Loading...

Analisa Usaha Budidaya Bebek Potong Hibrida

Analisa Usaha Budidaya Bebek Potong Hibrida
Ternak Bebek Hibrida Panen Dalam 45 Hari – Bebek hibrida menjadi salah satu bebek yang bisa dijadikan pedaging dan petelur dan mempunyai beberapa keunggulan yang diturunkan dari indukannya. Bebek pedaging ini merupakan persilangan bebek alabio asli Kalimantan kemudian disilangkan dengan bebek mojosari yang berasal dari Mojokerto Jawa Timur. Dari bebek alabio mawarisi sifat cepat dalam pertumbuhan dan mempunyai ukuran telur yang besar. Sedangkan dari bebek mojosari diturunkan sifat tahan stres, cepat memasuki masa bertelur dan mempunyai produktivitas telur yang tinggi. Sifat lain yang dimiliki bebek hibrida adalah kemampuan beradaptasi yang cepat terhadap lingkungan baru. Biasanya ternak bebek membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan untuk mencapai bobot 2 kg. Hal ini berbeda jika Anda beternak bebek hibrida, Anda cukup membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk mencapai bobot 2 kg. Dengan kata lain ternak bebek hibrida lebih hemat, baik waktu pemeliharaan dan biaya pakan yang dikeluarkan menjadi lebih minim. Peluang bisnis ternak bebek hibrida ini cukup menjanjikan, mengingat belum banyak peternak yang mulai membudidayakan bebek jenis yang satu ini. Sebagai gambaran kami jelaskan analisis usaha bebek hibrida per 500 ekor. Biaya pengeluaran Pembelian DOD 500 ekor x Rp. 8.000 = Rp. 4.000.000 Pembelian pakan 2.500 kg x Rp. 5.500 = Rp. 13.750.000 Pembelian Vitamin dan obat-obatan 1paket x Rp. 100.000 = Rp. 100.000 Ongkos Tenaga kerja = Rp. 500.000 Lain-lain = Rp. 200.000 Total Pengeluaran = Rp.18.550.000 Biaya Pendapatan Penjualan bebek umur 45 hari 450 ekor x 2 kg x Rp.25.000 = Rp.22.500.000,- Asumsi : Kematian bebek 10 % adalah 50 ekor Berat panen rata-rata 2 kg Jadi keuntungan yang didapat dari pemeliharan bebek potong hibrida pada umur 45 hari per 500 ekor adalah Rp. 3.950.000,- Para sobat dimanapun berada , sangat menggiurkan budidaya bebek potong hibrida untuk menambah penghasilan keluarga. So menjadi peluang usaha yang menjanjikan sebagai sumber penghasilan. SELAMAT MENCOBA Penulis : Trisni Setiyaningrum,S.Pt Penyuluh Pertanian Kec/Kab. Magetan