Loading...

APLIKASI TEKNOLOGI BAWANG MERAH VARIETAS BATU IJO OLEH PENYULUH DILAHAN BPP TEBAT KARAI

APLIKASI TEKNOLOGI  BAWANG MERAH VARIETAS BATU IJO   OLEH PENYULUH DILAHAN BPP TEBAT KARAI
Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi. Selain sebagai penyedap rasa dan penambah selera, bawang merah juga berfungsi sebagai bahan pengobatan tradisional. Permintaan akan bawang merah semakin meningkat, sejalan dengan perkembangan dan peningkatan jumlah penduduk, peningkatan daya beli konsumen setiap tahun serta pertumbuhan industri makanan. Begitu juga pada daerah-daerah pengembangan bawang merah diberbagai wilayah, termasuk di Bengkulu dengan sentra produksi berada di Kabupaten Rejang Lebong. Namun saat ini, sudah mulai dikembangkan masyarakat di Kabupaten Kepahiang. Maka untuk menjamin suplai bawang merah ini, maka kita mengoptimalkan produksi dan kualitas bawang merah serta dapat diproduksi sepanjang tahun untuk dapat menjamin pasokan dan harga jual. Salah satu varietas bawang merah yang menjadi varietas unggulan dan memiliki karateristik spesifik, adalah bawang merah varietas Batu Ijo yang dapat diusahakan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (50 – 1000 m dpl) dengan suhu udara 24 - 28 oC; 4 - 5 bulan kering/tahun serta curah hujan 1000-1500 mm/tahun. Umur panen 65 - 70 hst, tinggi tanaman 45-60 cm, banyak anakan 5 umbi/rumpun. Tanah yang diinginkan yaitu berdrainase baik dan kesuburan tinggi, tekstur lempung berpasir dan struktur remah dengan pH 6,0 - 6,5. Untuk itu tanaman bawang merah varietas Batu Ijo dapat ditanam di lahan sawah, lahan kering atau lahan tegalan pada jenis tanah bervariasi. Diperlukan sumberdaya terampil dalam menunjang keberhasilan pengembangan dan kinerja kegiatan diseminasi inovasi bawang merah ini, sebagai penjaring umpan balik upaya pengembangan sumberdaya manusia untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan keterampilan, serta kemampuan petani dalam berusahatani bawang merah. Dalam hal ini terutama adalah, peningkatan berbagai pengetahuan dan keterampilan tenaga penyuluh pertanian diwilayah kerja Kecamatan/BPP. Karena salah satu upaya peningkatan pengetahuan penyuluh, merupakan salah satu kunci utama keberhasilan dalam proses penyelenggaraan penyuluhan. Maka berdasarkan hal tersebut dilakukanlah suatu upaya, bagaimana penyuluh di BPP Tebat Karai Kabupaten Kepahiang selalu berhasil dalam proses adopsi pesan penyuluhan. Salah satunya ialah dengan melakukan suatu kegiatan diseminasi inovasi teknologi, untuk langsung diterapkan atau mengaplikasikannya sendiri sebelum disampaikan kepada pengguna. Seperti halnya pelaksanaan kegiatan penerapan teknologi Bawang Merah Varietas Batu Ijo, menggunakan metode penerapan atau aplikasi langsung dilahan BPP oleh panyuluh pertanian Kecamatan Tebat Karai. Melalui pelaksanaan kegiatan aplikasi teknologi ini, ternyata menjadi sangat efektif dalam peningkatan pengetahuan penyuluh. Selain itu melalui pemanfaatan lahan BPP juga dapat memdorong proses transfer teknologi dapat cepat sampai kepada masyarakat atau pengguna. Tentu dengan sendirinya pengembangan berbagai inovasi yang terkait dengan bawang merah, hendaknya dapat berkembang sebagaimana yang diharapkan. Pelaksanaan aplikasi langsung oleh penyuluh diserminasi inovasi teknologi bawang merah batu ijo, pada lahan BPP Tebat Karai yang memilki ketinggian 500 m dpl. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya bawang merah, juga didapat beberapa hal penting terkait karakter pertumbuhan bawang merah varietas batu ijo, antara lain; tinggi tanaman mencapai 51,60 cm; jumlah umbi/rumpun mencapai 5,87 umbi; jumlah daun/rumpun mencapai 21,60 daun; dan panen pada umur 70 hst dengan produksi berat basah cukup tinggi mencapai 21,52 ton/ha untuk jarak tanam 15 x 15 cm serta 19,81 ton/ha untuk jarak tanam 15 x 20 cm melalui pertanaman yang dilakukan pada musim hujan. Disamping itu kegiatan aplikasi teknologi bawang merah yang dilakukan langsung oleh penyuluh dilahan BPP Tebat Karai, telah berdampak terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan dan penguasaan inovasi bagi penyuluh pertanian secara utuh. Serta pemanfaatan lahan BPP sebagai media penyuluhan dan dapat dilihat secara langsung oleh pengguna, bagaimana diseminasi inovasi teknologi budidaya dan pertumbuhan bawang merah varitas unggul Batu Ijo dapat terlihat secara langsung (Ruswendi).