Loading...

AMANKAN PRODUKSI, PETANI CEMAGI LAKUKAN GERDAL HAMA TIKUS

AMANKAN PRODUKSI, PETANI CEMAGI LAKUKAN GERDAL HAMA TIKUS
Dalam rangka pengamanan produksi dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) maka dilakukanlah gerakan pengendalian (Gerdal) hama tikus di Subak Cemagi Let, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Subak Cemagi Let merupakan salah satu lumbung pangan di Kabupaten Badung dengan Luas subak 327,80 Ha. Kegiatan gerdal ini dilaksanakan karena adanya peringatan bahaya yang dilaporkan oleh POPT kecamatan Mengwi, I Made Winantara SP berdasarkan adanya serangan hama tikus pada persemaian yang ada di wilayah subak Cemagi Let. Kegiatan Gerdal yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2020 dihadiri oleh Kepala UPTD BPTPH Provinsi Bali beserta staf, Kepala Desa/Perbekel Desa Cemagi, Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Cemagi, Kepala BPP Mengwi, POPT Kecamatan Mengwi dan Penyuluh pertanian, Pekaseh beserta prajuru Subak Cemagi Let beserta petani peserta gerdal. Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, S.S.M.Si meminta semua petani bersama-sama dapat menjaga ketahanan pangan dengan terus berproduksi tanpa mengabaikan protokol kesehatan dalam pandemik covid-19 ini dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun. Estimasi ketersediaan beras untuk Kabupaten Badung surplus 8.000 Ton sampai akhir tahun jangan sampai terganggu karena adanya hama tikus yang tidak tertangani dengan baik. Kepala Dinas juga meminta semua upaya harus dilakukan untuk mengamankan produksi pangan. Bapak kepala dinas mengapresiasi Perbekel Desa Cemagi Si Ketut Wirama, SH yang sudah berbuat banyak untuk kemajuan pertanian di Cemagi. Pada Tahun 2020 ini perbekel desa Cemagi memberi bantuan subsidi benih padi seluas 327,80 Ha (8.195 Kg). Diharapkan ke depannya Perbekel dapat juga mengalokasikan dana APBDes Cemagi untuk pengadaan pestisida, pengadaan bibit lombok dan kegiatan pemberdayaan petani. Kepala UPTD BPTPH Provinsi Bali Ir. Nyoman Suastika, M.Si menyampaikan kegiatan gerdal ini merupakan kegiatan pengendalian OPT padat karya dari kementerian Pertanian dan dilaksanakan berdasarkan laporan peringatan bahaya dari POPT. Hama tikus merupakan OPT utama yang ada di Bali yang menyebabkan kerugian petani. Hama ini berkembang biak dengan cepat dan jika tidak dikendalikan dalam satu tahun satu pasang tikus dapat menjadi 1200-2000 ekor. Penggunaan pestisida merupakan alternatif terakhir dalam pengendalian hama maupun penyakit. Pengaturan pola tanam, perbaikan agroekosistem serta pengamatan oleh petani serta melakukan gropyokan segera setelah panen padi berakhir merupakan langkah yang sangat penting dalam pengendalian hama tikus. Penggunaan musuh alami yang salah satunya adalah burung hantu diharapkan dapat dipelihara dan dikembangkan di Cemagi karena keadaan alamnya mendukung serta burung hantu ini efektif mengendalikan tikus. Satu ekor burung dapat memangsa 10-15 ekor tikus/hari dan dapat mengawal 10 ha lahan. Kepala UPTD BPTPH Bali dalam kesempatan ini memberikan bantuan racun tikus Petrokum dan Brankus untuk Subak Cemagi Let. Semua peserta yang hadir didampingi oleh petugas langsung melakukan gerakan pengendalian dengan cara membersihkan semak-semak yang dicurigai sebagai tempat bersarangnya tikus serta mencari lubang aktif untuk dilakukan pengasapan dengan menggunakan Brankus serta melakukan pengumpanan dengan memasang racun tikus di tempat/jalan yang biasa dilalui oleh tikus. Untuk pelaksanaan pengendalian tikus selanjutnya akan dikoordinasikan lagi bersama prajuru subak dan penyuluh serta POPT Kecamatan Mengwi sehingga pengendalian hama tikus ini dapat dilakukan di seluruh subak Cemagi Let. Ir. Sri Nurhudiah PP Madya Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung