Loading...

ANALISIS USAHATANI, ARTI DAN MANFAATNYA BAGI PETANI

ANALISIS USAHATANI, ARTI DAN MANFAATNYA BAGI PETANI
Usaha tani yang dilakukan petani merupakan pengelolaan usaha yang mempertimbangkan kemampuan sumber daya yang dikuasainya yang meliputi lahan, tenaga kerja, modal, dan waktu. Tujuannya adalah menghasilkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan memperoleh pendapatan tunai untuk membiayai keperluan sehari-hari lainnya. Kemampuan sumber daya yang dikuasai ini sangat menentukan jenis usaha tani yang akan dilaksanakan. Dalam setiap kegiatan usaha tani, petani harus berusaha untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya dengan harapan akan meningkatkan pendapatan dari usaha tani tersebut. Oleh sebab itu, dalam menjalankan usaha taninya, petani perlu mengadakan perhitungan secara ekonomis untuk mengetahui apakah usahanya menguntungkan atau merugikan. Peningkatan produktivitas produksi dan produktivitas suatu usaha tani sangat ditentukan oleh aspek pembudidayaan, keragaman usaha tani yang meliputi : jenis bibit, luas lahan, pola tanam dan penggunaan sarana produksi. Suatu jenis usaha tani akan dinilai apakah pantas atau layak dilaksanakan didasarkan kepada beberapa kriteria tertentu yang ada. Layak bagi suatu usaha artinya menguntungkan dari berbagai aspek. Analisis kelayakan usaha tani adalah upaya untuk mengetahui tingkat kelayakan atau kepantasan untuk dikerjakan dari suatu jenis usaha, dengan melihat beberapa parameter atau kriteria kelayakan tertentu. Dengan demikian suatu usaha dikatakan layak kalau keuntungan yang diperoleh dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan, baik biaya yang langsung maupun yang tidak langsung.Petani adalah pemimpin dalam suatu pengelolaan usahanya, sehingga petani juga manajer yang bertindak sebagai pengambil keputusan, di mana keputusan tadi harus serba diperhitungkan agar usaha tani yang dikelolanya bisa menguntungkan. Untuk mengetahui pendapatan usaha tani, digunakan perhitungan selisih antara penerimaan usaha tani dan total biaya yang dikeluarkan dalam usaha tani. Nah total biaya ini adalah, segala biaya yang dikeluarkan oleh petani, mulai dari persiapan tanam (pra tanam), sampai dengan kegiatan pasca panen atau sampai proses hasil/ produk usaha tani terjual. Penerimaan usaha tani adalah nilai produk total usaha tani dalam jumlah yang tertentu yang dijual, diberikan kepada oranglain atau yang dikonsumsi, dikalikan dengan harga yang berlaku ditingkat petani. Sedangakan keuntungan relative diperoleh dari perbandingan antara pendapatan dan total biaya. Lalu apakah kegiatan analisis usaha tani itu hanya mencatat seluruh biaya keluaran dan pemasukan, lalu menghitungnya?! Secara sederhana, iya. Terutama petani yang memiliki luas lahan di bawah 0,5 Ha, memiliki modal dan teknologi terbatas. Petani hanya bermodalkan alat tulis, buku untuk mencatat dan menghitung di akhir kegiatan usaha tani dalam satu musim tertentu. Penghitungannya pun tidak sulit, mudah sekali, sangat sederhana dan sistematis. Dengan mencatat dan menghitung analisis usaha taninya, petani akan mengetahui, kegiatan berusaha taninya tersebut, misalnya pada saat itu menanam padi, apakah usatani padinya menguntungkan apa tidak. Layak apa tidak, memberikan manfaat apa tidak, untuk bisa diteruskan/ dilanjutkan. Jika hasilnya dalam menanam padi tadi ternyata tidak menguntungkan, kenapa kita paksakan untuk tetap menanam padi?! Petani bisa beralih mengusahakan komoditas lainnya yang lebih menguntungkan di musim berikutnya. Biasanya, selama ini petani hanya menggunakan ilmu "kira-kira", atau yang penting ndak rugi-rugi amat, atau ada yang sekedar meneruskan kegiatan berbudidaya dari generasi sebelumnya. Padahal kalau mau diperhitungan, bisa saja, dengan beralih mananam komoditas lain, jagung, kedelai, atau sayuran misalnya, bisa lebih menguntungkan. Nah dari sinilah manfaat dari melakukan analisis usaha tani tadi. Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa analisis usaha tani dilakukan untuk mengetahui besarnya investasi, unsur biaya, tingkat produksi yang harus dicapai, harga jual yang menguntungkan, dan besarnya keuntungan yang akan diraih. Analisis usaha tani sangat penting dilakukan oleh petani dengan tujuan untuk :1. Menetapkan rencana usaha dari segi lokasi usaha, skala atau volume usaha, jumlah kebutuhan modal dan sarana usaha, teknologi dan segi pemasaran.2. Menetapkan strategi pengelolaan usaha yang berorientasi kepada keuntungan dengan memperhitungkan resiko atau hambatan yang dihadapi dalam proses produksi, sehingga dapat dilakukan antisipasi untuk menghindari kerugian.Tidak hanya mencatat yang berurusan dengan hal keuangan. Petani dianjurkan juga untuk mencatat peristiwa-peristiwa, atau fenomena-fenomena yang terjadi selama kegiatan usaha taninya di setiap musimnya. Baik itu tentang hama penyakit, harga, perubahan cuaca, dan lain sebagainya. Hal ini tentu bisa dijadikan data pendukung/ gambaran tentang tren yang terjadi pada musim tanam tertentu, pada komoditas tertentu. Dan bisa dijadikan dasar petani dalam pengambilan keputusan.Sumber:http://hansagribisnis.blogspot.co.idhttp://indaharitonang-fakultaspertanianunpad.blogspot.co.idhttp://abuistiqomah.blogspot.co.idhttp://agri-fun.blogspot.co.id *) Penulis adalah Koordinator Penyuluh Pertanian di UPTD Bangsalsari Dinas TPHP Kab. Jember Email: aboknanda@yahoo.co.id