Loading...

ANTISIPASI DAMPAK AIR ASIN PADA LAHAN SAWAH PASANG SURUT

ANTISIPASI DAMPAK AIR ASIN PADA LAHAN SAWAH PASANG SURUT
Desa Sidang Muara Jaya merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Rawa Jitu Utara Kabupaten Mesuji, Desa Sidang Muara Jaya terbentuk dari pemekaran dari desa induk yaitu Desa Sungai Sidang desa tersebut berada di bantaran Muara Mesuji. Mata pencaharian penduduknya sebagian besar adalah nelayan dan juga bercocok tanam yaitu tanaman padi. Pada musim tanam ke II atau gadu di tahun 2018 ini sebagian besar petani yang ada di Desa Sidang Muara Jaya mengalami gagal panen. Hal ini disebabkan oleh dampak air asin, areal lahan pertanian yang berada di pinggiran Muara Mesuji dan belum adanya tanggul penangkis serta pintu air menyebabkan air pasang dari muara yang berdekatan dengan laut masuk ke lahan pertanian. Melalui saluran parit dan kanal yang luas, air laut bergerak maju semakin jauh ke lahan pertanian, dan meningkatkan kandungan garam dalam air yang mengalir melalui sawah. Selain itu karena keterlambatan tanam dimusim gadu, sehingga air yang tersedia semakin payau karena curah hujan menurun. Salinitas atau kadar garam pada air yang ada dilahan pertanian mempengaruhi semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari perkecambahan samapai dengan pemasakan biji. Pengaruhnya dapat bervariasi bergantung pada fase pertumbuhan tanaman. Karena akar tanaman tidak dapat berkembang dengan baik. Daun menguning, tanaman layu seperti terbakar dan mati sehingga menyebabkan gagal panen.Beberpa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangai dampak air asin atau salinitas diantara yaitu dengan menggunakan varietas yang tahan atau toleran terhadap salinitas; pengolahan lahan secara baik ; pemberian bahan atau pupuk organik; pemberian kapur pada lahan pertanian untuk meningkatkan pH tanah; pengelolaan drainase yang baik; pintu air yang berfungsi mencegah air payau masuk ke petakan sawah dan ahankan cadangan air yang kadar salinitasnya masih rendah, saat ini sedang dikembangkan pembangunan pintu air dengan menggunakan paralon ukuran besar dan diberi elbo yang berfungsi sebagai pengatur air,Penggunaan pupuk kimia bukan solusi meneyelesaikan masalah dampak salinitas pada lahan sawah pasang surut. Pupuk kimia hanya sebagai sumber nutrisi tanaman dan tidak dapat membuang garam dari tanah. Akan tetapi pupuk organik/bahan organik dapat membantu menurunkan kadar garam pada tanah dengan memperbaiki struktur tanah. Selain beberapa hal tersebut upaya lain adalah pengaturan jawdal taman dengan mempercepat waktu tanam di musim tanam ke II/gadu juga membantu mengurangi dampak air asin pada lahan pertanian di Desa Muara Jaya. Karena pada daerah tersebut kondisi curah hujan yang sudah mulai menurun atau mendekati musim kemarau menyebabkan ketersediaan air tawar berkurang sedangakan air pasang yang masuk ke saluran primer dan sekunder sudah mulai payau dan bahkan asin. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi kepada gapoktan, kelompok tani atau melalui pemerintah desa untuk memberikan himbauan kepada petani setempat untuk mempercepat jadwal tanam di musim tanam ke II/gadu yaitu dari bulan April dan paling lambat tanam di bulan Mei.(by. Didik purwanto)