Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh petani agar produksi padi mencapai optimal adalah bagaimana petani bisa mengupayakan bulir-bulir padi (gabah) bisa berisi penuh (bernas). Gabah yang berisi penuh dapat mempengaruhi berat dan kualitas gabah lebih baik, sehingga produksi mejadi naik, harga gabah menjadi tinggi. Tetapi sebaliknya apabila banyak gabah yang hampa, selain mengakibatkan produksi turun, mutuh gabah pun kurang baik, sehingga harga gabah dibawah standar, mengakibatkan pendapatan petani berkurang, sedangkan input yang dikeluarkan sangat tinggi. Agar pertumbuhan tanaman padi sehat, diharapkan kepada para petani agar dapat menerapakan budidaya tanaman padi sistim PTT (pengelolaan tanaman sistim terpadu),antara lain tehnologi yang diterapkan seperti ;1. Penggunaan Benih : Varitas unggul bermutu2. Penanaman : Tepat waktu serentak dan sistim tapin3. Pemupukan : Kebutuhan tanaman disesuaikan ketersedian hara 4. Pengairan : Efektif, efisien sesuai kebutuhan tanaman/lahan5. Perlindungan Tanaman : Menggunakan prinsip dan strategi pengendalian Hama terpadu6. Panen dan Pasca Panen : Padi cukup umur dan cara panen yang tepat, secara berkelompok, menggunakan mesin yang cocok , hasilnya dikemas dalam wadah, disimpan ditempat yang aman . Melalui sistim budidaya ini maka gabah dari jenis budidaya cara konvensional bisa mencapai 120-150 butir gabah permalai, dan untuk jenis padi hybrida bisa mencapai lebih 200 butir permalai. Sedangkan gabah diharapkan berisi penuh (bernas) minimal mencapai 80% permalai dan berat per 1000 butir gabah mencapai lebih dari 26-28 gram kering giling, serta penanganan Pasca panen harus tepat dan benar. Tidak Terjadinya PembuahanDalam kondisi normal bertemunya benang sari(tepung sari) dengan pytik (bakal buah ) sudah dapat dipastikan akan terjadi pembuahan dan akhirnya menjadi gabah. Dari pembukaan kepala sari sampai dengan menjadi gabah, masak sempurna dibutuhkan waktulebih kurang antara 30-33 hari. Gabah hampa disebabkan tidak bertemunya tepung sari dengan putik (bakal buah). Banyak paktor yang akan me- pengaruhi seperti cuaca yang tidak mau bersahabat, suhu rendah pada saat pem-bentkan malai yang menyebabakan degenarasi tepungsari, kepala putik kering disebabkan sushu tinggi, suhu rendah dan kelembaban tinggi pada masa pembungaan dapat engakibatakan bulir tidak membuka, tanaman padi roboh pada saat masa generatip ( pembungaan) disebabkan karana angin kencang dan intensitas cahaya matahari kurang karena kondisinya dalam keadaan mendung atau ternaung pohon-pohonan, bunga tanaman padi sedang mambuka terjadi turun hujan deras. Kurang Tepat Dosis Pemupukan dan Teknik Aplikasi .Kehampan bulir padi (gabah) bukan hanya desebabkan karena adanya serang hama penyakit dan kondidsi cuaca yang buruk, sehingga menyebabkan tidak terjadi per-kawinan, melaikan pula disebabakan karena kurangnya pengetahuan, keterampian dan sikap petani, keuletan dan kesabaran petani itu sendiri . Misalnya jarak tanam yang terlalu rapat, penggunaan varitas padi yang tinggi pada saat musim huja, sehingga tanaman padi mudah roboh utamanya pada saat pembugaan .Dosisi Pupuk nitrogen yang berlebihan( Kelembaban tinggi ) mengakibatkan bulir bulir membuka. Dimusim kemarau pada masa generatip tanaman padi kurang air ( suhu menjadi tinggi ) mengakibatkan terjadi pengeringan pada kepala putik . Dalam keadaan kondisi bunga sedang membuka dilakukan penyiangan, sehingga dimungkinkan benang sari jatuh tidak tepat sasaran . Penulis : BPP Tanggetada