiraan hasil panen tanaman padi dan palawija melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan hasil. Proses pengubinan hasil pertanian dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bersama-sama dengan Penyuluh Pertanian dan Mantri Tani Kecamatan. Berdasarkan rata-rata sampel hasil ubinan tersebut maka dapat diperkiraan hasil panen suatu daerah sesuai dengan komoditas yang telah diubin. Ukuran ubinan 2,5 m x 2,5 m, atau jika dihitung luasnya adalah 6,25 m2. Jika luas lahan di daerah tersebut yang ditanami sesuai dengan tanaman yang diubin 1 Ha, maka produksi tanamannya adalah hasil ubinan dikalikan dengan luas lahan dibagi luas ubinan. Misal : hasil rata-rata ubinan = 3,0 Kg Luas dengan tanaman yang sama = 1 Ha = 10.000 m2 Produksi = 3,0 x (10.000 m2 / 6,25m2)= 3,0x 1.600 = 4.800 Kg = 4,80 ton Sedangkan penentuan lokasi sampel ubinan dilakukan oleh Petugas Statistik menggunakan metode titik pangkal ubinan atau picing mata berdasarkan titik koordinat yang sudah ditentukan oleh pihak BPS. Alat dan bahan yang diperlukan untuk pengambilan sampel Ubinan sudah dipersiapkan oleh Petugas Statistik Kecamatan. Setelah memberikan penjelasan singkat, selanjutnya dilaksanakanlah pengambilan Sampel Ubinan di Dua Lokasi. Pertama, dilokasi milik Ahmad Muhtadi dengan varietas Padi Inpari 30 didapatkan jumlah rumpun padi = 154 dan hasil ubinan = 3,830 kg. Kedua, dilokasi milik Julmulkan dengan Varietas Padi Siam Cantik didapatkan jumlah rumpun = 158 dan hasil ubinan = 3,545 kg. Dari hasil ubinan tersebut diatas, didapatkan perkiraan produktivitas tanaman padi sawah baik yang menggunakan varietas unggul maupun varietas lokal. Produktivitas padi adalah produksi padi per satuan luas lahan yang digunakan dalam berusahatani padi. Produktivitas diukur dalam satuan ton per hektar (ton/ha). Produktivitas pertama, (hasil ubinan x jumlah ubin dalam satu hektar) = 3,830 kg x 1.600 = 6.128 kg atau 6,128 ton/ha. Sedangkan produktivitas kedua didapatkan hasil = 3,545 kg x 1.600 = 5.672 kg atau 5,672 ton/ha. Hasil ubinan terbilang sudah cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya ditengah iklim pancaroba dan pandemi wabah covid-19, akan tetapi jangan terlena sebab diwilayah lain masih ada produktivitasnya yang lebih baik. Tentunya tugas Penyuluh Pertanian masih belum berhenti untuk selalu memberikan motivasi dan adopsi teknologi terbarukan kepada petani demi tujuan peningkatan produktivitas khususnya padi agar Swasembada pangan berkelanjutan terus terjaga hingga nanti Konsep Ketahanan Pangan berubah menjadi Kedalaulatan Pangan. Penulis : Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST (Penyuluh Pertanian WKPP Mahe Pasar Kecamatan Haruai)