Loading...

APEL AKBAR PENYULUH SE-PROVINSI BANTEN TAHUN2016

APEL AKBAR PENYULUH SE-PROVINSI BANTEN TAHUN2016
APEL AKBAR PENYULUH SE-PROVINSI BANTEN Hari Rabu, tanggal 24 Februari 2016 dilangsungkan kegiatan apel akbar siagaan penyuluh se-provinsi Banten yang dilaksanakan di GOR Baladika Kopasus, Kota Serang. Ikrar di ucapkan oleh 979 orang terdiri dari, Penyuluh Pertanian PNS sebanyak 171 orang, Tenaga Harian Lepas TBPP/THL-TBPP 398 orang, Penyuluh honorer Kabupaten Lebak 40 orang, Penyuluh Perikanan PNS 24 org, Penyuluh Perikanan Bantu/PPB 29 orang, Penyuluh Kehutanan PNS 38 orang, Penyuluh Bantu Gerakan Nasional Kakao 3 orang, dan Penyuluh Swadaya 276 orang (Penyuluh Pertanian Swadaya, Penyuluh Perikanan Swadaya dan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat). Acara ini dihadiri oleh Gubernur Banten, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDM) Kementan Momon Rusmono, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Amir Wadhana,, Penyuluh Perikanan Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan Akmal Syukri, Komandan Korem 064/MY Kol Inf Wirana Prasetya Budi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M Tauchid serta undangan lainnya perwakilan dari lingkup Provinsi Banten yaitu Bapeda, DPPKD, DKP, Dishutbun, Distanak, Biro Ekbang, Inspektorat, serta Kepala Dinas yang menangani pertanian, perikanan dan kehutanan dari kabupaten/kota.Dalam pembukaan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Provinsi Banten Khairul Amri Chan yang bertema "Melalui revolusi mental kita optimalkan peran penyuluhan dalam akselerasi pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Provinsi Banten"mengatakan bahwa apel akbar bersama penyuluh ini merupakan momentum yang baik dalam mewujudkan pembangunan di bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, melalui ikrar bersama dimulai dengan merevolusai mental jajaran penyuluh agar berfikir semakin terbuka, semakin dewasa dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi dan mensolusikan masalah yang ada dilapangan. Penyuluh baik PNS hingga swadaya agar siap siaga dan membulatkan tegad untuk mencurahkan segenap kemampuannya dalam mensukseskan percepatan pembanguan pertanian, perikanan dan kehutanan di Banten.Sementara itu Sekretaris BPPSDM Kementan dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani dibutuhkan peran penyuluhan, pendidikan dan pelatihan. Based penyuluhan ada di tingkat kecamatan/desa. Kalau penyuluhan di tingkat kecamatan/desa optimal maka produksi pangan akan meningkat. Selanjutnya disampaikan untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh di lapangan perlu ditumbuhkembangkan Penyuluh Swadaya. Sambutan terakhir disampaikan Gubernur Banten Rano Karno. Dalam sambutannya Gubernur Banten menyampaikan bahwa dibukanya pasar bebas ASEAN (Masyarakat Ekonomi Asean/MEA), penyuluh dituntut mampu memberdayakan dan memandirikan pelaku utama pertanian, perikanan dan kehutanan untuk memanfaatkan teknologi, permodalan, pasar dan peluang kerja, sehingga bisa bersaing di MEA. Kelembagaan penyuluh di daerah pada era diberlakukannya undang-undang No 9 tahun 2015 tentang pemerintah daerah harus semakin menampilkan kehandalahn penyuluh dalam memandu para pelaku utama. Hal ini juga perlu diperhatikan benar, khususnya oleh pemerintah kabupaten/kota agar sasaran pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi tidak terganggu oleh tarik menarik kelembagaan penyuluh di daerah. Selanjutnya disampaikan Lembaga ekonomi harus menjadi prioritas utama yang harus ditingkatkan, dukungan Pemerintah Provinsi Banten akan terus ditingkatkan. Satu harapan yang diberikan dalam sambutannya Gubernur Banten akan meningkatkan uang saku penyuluh tahun depan atau di perubahan anggaran tahun 2016. Sekedar untuk diketahui alokasi APBD Provinsi Banten untuk kegiatan pengembangan kelembagaan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan sekitar Rp 2,5 M dan pengembagan SDM penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan sekitar Rp 10, 6 M (termasuk untuk uang saku penyuluh PNS dan honorer) sebanyak 690 orang. Acara apel ditutup dengan ikrar bersama penyuluh dalam kesiapan dan kebulatan tekad untuk menyukseskan percepatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Provinsi Banten. Ikrar kesiapan dan kebulatan tekad penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan dalam percepatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Provinsi Banten TA 2016 yaitu :• Siap dan bertekad bulat mensukseskan tercapainya sasaran percepatan swasembada pangan nasional tahun 2017• Siap dan bertekad bulat mensukseskan tercapainya sasaran pembangunan perikanan• Siap dan bertekad bulat mensukseskan tercapainya sasaran pembangunan kehutanan• Siap dan bertekad bulat mensukseskan pembangunan Provinsi Banten dibawah Kepemimpinan Bapak H. Rano Karno untuk kesejahteraan masyarakat Penulis : Hj. Linda Nurhayati, S. Pt Penyuluh Pertanian Pertama