Alternatif Pengendalian OPT dengan Pengembangan Refugia Fluktuasi populasi opt di alam dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor iklim/cuaca, musuh alami yang sangat beragam baik jenis maupun bentuknya, serta campur tangan manusia melalui tindakan pengendalian dengan menggunakan pestisida. sebaliknya telah banyak pula diungkapkan bahwa tindakan manusia dalam menekan populasi opt dengan menggunakan pestisida juga telah menimbulkan kejadian meningkatnya populasi opt sebagai akibat adanya resistensi maupun resurgensi. Masyarakat dunia saat ini menghendaki produk pertanian yang bermutu, aman konsumsi, dan proses produksinya berwawasan lingkungan.salah satu kebijakan pengendalian opt untuk menghasilkan produksi yang tinggi, bermutu, aman konsumsi dan berwawasan lingkungan diterapkan dengan sistem pht. refugia merupakan suatu area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid Kurangnya pengetahuan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan bahan kimia, mendorong para peneliti di bidang pertanian untuk mengembangkan teknik pengendalian opt yang berbasis lingkungan, dan diharapkan tetap menjaga kelestarian agroekosistem di lapangan, dengan merunut kepada prinsip pengendalian hama terpadu (pht). Refugia merupakan suatu area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. setelah diamati ternyata tanaman refugia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keanekaragaman dan kelimpahan musuh alami dan penyerbuk dengan mentimun, labu, gambas, dan labu pahit menarik sejumlah besar baik penyerbuk dan menguntungkan tawon parasitoid. sistem ini juga memiliki kelimpahan yang lebih tinggi dan peningkatan aktivitas burung pemakan serangga. Selain itu, banyak dari tanaman, termasuk mentimun, kacang hijau, botol labu, kacang panjang, gambas, cabai, dan ladyfinger memproduksi sejumlah besar buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. insektisida yang digunakan di sawah rekayasa ekologis mengindikasikan jumlah aplikasi insektisida berkurang 75% dibandingkan dengan perlakuan kontrol petani. Refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasitoid), agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. bagi musuh alami, tanaman refugia ini memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sebagai sumber nektar bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman.suatu konsep pemecahan masalah yang dapat diterapkan dalam pengendalian hama adalah dengan cara menanam tanaman yang digunakan sebagai refugia sehingga konservasi predator dapat terus terjaga (pertiwi 2014). Jenis- jenis tanaman yang berpotensi sebagai refugia antara lain adalah jenis tanaman hias yang antara lain bunga matahari (helianthus annuus), bunga kertas zinnia (zinnia peruviana), (zinnia acerosa), (zinnia bicolor), (zinnia grandiflora), (zinnia elegans), kenikir (cosmos caudatus) dll. Sayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain kacang panjang (vigna unguiculata ssp. sesquipedalis), bayam (amaranthus spp.) (tanpa nama 2016 dan sinar tani 2016), jagung (zea mays) Tumbuhan liar yang sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di area pertanaman antara lain, bunga legetan (synedrella nodiflora),pegagan (centella asiatica), rumput setaria (setaria sp.), rumput kancing ungu (borreria repens), dankacang hias atau kacang pentoi (arachis pentoi) (sinar tani 2016) Dengan kata lain manfaat dari menanam tanaman refugia di area pertanaman pokok antara lain : mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami,sumber nektar atau pakan bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman,terciptanya agroekosistem yang seimbang, dimana jumlah hama yang ada dapat ditekan oleh keberadaan musuh alaminya, sehingga tidak menimbulkan kerugian secara ekonomi (di bawah ambang batas ekonomi). Mengingat peran dari serangga musuh alami yang mengguntungkan untuk membantu pengendalian hama dan penyakit ini, maka perlu ada usaha konservasi musuh alami dengan menanam tanaman refugia bersamaan atau mendahului tanaman utama. menurut purwantiningsih et al. (2012) sebaiknya tanaman refugia ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang biak bagi musuh alami dan serangga pollinator yang berperan dalam polinasi yaitu perantara penyerbukan tanaman. Refugia cocok ditanam di pematang sawah. diusahakan agar penanaman refugia sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. selain itu pengolahan lahan dan pemupukan yang tepat sangat dianjurkan agar tanaman refugia tumbuh sesuai yang diharapkan. Pengembangan tanaman refugia dengan tanaman bunga-bunga dan tanaman palawija ini sudah diterapkan di Kelompok Tani Sari Makmur Sengir Sumberharjo Prambanan dan Tani Makmur Gamparan Sumberharjo Prambanan Sleman, sudah terbukti dapat membantu pengendalian hama dan penyakit tanaman pangan dan cabe dan bawang merah. Sumber : Materi Bimtek bagi Penyuluh Pengendalian OPT Tanaman Hortikultura Penulis : Desi Erawati,STP