Loading...

APLIKASI TANAM JAJAR LEGOWO

APLIKASI TANAM JAJAR LEGOWO
Padi merupakan sumber pangan utama penduduk Indonesia, yang sebagian besar dibudidayakan sebagai padi sawah. Kegiatan dalam bercocok tanam padi secara umum meliputi pembibitan, persiapan lahan, pemindahan bibit atau tanam, pemupukan, pemeliharaan (pengairan, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit) dan panen. Dewasa ini telah diperkenalkan berbagai teknologi budidaya padi, antara lain budidaya sistem tanam benih langsung (Tabela), sistem tanam tanpa olah tanah (TOT), maupun sistem tanam Jajar Legowo (Legowo). Pengenalan dan penggunaan sistem tanam tersebut disamping untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang optimal juga ditujukan untuk meningkatkan hasil dan pendapatan petani.Pada umumnya, varietas padi pada kondisi jarak tanam sempit akan mengalami penurunan kualitas pertumbuhan, seperti jumlah anakan dan malai yang lebih sedikit, panjang malai yang lebih pendek, dan tentunya jumlah gabah per malai berkurang dibandingkan pada kondisi jarak tanam lebar (potensial). Fakta di lapang membuktikan bahwa penampilan individu tanaman padi pada jarak tanam lebar lebih bagus dibandingkan dengan jarak tanam rapat. Pada jarak tanam lebar (50x50) cm, varietas Inpari 9-Elo dapat menghasilkan lebih dari 50 anakan/rumpun, dengan vigor vegetatif yang sangat baik terutama apabila tanah cukup air dan hara. Sebaliknya, pada kondisi jarak tanam rapat (20x20) cm hanya menghasilkan Beberapa kemungkinan yang menyebabkan rendahnya produktivitas pada jarak tanam rapat sebagai berikut: Varietas umumnya akan tumbuh tidak optimal apabila menerima sinar yang rendah akibat adanya persaingan antar individu tanaman dalam jarak tanam rapat.Terjadinya kahat hara tertentu terutama N, P dan K serta air akibat pertanaman yang rapat, perakaran yang intensif sehingga pengurasan hara juga intensif, dan Terjadinya serangan penyakit endemik setempat, akibat kondisi iklim mikro yang menguntungkan bagi perkembangan penyakit pada jarak tanam rapat.Sistem tanam legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata "lego" berarti luas dan "dowo" berarti memanjang.Legowo di artikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1, dan seterusnya.Pada bulan Maret 2017 dilakukan aplikasi tanam jajar legowo 2:1 di kelompok tani Krajan II Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari. Penerapan jajar legowo ini merupakan pertama kali bagi petani yang bersangkutan dan merupakan lahan percontohan bagi anggota kelompok yang lainnya. Varietas yang digunakan adalah Cibogo, benih yang dipakai sudah diseleksi dan diberi perlakuan benih. Pada saat penanaman ada sedikit keluhan dari regu tanam bahwa sistem tanam jajar legowo memakan waktu lebih banyak dibandingkan dengan sistem konvensional, hal ini karena regu tanam masih belum terbiasa dengan sistem tanam jajar legowo. Aplikasi tanam jajar legowo ini merupakan salah satu usaha dari kelompok tani untuk meningkatkan produktifitas tanaman padi pada musim kemarau I tahun 2017, disamping itu penerapan tanam jajar legowo diharapkan dapat membentuk kondisi lingkungan yang lebih sehat bagi tanaman sehingga mengurangi serangan hama penyakit. Ditulis Oleh : Yudi Cristian Windartha, Penyuluh Pertanian Kabupaten Jember