Loading...

ANJING LIAR AKAN MENJAUH APABILA BAMBU LENGKUNG DITANCAPKAN KE TANAH

ANJING LIAR AKAN MENJAUH APABILA BAMBU LENGKUNG  DITANCAPKAN  KE TANAH
Di daerah-daerah sentral pertanian adanya gangguan hama babi dan monyet yang bisa menyebabkan kerugian petani adalah hal biasa kita dengar. Tapi di Kabupaten Wakatobi khususnya di kecamatan Wangi-Wangi gangguan monyet dan babi bisa dikatakan tidak ada sama sekali, karena memang kedua hama ini tidak didapatkan di sini. Tapi Mungkin ini sedikit aneh atau malah lebih aneh, para petani dan peternak resah dan mengeluh dengan adanya gangguan anjing liar. Sudah 5 tahun terakhir ini tidak dipungkiri gangguan yang ditimbulkan oleh Anjing liar sudah sangat meresahkan dan merugikan para peternak maupun petani di pulau Wangi-Wangi. Ternak diburu dan dimakan sedangkan bedengan yang sudah dibuat dan ditanami menjadi berantakan dan tanamannya layu lalu mati. Berbagai cara dilakukan pengendalian mulai dari diburu dan diracun tapi jumlah mereka dirasakan sepertinya tidak berkurang. Ada beberapa petani yang sudah enggan berkebun akibat aktifitas anjing liar ini. Tapi petani tidak kehilangan semangat dan akal , di Desa Pada Raya Makmur khususnya kelompok tani Makmur, petani sayuran ini menemukan solusi mengendalikan hama anjing liar dengan cara melengkungkan bilah bambu di tanah. Pertama yang di lakukan, bambu di potong kurang lebih 1,5 meter lalu dibelah beberapa bagian. Bagian isi dalam bambu dibuang dan sisahkan bagian kulit luarnya saja. Ini bertujuan agar bilah bambu mudah dilengkungkan dan ditancap di tanah sekitar bedengan atau tanaman. Sejak itulah tidak ada lagi gangguan anjing yang dirasakan. Saat kami menanyakan kenapa anjing bisa tidak datang lagi, sambil tersenyum Wa Sawuria Ketua kelompok Makmur ini menjawab. “ Awalnya saya juga tidak mengira kalau dengan adanya bilah bambu ini membuat anjing takut. Kemungkinannya anjing liar ini mengira bilah bambu yang kami lengkungkan dan ditancap ke tanah adalah semacan jerat makanya tidak mau dekat-dekat mengingat anjing adalah binantang pintar” Ujarnya. Ditambahkannya lagi, sudah beberapa kali panen tidak didapatkan lagi adanya jejak-jejak anjing liar dikebun padahal bambunya mereka sudah sengaja buka. Kini petani dan peternak tenang dalam melakukan aktifitasnya. Sarifudin, SP