APLIKASI RICE TRANSPLANTER DI DESA MUARA KELANTAN Desa Muara Kelantan merupakan lumbung padi Kecamatan Sungai Mandau. Walaupun tergolong baru dalam hal budidaya tanaman padi secara intensif, namun antusiasme petani dalam melakukan usaha taninya patut menjadi contoh, khususnya desa-desa di kawasan Kecamatan Sungai Mandau. Dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian khususnya tanaman pangan juga tidak kalah penting. Saat ini petani penggarap sawah di Desa Muara Kelantan, mulai diperkenalkan dengan berbagai alat mesin pertanian (Alsintan) Mulai dari, handtracktor, Power Treser, Combine Harvester, dan baru-baru ini diturunkan mesin Rice Transplanter. Suyatno PPL Desa Muara Kelantan mengatakan bahwa Rice Transplanter merupakan alat yang tergolong baru di Desa Muara Kelantan, untuk itu perlu dilakukan pengenalan secara bertahap kepada setiap petani, dengan demikian harapan pemerintah melakukan mekanisasi pertanian dapat terwujud. Masih menurut Suyatno, yang menarik dengan alat ini adalah untuk dapat menanam dengan mesin ini, petani harus melakukan penyemaian menggunakan cara khusus, sehingga tidak banyak bibit yang terbuang. "Bibit padi dapat di tanam setelah berumur 15 hari, lebih singkat dari metode konvensional. Penggunaan bibit muda pada proses penanaman dapat mempertinggi populasi anakan."papar Suyatno. "Kami sangat merasakan manfaat penggunaan mesin transplanter ini" ungkap Budiono, salah satu petani yang sudah menerapkan penyemaian dan penanaman menggunakan Rice Transplanter. Selain dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bibit, menurut Budiono, ia dapat menghemat upah tenaga kerja khususnya pada periode penanaman. Syafriwal Milis, SP, selaku Kepala UPTB Kecamatan Sungai Mandau, mengharapkan agar petugas dapat selalu mendampingi petani dalam pemanfaatan tenologi pertanian ini, Menurut Syafriwal, untuk dapat meningkatkan daya saing pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) setiap petani harus dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berusaha tani, salah satunya dengan menguasai mekanisasi pertanian.