AMANKAN PRODUKSI PADI, POPT, PENYULUH DAN PETANI DI KECAMATAN KALITIDU SINERGI LAKUKAN GERDAL PADAT KARYA OPT BLAST
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan bahwa pertanian tidak boleh mati, pertanian harus terus hidup untuk menyediakan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pandemi Covid-19 ini tak menyurutkan semangat petani atau insan pertanian untuk tetap bekerja di lahan, terutama memantau dan menjaga tanaman dari ancaman OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan). Terbukti, meski di tengah wabah Covid 19, tim BPP Kostratani Kecamatan Kalitidu bersama POPT telah melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian Padat Karya OPT Blast bersama Poktan Sri Rejeki II desa Leran pada hari Kamis (25/06/2010), Poktan Kuce II desa Leran, Poktan Mekar Sari desa Ngringinrejo hari Kamis tanggal 02/07/2020 dan Poktan Agawe Santoso II desa Mojo hari Jum’at (03/07/2020). Gerdal tersebut diikuti oleh anggota poktan yang lahan pertanamannya mulai menunjukkan gejala penyakit Blast berdasaran hasil pengamatan harian petugas POPT bersama petani.Perlu diketahui bahwa Blast merupakan penyakit busuk leher atau dalam bahasa petani sering disebut potong leher (thok lu) berasal dari jamur Pyricularia oryzae (P. grisea) yang menyerang dari fase vegetatif hingga generatif. Saat vegetatif gejala pada daun terlihat bintik kecil menyerupai belah ketupat berwarna kuning dan keunguan pada bagian tengah bintik. Karena bentuknya tersebut, busuk leher juga sering disebut penyakit belah ketupat. Semakin lama bercak menjadi besar, hingga pada saat memasuki fase generatif pangkal malai membusuk dan mudah patah. Karena posisi patahan dipangkal malai sehingga disebutlah busuk leher. Pengendalian yang dilakukan menggunakan fungisida dengan bahan aktif Metil Tiofanat. Ye Firma Yani Yuanisa, S.Pt – PPL Kecamatan Kalitidu