Tanaman Jeruk tidak bisa terpisahkan dengan petani Sambas khususnya Kecamatan Tebas, Semparuk dan Sebawi. Beberapa kali mengalami periode kehancuran yang diakibatkan prilaku monopoli pasar maupun serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yaitu.CVPD. Sampai saat ini permasalahan tersebut seperti siklus yang selalu muncul mengikuti periode puncak populasi pertanaman jeruk, akan tetapi masyarkat petani tetap berlomba-lomba menanam Jeruk. Masalah utama petani ketika panen raya harga jeruk murah dan terkadang tidak bisa di jual karena produksi yang melimpah. Varian olahan jeruk belum banyak di produksi karena masih bersifat industri rumahan, tradisional, dan kurang respon dalam mengikuti trend konsumen yang serba instan dan cepat berubah. Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdaganagan,Citrus Center, Dinas Sosial, Penyuluhan Pertanian , Pelaku Usaha Jeruk, Poktan, Gapoktan dan Forkopincam kecamatan Tebas harus duduk bersama untuk menyatukan langkah mengantisipasi panen raya Jeruk. Beberapa hal yang menjadi perhatian utama antara lain yaitu: data Jumlah Petani dan Luas tanam Jeruk sehingga diketahui berapa produksi setiap bulan di Kabupaten Sambas Peningkatan Standar Mutu Buah Jeruk untuk masuk ke Hypermart. Menjalin kemitraan dengan negara tetangga dalam rangka memperluas pasar dalam bentuk investasi industri Jeruk Budidaya Jeruk mengikuti kaidah minimal penggunaan bahan kimia dan lebih menggunakan bahan-bahan organik baik pupuk maupun pestisida sebagai syarat yang harus dipenuhi ke konsumen luar negeri Penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat Penerapan Teknologi Buah Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujangseta) . Kerjasama yang baik antara Petani, Swasta dan Pemerintah. Peran petani milenial yang respon terhadap perkembangan Ilmu dan Teknologi Komunikasi melalui Internet membuka peluang pasar baru penjualan produksi hasil pertanian. Teknologi Informasi dan Teknologi Industri 4.0 menjadi keharusan yang dibutuhkan agar mampu bersaing di tingkat dunia. Petani berharap apa yang mereka tanam bisa terjual dengan harga yang menguntungkan, sehingga mereka tetap semangat dalam menjalankan usahanya dan meningkat kesejahteraannya.